Pages

Saturday 21 January 2012

Hari Al-Tarwiyah




Hari Tarwiyah adalah hari kedelapan Dhul-Hijja. Nama (Hari Tarwiyah) bila ditelusuri kembali ke kenyataan bahwa para peziarah dulu biasa minum air untuk menghilangkan dahaga mereka saat Mekah dan kemudian mereka melanjutkan ke Mina saat itu tidak ada air di Mina.

Dr. Salih bin Ghanim Assadlan, professor yang lebih tinggi dalam pembelajaran Imam Muhammad bin. Universitas Saud Islam dimana kita harus memperhatikan pentingnya Hari Tarwiyah meskipun itu Sunnah.

Hari Tarwiyah merupakan hari terbesar Haji, merupakan hari selama jamaah mengulang kembali apa yang pernah dilakukan oleh Rasul kita tercinta (damai dan sejahtera bersamanya). Aturan Haji bila ditelusuri kembali pada hari saat Rasul (damai dan sejahtera bersamanya) tiba di Mina pada waktu sholat Dzuhur, Ashar , Isya, Maghrib dan subuh dan melanjutkan ke Arafah sebelum matahari terbenam. Yang menunjukkan awal mulainya ritual Haji.

Diriwayatkan oleh 'Abdul 'Aziz bin Rufai: Aku bertanya pada Anas bin Malik,

"Katakan apa yang mengingatkan engkau akan Rasul Allah' (sehubungan dengan pertanyaan ini): Dimana beliau mengerjakan sholat Dhuhur dan Ashar pada hari tarwiya (hari kedelapan 8 Dhul-Hajja)?" Beliau menjawab, "(beliau melakukan sholat ini) di Mina." Aku bertanya, "Dimana beliau melakukan sholat Ashar pada hari Nafr (misal. keberangkatan dari Mina pada 12 atau13 Dhul-Hijjah)?" Belia menjawab, "Di Al-Abtah," dan kemudian menambahkan, "Anda seharusnya melakukan sebagaimana pemimpinmu melakukannya."
 (Bukhari)

Diantar peraturan hari ini bahwa Jamaah Haji meningkatkan Talbiyah dan melakukan sholat tepat waktu. It is worth mentioning that there are no specific supplications or remembrances to be recited during the Day of Tarwiyah or specific rites to be performed. Pilgrims should only increase their Du'a and supplications and ask the Almighty for forgiveness. Harap dicatat bahwa tidak ada doa khusus atau ucapan yang akan dibaca saat hari Tarwiyah atau ritual tertentu yang akan dilakukan. Para Jamaah hanya harus meningkatkan Doa mereka dan mohon pengampunan dari Yang Maha Kuasa.

Selanjutnya, Jamaah harus melanjutkan perjalanan ke Arafah hanya setelah matahari terbenam dan harus memperkirakan Ihram dari Mina. Jamaah yang masuk ke tanah Ihram hanya saat dia tiba di Mina anggap telah meninggalkan sunnah Rasul (damai dan sejahtera bersamanya) dan pengikutnya yang telah berniat Ihram sebelum mereka melanjutkan ke Mina.

Jamaah harus menghindari terjatuh dan berbuat kesalahan saat masuk ke tanah Ihram untuk Haji pada hari Tarwiyah dan Shaykh Muhammad ibn ‘Uthaymeen menjelankan lebih lanjut kesalahan-kesalahan berikut:

**beberapa orang mengira bahwa mereka harus masuk ke tanah Haram dari Masjid Al-Haraam, jadi bisa dilihat kalau mereka menyusahkan diri sendiri dengan ke Mesjid duahulu dan kemudian masuk ke Ihram dari sana. Ini adalah salah pengertian, karena tidak diwajibkan untuk masuk dari Masjid Haram. Tetapi sunnah nya adalah jamaah masuk ke Ihram dari tempat dimana dia berada , karena pengikut (para Sahabat) yang yang begitu semangat melakukan Ihram untuk Umrah dengan perintah Rasul (damai dan sejahtera Allah baginya) kemudian masuk ke Ihram untuk melakukan Haji pada hari Al-Tarwiyah, tidak masuk ke Tanah Ihram melalui Masjid Al-Haram, melainkan masing-masing mereka masuk ke ihram dari tempat dimana mereka saat itu tinggal. Kejadian ini pada saat masa Rasul Allah (damai dan sejahtera Allah bersama mereka), jadi ini adalah Sunnah. Jadi Sunnah bagi mereka yang ingin masuk Ihram untuk melakukan Haji masuk ke Ihram melalui tempat mereka tinggal, baik di Makkah maupun di Mina, karena sebagian orang saat ini, saat mereka pergi ke MIna sehingga mereka tetap berada disana. Sebagai tambahan, beberapa jamaah berfikir.

Sebagai tambahan, beberapa jamaah haji berfikir bahwa tidak benar untuk masuk Ihram dengan memakai pakaian Additionally, Some of the pilgrims think that it is not proper to enter Ihram in the garments that they wore when they entered ihram for Umrah, unless they wash them first. This is also a mistaken notion, because the ihram garments do not have to be new or clean. It is true that the cleaner they are, the better, but to say that they are not valid for Ihram because one has worn them for Ihram when performing Umrah is not correct. This is what springs to mind now about the mistakes made by some pilgrims with regard to entering Ihram for Hajj.

No comments:

Post a Comment