Pages

Showing posts with label wahabi. Show all posts
Showing posts with label wahabi. Show all posts

Monday, 11 November 2013

WAHABI DALAM PANDANGAN ULAMA 4 MADZHAB







1. ‘ULAMA KALANGAN MADZHAB HANAFI

Dari kalangan ulama madzhab Hanafi, al-Imam Muhammad Amin Afandi yang populer dengan sebutan Ibn Abidin, juga berkata dalam kitabnya, Hasyiyah Radd al-Muhtar tantang Wahhabi sebagai berikut:

“مَطْلَبٌ فِي أَتْبَاعِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ الْخَوَارِجِ فِيْ زَمَانِنَا :كَمَا وَقَعَ فِيْ زَمَانِنَافِيْ أَتْبَاعِ ابْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ الَّذِيْنَ خَرَجُوْا مِنْ نَجْدٍ وَتَغَلَّبُوْا عَلَى الْحَرَمَيْنِ وَكَانُوْايَنْتَحِلُوْنَ مَذْهَبَ الْحَنَابِلَةِ لَكِنَّهُمْ اِعْتَقَدُوْا أَنَّهُمْ هُمُ الْمُسْلِمُوْنَ وَأَنَّ مَنْ خَالَفَاعْتِقَادَهُمْ مُشْرِكُوْنَ وَاسْتَبَاحُوْا بِذَلِكَ قَتْلَ أَهْلِ السُّنَّةِ وَقَتْلَ عُلَمَائِهِمْ حَتَى كَسَرَ اللهُشَوْكَتَهُمْ وَخَرَبَ بِلاَدَهُمْ وَظَفِرَ بِهِمْ عَسَاكِرُ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِيْنَ وَمِائَتَيْنِوَأَلْفٍ.” اهـ (ابن عابدين، حاشية رد المحتار، ٤/٢٦٢).

“Keterangan tentang pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, kaum Khawarij pada masa kita. Sebagaimana terjadi pada masa kita, pada pengikut Ibn Abdil Wahhab yang keluar dari Najd dan berupaya keras menguasai dua tanah suci. Mereka mengikuti madzhab Hanabilah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa mereka saja kaum Muslimin, sedangkan orang yang berbeda dengan keyakinan mereka adalah orang-orang musyrik. Dan oleh sebab itu mereka menghalalkan membunuh Ahlussunnah dan para ulamanya sampai akhirnya Allah memecah kekuatan mereka, merusak negeri mereka dan dikuasai oleh tentara kaum Muslimin pada tahun 1233 H.” (Ibn Abidin, Hasyiyah Radd al-Muhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar, juz 4, hal. 262).

2. ‘ULAMA KALANGAN MADZHAB MALIKI

Dari kalangan ulama madzhab al-Maliki, al-Imam Ahmad bin Muhammad al-Shawi al-Maliki, ulama terkemuka abad 12 Hijriah dan semasa dengan pendiri Wahhabi, berkata dalam Hasyiyah ‘ala Tafsir al-Jalalain sebagai berikut:

هَذِهِ اْلآَيَةُ نَزَلَتْ فِي الْخَوَارِجِ الَّذِيْنَ يُحَرِّفُوْنَ تَأْوِيْلَ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَيَسْتَحِلُّوْنَ بِذَلِكَ دِمَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَمْوَالَهُمْ كَمَا هُوَ مُشَاهَدٌ اْلآَنَ فِيْ نَظَائِرِهِمْ وَهُمْ فِرْقَةٌ بِأَرْضِ الْحِجَازِ يُقَالُ لَهُمُ الْوَهَّابِيَّةُ يَحْسَبُوْنَ أَنَّهُمْ عَلىَ شَيْءٍ أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ الْكَاذِبُوْنَ. (حاشية الصاوي على تفسير الجلالين، ٣/٣٠٧).

“Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin sebagaimana yang terjadi dewasa ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta.” (Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain, juz 3, hal. 307).

3. ‘ULAMA KALANGAN MADZHAB SYAFI’I

Dari kalangan ulama madzhab Syafi’i, al-Imam al-Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan al-Makki, guru pengarang I’anah al-Thalibin, kitab yang sangat otoritatif (mu’tabar) di kalangan ulama di Indonesia, berkata tentang Wahhabi :

وَكَانَ السَّيِّدُ عَبْدُ الرَّحْمنِ الْأَهْدَلُ مُفْتِيْ زَبِيْدَ يَقُوْلُ: لاَ يُحْتَاجُ التَّأْلِيْفُ فِي الرَّدِّ عَلَى ابْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ، بَلْ يَكْفِي فِي الرَّدِّ عَلَيْهِ قَوْلُهُ صلى الله عليه وسلم سِيْمَاهُمُ التَّحْلِيْقُ، فَإِنَّهُ لَمْ يَفْعَلْهُ أَحَدٌ مِنَ الْمُبْتَدِعَةِ اهـ (السيد أحمد بن زيني دحلان، فتنة الوهابية ص/٥٤).

“Sayyid Abdurrahman al-Ahdal, mufti Zabid berkata: “Tidak perlu menulis bantahan terhadap Ibn Abdil Wahhab. Karena sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam cukup sebagai bantahan terhadapnya, yaitu “Tanda-tanda mereka (Khawarij) adalah mencukur rambut (maksudnya orang yang masuk dalam ajaran Wahhabi, harus mencukur rambutnya)”. Karena hal itu belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan ahli bid’ah.” (Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Fitnah al-Wahhabiyah, hal. 54).

4. ‘ULAMA KALANGAN MADZHAB HAMBALI

Dari kalangan ulama madzhab Hanbali, al-Imam Muhammad bin Abdullah bin Humaid al-Najdi berkata dalam kitabnya al-Suhub al-Wabilah ‘ala Dharaih al-Hanabilah ketika menulis biografi Syaikh Abdul Wahhab, ayah pendiri Wahhabi, sebagai berikut:

عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ سُلَيْمَانَ التَّمِيْمِيُّ النَّجْدِيُّ وَهُوَ وَالِدُ صَاحِبِ الدَّعْوَةِ الَّتِيْ انْتَشَرَشَرَرُهَا فِي اْلأَفَاقِ لَكِنْ بَيْنَهُمَا تَبَايُنٌ مَعَ أَنَّ مُحَمَّدًا لَمْ يَتَظَاهَرْ بِالدَّعْوَةِ إِلاَّ بَعْدَمَوْتِ وَالِدِهِ وَأَخْبَرَنِيْ بَعْضُ مَنْ لَقِيْتُهُ عَنْ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ عَمَّنْ عَاصَرَ الشَّيْخَ عَبْدَالْوَهَّابِ هَذَا أَنَّهُ كَانَ غَاضِبًا عَلىَ وَلَدِهِ مُحَمَّدٍ لِكَوْنِهِ لَمْ يَرْضَ أَنْ يَشْتَغِلَ بِالْفِقْهِكَأَسْلاَفِهِ وَأَهْلِ جِهَتِهِ وَيَتَفَرَّسُ فِيْه أَنَّهُ يَحْدُثُ مِنْهُ أَمْرٌ .فَكَانَ يَقُوْلُ لِلنَّاسِ: يَا مَا تَرَوْنَ مِنْ مُحَمَّدٍ مِنَ الشَّرِّ فَقَدَّرَ اللهُ أَنْ صَارَ مَاصَارَ وَكَذَلِكَ ابْنُهُ سُلَيْمَانُ أَخُوْ مُحَمَّدٍ كَانَ مُنَافِيًا لَهُ فِيْ دَعْوَتِهِ وَرَدَّ عَلَيْهِ رَدًّا جَيِّداًبِاْلآَياَتِ وَاْلآَثاَرِ وَسَمَّى الشَّيْخُ سُلَيْمَانُ رَدَّهُ عَلَيْهِ ( فَصْلُ الْخِطَابِ فِي الرَّدِّ عَلىَمُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْوَهَّابِ ) وَسَلَّمَهُ اللهُ مِنْ شَرِّهِ وَمَكْرِهِ مَعَ تِلْكَ الصَّوْلَةِ الْهَائِلَةِ الَّتِيْأَرْعَبَتِ اْلأَبَاعِدَ فَإِنَّهُ كَانَ إِذَا بَايَنَهُ أَحَدٌ وَرَدَّ عَلَيْهِ وَلَمْ يَقْدِرْ عَلَى قَتْلِهِ مُجَاهَرَةًيُرْسِلُ إِلَيْهِ مَنْ يَغْتَالُهُ فِيْ فِرَاشِهِ أَوْ فِي السُّوْقِ لَيْلاً لِقَوْلِهِ بِتَكْفِيْرِ مَنْ خَالَفَهُوَاسْتِحْلاَلِ قَتْلِهِ. اهـ (ابن حميد النجدي، السحب الوابلة على ضرائح الحنابلة، ٢٧٥).

“Abdul Wahhab bin Sulaiman al-Tamimi al-Najdi, adalah ayah pembawa dakwah Wahhabiyah, yang percikan apinya telah tersebar di berbagai penjuru. Akan tetapi antara keduanya terdapat perbedaan. Padahal Muhammad (pendiri Wahhabi) tidak terang-terangan berdakwah kecuali setelah meninggalnya sang ayah. Sebagian ulama yang aku jumpai menginformasikan kepadaku, dari orang yang semasa dengan Syaikh Abdul Wahhab ini, bahwa beliau sangat murka kepada anaknya, karena ia tidak suka belajar ilmu fiqih seperti para pendahulu dan orang-orang di daerahnya. Sang ayah selalu berfirasat tidak baik tentang anaknya pada masa yang akan datang. Beliau selalu berkata kepada masyarakat, “Hati-hati, kalian akan menemukan keburukan dari Muhammad.” Sampai akhirnya takdir Allah benar-benar terjadi. Demikian pula putra beliau, Syaikh Sulaiman (kakak Muhammad bin Abdul Wahhab), juga menentang terhadap dakwahnya dan membantahnya dengan bantahan yang baik berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Syaikh Sulaiman menamakan bantahannya dengan judul Fashl al-Khithab fi al-Radd ‘ala Muhammad bin Abdul Wahhab. Allah telah menyelamatkan Syaikh Sulaiman dari keburukan dan tipu daya adiknya meskipun ia sering melakukan serangan besar yang mengerikan terhadap orang-orang yang jauh darinya. Karena setiap ada orang yang menentangnya, dan membantahnya, lalu ia tidak mampu membunuhnya secara terang-terangan, maka ia akan mengirim orang yang akan menculik dari tempat tidurnya atau di pasar pada malam hari karena pendapatnya yang mengkafirkan dan menghalalkan membunuh orang yang menyelisihinya.” (Ibn Humaid al-Najdi, al-Suhub al-Wabilah ‘ala Dharaih al-Hanabilah, hal. 275).

KESIMPULAN:

Perbuatan Tanpa Ilmu
Belakangan, dari Kaum Wahhabi kontemporer tidak sedikit terlontar pernyataan tokoh-tokoh mereka yang menistakan generasi salaf secara parsial (juz’i). Contoh :

Syaikh Nashir al-Albani dalam fatwanya mengkafirkan al-Imam al-Bukhari karena melakukan ta’wil terhadap ayat mutasyabihat dalam al-Qur’an. Dalam kitab al-Tawassul Ahkamuhu wa Anwa’uhu, al-Albani juga mencela Sayyidah ‘Aisyah, dan menganggapnya tidak mengetahui kesyirikan.

Syaikh Ahmad bin Sa’ad bin Hamdan al-Ghamidi, menganggap al-Imam al-Hafizh al-Lalika’i, pengarang kitab Syarh Ushul I’tiqad Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah, tidak bersih dari kesyirikan. Demikian sekelumit contoh penistaan tokoh-tokoh Wahhabi terhadap generasi salaf dan para ulama terkemuka secara parsial.

Demikian pernyataan ulama terkemuka dari empat madzhab, Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali, yang menegaskan bahwa golongan Wahhabi termasuk Khawarij bukan Ahlussunnah Wal-Jama’ah. Tentu saja masih terdapat ratusan ulama lain dari madzhab Ahlussunnah Wal-Jama’ah yang menyatakan bahwa Wahhabi itu Khawarij dan tidak mungkin kami kutip semuanya.


Pesan buat sahabat… berhati2lah wahai saudara ku,dengan kelicikan kaum penyesat ummat itu, jangan mudah tertipu dengan kata2 manis mereka, tapi lihatlah dulu maksud dari nya ,karena kebusukan2 mereka semua di balut dengan kata2/istilah yang menggugah hati.


sumber dari: generasisalaf.wordpress.com

MINI ENSIKLOPEDI WAHABI







Penterjemah: Ahmad Anis
Penerbit: Kasyafa
Hal: xxiii + 299 Hal
Harga: Rp. 55.000,- 

Bagaimana sesungguhnya aliran Salafi Wahabi sehingga begitu kontroversial bagi kalangan kaum muslimin?

Buku ini mengulas aliran Salafi Wahabi hingga ke akar-akarnya, mulai dari sejarah kemunculan, pemikiran, metode penyebaran, hingga tokoh-tokoh Salafi Wahabi yang berpengaruh di tingkat dunia, termasuk di Indonesia. Insya Allah buku ini akan menghilangkan rasa penasaran pembaca tentang aliran ini.

Dilengkapi data dan referensi yang lengkap, buku ini secara obyektif menggambarkan aliran Salafi Wahabi tanpa bermaksud memprovokasi pembaca, apalagi memecah-belah persatuan umat.

Buku ini akan meluruskan segala kesalahpahaman tentang aliran Salafi Wahabi, baik untuk mereka yang membenci maupun yang cinta buta kepadanya. Diharapkan pembaca akan kembali kepada ajaran yang sesuai dengan tuntunan al-Qur'an dan as-Sunnah.


sumber dari: bukuaswaja.blogspot.com

Wahabi Minta Kubur Nabi dikeluarkan dari Kubah








sumber dari: generasisalaf.wordpress.com

SALAFI / WAHABI DALAM PANDANGAN HADHROTUS SYAIKH KH. HASYIM ASY’ARI





kh-hasyim-asyari


Oleh: Ustadz Abu Hilya

بسم الله الرحمن الرحيم والحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على سيدنا محمد سيد الأولين والآخرين، وعلى آله وصحبه ومن اهتدى بهديه إلى يوم الدين.

Islam Institute – Membaca beberapa artikel yang diposting di beberapa situs milik SALAFI/WAHABI yang mencatut nama Hadlrotus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari khususnya menyangkut peringatan beliau bagi para pelaku kemungkaran dalam acara Maulid yang sejatinya peringatan tersebut bertujuan guna menghilangkan atau setidaknya meminimalisir kemungkaran yang terjadi dalam peringatan Maulid, namun oleh para Ustadz yang tidak memahami permasalahan peringatan-peringatan dari KH. Hasyim Asy’ariy tersebut telah dibelokkan untuk menghentikan atau memerangi Peringatan Maulid Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam.


Berikut sikap dan pandangan Hadlrotus Syaikh KH. Asy’ari tentang SALAFI / WAHABI yang tertuang dalam kitab beliau “RISALAH AHLIS SUNNAH WALJAMA’AH”

ومنهم فرقة يتبعون رأي محمد عبده و رشيد رضا, ويأخذون بدعة محمد بن عبد الوهاب النجدى, و احمد ابن تيمية وتلمذيه ابن القيم وابن عبد الهادى , فحرموا ما اجمع المسلمون على نذبه وهو السفر لزيارة قبر رسول الله صلى الله عليه وسلم, وخالفوهم فيما ذكر وغيره , قال ابن تيمية في فتاويه : واذا سافر لاعتقاده انها اي زيارة قبر النبي صلى الله عليه وسلم طاعة كان ذلك محرما بإجماع المسلمين , فصار التحريم من الامر المقطوع به.

Dan diantara golongan-golongan tersebut adalah kelompok yang mengikuti pemikiran Muhammad ‘Abduh dan Rasyid Ridho, mereka juga mengambil Bid’ahnya Muhammad Bin Abdil Wahab An Najdi, Ahmad Ibnu Taimiyyah dan dua orang muridnya yakni Ibnul Qoyyim dan Ibnu Abdil Hadi. Mereka mengharamkan apa yang telah disepakati Ummat Islam sebagai kesunnahan yakni bepergian untuk berziyarah ke makam Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, mereka menyelisihi ummat Islam dalam hal tersebut juga hal-hal yang lain.

Ibnu Taimiyyah berkata dalam Fatwanya : “Jika seseorang bepergian karena meyakini bahwa Ziyarah ke makam Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam adalah bentuk ketaatan (Ibadah) maka hal tersebut diharamkan berdasarkan kesepakatan Ummat Islam, maka jadilah hukum haram sebagai hukum (perkara) yang pasti.”

قال العلامة الشيخ محمد بخيت الحنفي المطيعي في رسالته المسماة ” تطهير الفؤاد من دنس الاعتقاد ” : وهذا الفريق قد ابتلي المسلمون بكثير منهم سلفا وخلفا, فكانوا وصمة وثلمة فى المسلمين وعضوا فاسدا يجب قطعه حتى لا يعدى الباقى, فهو كالمحذوم يجب الفرار منه,

Al ‘Allamah As Syaikh Bakhit Al Hanafi Al Muthi’iy berkata dalam risalahnya yang bertajuk “That-hirul Fuad Min Danasil I’tiqod” (Membersihkan Hati Dari Keyakinan/Aqidah Kotor) : “Sungguh Ummat Islam baik salaf maupun kholaf telah diuji/mendapat mushibah dengan adanya sebagian besar kelompok ini. Mereka (salafi / wahabi) bagaikan cacat dan pecahan dalam tubuh ummat Islam. Mereka bagaikan anggota tubuh yang rusak (sakit) dan wajib untuk diamputasi agar tidak menular kepada yang lain. Kelompok ini bagaikan orang yang terkena lepra yang wajib dihindari….

فانهم فريق يلعبون بدينهم , يذمّون العلماء سلفا وخلفا, ويقولون : “أنهم غير معصومين فلا ينبغي تقليدهم, لا فرق في ذلك بين الاحياء والاموات”. ويطعنون عليهم ويلقون الشبهات, و يذرونها في عيون بصائر الضعفاء, لتعمي ابصارهم عن عيوب هؤلاء, يقصدون بذلك القاء العداوة و البغضاء بحلولهم الجوّ, ويسعون في الارض فسادا…


Sungguh mereka adalah kelompok yang mempermainkan agama, mereka mencela para ulama baik salaf maupun kholaf (dahulu dan sekarang), mereka (SaWah) berkata : “ Sungguh mereka (para ulama) adalah tidak ma’shum (tidak terjaga dari kesalahan), maka tidak patut mengikuti (taqlid) pada mereka, tidak ada bedanya baik para ulama’ yang telah wafat maupun masih hidup”…. mereka (SaWah) menyerang para ulama dan membuat syubhat-syubhat yang mereka sebarkan dimata kaum awam guna menutupi aib mereka, itu semua mereka lakukan dengan tujuan menciptakan konflik/ permusuhan dan kebencian, mereka berbuat kerusakan dimuka bumi ini…..


sumber dari: generasisalaf.wordpress.com

Berdebat Dengan Wahabi








Penulis: M. Idrus Ramli
Penerbit: Bina Aswaja
Harga: Rp 18.000.-


Sinopsis:
Majalah Qiblati edisi Rajab 1423 H/Juni 2011 M, memuat artikel bantahan Syaikh Mamduh terhadap Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi seputar kisah dialog as-Sayyid Alwiy al-Maliki dengan Syaikh Ibnu Sa'di, ulama terkemuka kaum Wahabi.

Oleh karena ,itu, penulis berupaya meluangkan waktu seraya memohon pertolongan kepada Allah, untuk menulis jawaban ilmiah terhadap majalah Qiblati. Hal ini dilakukan agar tidak ada keraguan di kalangan kaum Muslimin bahwa ajaran Wahabi memang benar-benar ajaran batil dan harus diwaspadai. Tentu saja, dalam buku ini penulis hanya bermaksud menanggapi pernyataan Syaikh Mamduh yang memiliki bobot ilmiah agar tidak mengatakan syubhat ilmiah. Sedangkan pernyataan beliau yang jauh dari bobot ilmiah dan hanya bernilai retorika belaka, penulis memilih untuk tidak melayaninya...

Sepertinya Syaikh Mamduh agak terpengaruh dengan kaum Syiah dalam upaya menepis riwayat kelompok yang menjadi lawan ideologinya.


sumber dari: bukuaswaja.blogspot.com

PKS Mau Ziarah Kubur




sembiring.jpg


Meki dikenal sebagai partai yang didominasi oleh paham wahabi yang anti zaiarah dan hal-hal yang dianggap bid’ah, entah demi tujuan politik atau memang mulai meninggalkan wahabi, sejumlah kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melakukan ziarah kubur.

Rencananya Kamis (8/11/2007) para petinggi partai pemenang di DKI ini akan berziarah ke makam Bung Tomo (Soetomo), tokoh yang membangkitkan semangat melawan penjajah pada 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan,

Presiden PKS Tiffatul Sembiring mengatakan, ziarah ini bermakna kembali menangkap pesan moral para pahlawan. Kegiatan ini, kata dia, juga untuk menyambut Hari Pahlawan 10 November mendatang.


“Mereka (pejuang dan pahlawan) menginginkan kemerdekaan diisi dengan baik. Ingin menjaga semangat kesatuan. Sebagamana pahlawan mengusir NICA Inggris dulu. Termasuk jaga negeri ini supaya tidak jatuh ke tangan penjajah. Dalam pengertian ekonomi agar jangan kalah dengan negara lain,” kata Tifatul.


sumber dari: muhsinlabib.com

Membongkar Sejarah Ajaran Salafi Wahabi








Judul Buku: Sejarah  Berdarah Sekte Salafi Wahabi 
 Penulis: Syaikh Idahram 
Penerbit: Pustaka Pesantren, Yogyakarta 
Terbit: Maret 2011 
 Tebal: 276 Halaman 
 Peresensi: Nurcholish

Radikalisme sesungguhnya banyak menjangkiti berbagai agama dan aliran-aliran sosial, politik, budaya dan ekonomi di dunia ini. tetapi pada masa pasca perang dingin, yang menjadi fokus penggunjingan di dunia ialah apa yang diistrilahkan dengan “radikalisme islam”. Isu sentral dalam penggunjingan ini adalah munculnya berbagai gerakan “islam” yang menggunkan berbagai bentuk kekerasan dalam rangka memperjuangkan dan mendirikan “negara Islam”.

Hakikat Islam sebagai agama peradaban yang membawa rahmat bagi semesta alam, mulai meretas. Islam yang nampak kepermukaan bukanlah islam sebagai agama universal dan menginginkan adanya peramaian dunia, akan tetapi islam ekstrimis yang identik dengan kekerasan (terorisme). Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi; Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama` yang ditulis oleh Syaikh Idahram ini, menunjukkan bagaimana kelompok islam Wahabiyah turut andil adanya kekerasan yang akhir-akhir ini marak terjadi.

Untuk menyebarkan ajaran-ajarannya, Wahabi megatasnamakan dirinya sebagai kelompok salafi yang dikenal dengan salafi Wahabi. Sedangkan istilah salafi sendiri sebenarnya adalah mereka (manusia) yang hidup di masa rasulullah dan yang mengikuti mereka (tabiin) kemudian mengikuti mereka (tabiit-tabiin). Dalam artian, salafi adalah generasi pertama hingga ketika setelah rasulullah wafat.



sumber dari: suaramuslimindonesia.wordpress.com

Mufti Perlis menggesa pihak berwajib mengambil tindakan







Mufti Perlis Dr Juanda Jaya menggesa pihak berwajib di peringkat persekutuan mengambil tindakan terhadap sebuah majalah agama yang didakwa menghasut untuk menentang kedaulatan negeri itu.

Katanya, merujuk kepada siaran di Milenia Muslim edisi terbaru, majalah agama itu diisi dengan "tuduhan palsu dan hasutan ganas untuk menentang negeri Perlis dan cemuhan terhadap amalan Islamnya".

Katanya ayat yang ditulis dalam artikel itu ialah "Tindakan negeri Perlis keluar daripada Jemaah dan mengambil jalan sendiri, kononnya
mengembangkan Islam tanpa mazhab adalah salah dan mesti ditentang," adalah keterlaluan.

Mereka mencadangkan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) menghentikan segera perbincangan bersabit isu Wahabi yang mengaitkannya dengan negeri Perlis dan memohon Raja Perlis dan Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs) mendesak penulis dan penerbit majalah itu menarik balik tuduhan dan memohon maaf secara terbuka.

Dalam satu kenyataan malam tadi, Dr Juanda berkata, sebagai sebuah negeri yang berdaulat, perlembagaannya pada Fasal 5 jelas menyatakan bahawa Islam Ahli Sunnah wal Jamaah merupakan agama negeri.

Terbaru, Raja Perlis (kanan) pada 15 Ogos lalu yang menafikan kaitan Perlis dengan "Wahabi" dan tuduhan liar yang menyatakan negeri ini menolak mazhab, jelas Dr Juanda.

"DYMM Tuanku Raja Perlis sering meminta agar pihak yang keliru dengan pengamalan Islam di Perlis agar datang sendiri ke negeri ini bagi melihat amalan Islam di sini.



sumber dari: malaysiakini.com

Mengelola Isu Wahabi





Ahlussunnah Mengelola Isu Wahabi Di Mata Orang Awam


Tidak diragukan lagi, isu Wahabi sudah lama muncul. Buya Hamka rahimahullah pernah menulis seputar isu Wahabi di tahun 55-an, ketika menjelang Pemilu 1955. Waktu itu Partai Masyumi diidentikkan dengan Wahabi, lalu Buya Hamka memberikan penjelasan-penjelasan. Ternyata, sampai saat ini juga isu Wahabi masih dipakai dalam “permainan politik” seputar Pemilu dan Pilkada.

PKS sering diserang lawan-lawan politiknya dengan isu Wahabi ini. Sayangnya, mereka kurang bagus dalam diplomasi, seperti kasus Pilkada Jakarta kemarin, dimana PKS tidak mau dikaitkan dengan Wahabi; tetapi sembari memojokkan Wahabi juga. Cara begitu tidak benar.

Dalam hal ini ada kaidah dasar, yaitu:
Masyarakat Awam Cenderung Sensitif dan Simplisit. Perlu Komunikasi Khusus dalam Menghadapi Mereka.

[a]. Menjelaskan ke masyarakat awam tidak bisa dengan bahasa ilmiah, telaah mendalam, atau komparasi pendapat-pendapat. Bukan maqam mereka diajak berpikir dalam tataran ilmiah, apalagi akademik. Mereka perlu diberi penjelasan yangcespleng. Maksudnya, sederhana, tidak berdusta, tapi juga mudah mereka pahami.

[b]. Boleh saja siapa pun memiliki pendapat politik tentang Wahabi, atau bersikap kepadanya; tetapi jangan lalu memojokkan, jangan menyebarkan stigma (penodaan citra), jangan pula membohongi masyarakat. Hal-hal demikian bisa merusak ukhuwah dan persatuan ummat, serta mencerai-beraikan hubungan di antara sesama Muslim.

Nah, terkait upaya mengelola isu Wahabi di mata masyarakat awam ini, ada beberapa ide retorika diplomatis yang bisa disampaikan disini, antara lain sebagai berikut:

[1]. Ketika seseorang, suatu lembaga, suatu partai, atau suatu gerakan ditanya: “Apakah Anda Wahabi atau bukan?” Jawabannya bisa positif, bisa negatif. Jawaban positif maksudnya meng-IYA-kan, jawaban negatif maksudnya men-TIDAK-kan. Kedua jawaban sama-sama boleh, tetapi argumentasinya harus baik dan tidak menyesatkan.

[2]. Atas pertanyaan di atas, bisa saja seseorang atau sebuah lembaga menjawab: “Ya, saya Wahabi. Jujur saya Wahabi.” Lalu dijelaskan: “Semua orang Indonesia Wahabi, sebab mereka kalau Haji dan Umrah ke negeri orang Wahabi. Mereka tinggal di hotel Wahabi, makan-minum di tempat orang Wahabi, memakai pesawat orang Wahabi, memakai bus dan jalan-jalan orang Wahabi, dan sebagainya. Kalau Wahabi tidak boleh, berarti orang Indonesia tak usah pergi Haji dan Umrah kesana.” Atau jawaban lain: “NU juga Wahabi. Sebab Ketua PBNU sekarang pernah 14 tahun sekolah di universitas Wahabi, di negeri Wahabi.”

[3]. Mungkin orang akan bertanya: “Tapi kan, Wahabi itu anti Tahlilan, anti Yasinan, dan anti Mauludan?” Jawabannya: “Orang Wahabi juga Tahlilan (maksudnya, membaca dzikir “Laa ilaha illa Allah”) setiap hari. Orang Wahabi juga Yasinan (maksudnya membaca Surat Yaasin, selain Surat-surat Al Qur’an lainnya). Orang Wahabi jugaMauludan (maksudnya, setiap tahun memperingati hari jadi negara Saudi).” Jawaban ini diberikan ketika sudah terpaksa sekali.

[4]. Mungkin orang akan mendebat lagi: “Tapi kan orang Wahabi menghancurkan kuburan-kuburan, rumah-rumah para Sahabat Nabi, dan sebagainya?” Lalu dijawab: “Itu dulu, dan terjadi di Arab sana. Kalau di Indonesia tidak ada yang begitu. Wahabi dulu beda dengan sekarang. Wahabi di Indonesia beda dengan di Arab.”

[5]. Bisa juga diberikan jawaban negatif seperti: “Bukan, kami bukan Wahabi.” Jawaban begini boleh, sebagaimana bolehnya seseorang mengaku diri sebagai bagian dari Wahabi. Tetapi kemudian tambahkan penjelasan sebagai berikut: “Kami bukan Wahabi, tapi kami juga bukan musuh Wahabi. Kita semua ini Muslim, kita bersaudara. Kita diperintahkan oleh agama untuk saling bersaudara, saling berkasih-sayang, dan bantu-membantu dalam kebaikan.”

[6]. Atau berikan jawaban yang sekaligus berisi nasehat: “Sudahlah jangan diungkit-ungkit masalah Wahabi atau non Wahabi. Kita semua ini Muslim. Kita bersaudara. Kita harus bersatu-padu, saling tolong-menolong. Jangan berpecah-belah dan jangan pula memberi kesempatan agar musuh memecah-belah kita semua.”

Intinya, berikan penjelasan yang bersifat mudah, argumentatif, meskipun ia bersifat simplisit (menyederhanakan masalah). Karena memang kadar pemahaman orang awam sulit untuk diajak memahami yang rumit-rumit.

Sebuah contoh, Pak Prabowo Subianto sering mendapat stigma: “Buat apa memilih presiden yang pembunuh?” Maksudnya, beliau dituduh terlibat sebagai dalang peristiwa Trisakti saat Kerusuhan Mei 1998. Bahkan pihak korban, aktivis LSM, juga kalangan media sangat mudah mengangkat isu Trisakti itu untuk membarikade Prabowo agar tidak menjadi Presiden RI. Sampai sejauh ini, tim Prabowo masih kesulitan mengatasi stigma-stigma itu.


Level berpikir orang kecil sangat mudah dipengaruhi hal-hal simplisit seperti itu. Maka ketrampilan komunikasi kita, perlu terus ditingkatkan. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Amin ya Rahiim.



sumber dari: islampos.com

The modern Kharij






Wahhabis-The modern Kharij emerged by destroying Ottoman Caliphate with Zionists.

We are pointing out some ahadith from Sahih Bukhari and Sahih Muslim regarding the Khawarij, as they were a part of authentic Islamic history. How often is it that we see sects accusing each other of being Khawarij, so we are shedding some light upon this matter.

We have summed up all their characteristics in the end; the readers can go directly to them while we would be narrating the entire hadiths that state from where all this started.

Jabir b. Abdullah reported that a person came to the Messenger of Allah (SallAllah-u-Alaihi-wa-Sallam) at Ja'rana on his way back from Hunain, and there was in the clothes of Bilal some silver. The Messenger of Allah (SallAllah-u-Alaihi-wa-Sallam) took a handful out of that and bestowed it upon the people. He (the person who had met the Prophet at Ja'rana) said to him: Muhammad, do justice. He (the Holy Prophet) said: Woe be upon thee, who would do justice if I do not do justice, and you would be very unfortunate and a loser if I do not do justice. Upon this Umar b. Khattab (Allah be pleased with him) said: Permit me to kill this hypocrite. Upon this he (the Holy Prophet) said: May there be protection of Allah! People would say that I kill my companions. This man and his companions would recite the Qur'an but it would not go beyond their throat, and they swerve from it just as the arrow goes through the prey.[Sahih Muslim: Book 005, Number 2316]



sumber dari: inspirations786.blogspot.com

Monday, 13 May 2013

sejarah wahabi diyahudikan





Yahudi adalah bangsa Israel yang sangat benci kepada Tuhan Nabi Muhammad SAW hanya kerana Nabi akhir zaman itu bukanlah lagi dari Bani israel. Mereka bangsa yang terlalu tebal asobiahnya, sehingga mereka sanggup bermusuh dengan Tuhan. Sebab itu mereka cetuskan Ajaran anti Tuhan- anti Islam, sekularisme dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Yahudi juga dikenali sebagai Zionis. gerakan ini mula di susun rapi setelah Theodore Herl (pengasas organissasi yahudi internasional) menulis buku "Negara Yahudi" pada 1896.

Konsep ZIONISME yg menganggap kaum yahudi adalah bangsa terpilih menjadi kuasa terunggul utk memerintah dunia ini. memerintah dunia ini dari bukit Zion atau sion di jarussalem sebagai pusat pemerintah yahudi. Disinilah terletaknya masjidil Aqsa yang telah wujud sejak zaman Nabi Ibrahim A.S ia adalah tapak bersejarah bagi semua agama samawi. Namun, kerana Yahudi dan Kristian menolak Nabi Muhammad SAW , MAKA Baitul Maqdis menjadi rebutan antara yahudi, kristian dan Islam. Baitul maqdis adalah kota ketiga terbesar umat Islam selepas Makkah Mukarramah dan Madinah Al-Munawarah. 

Makkah Al-Mukarramah: 

1) terdapat kaabah dan masjidil Haram,
2) Tanah kelahiran Rasulullah SAW
3) Tapak kenabian Muhammad SAW. 

Madinah Al-Munawarrah

1) Terdapat Masjid Nabawi.
2) Terdapat jasad Rasulullah SAW.
3)Terbina Daulah Islam pertama dimana Yahudi terhalau dari Haramain (Makkah dan Madinah).

Baitul Maqdis
1) terdapat masjidil Aqsa
2) Kiblat pertama umat islam sebelum diubah ke Masjidil haram
3)Negeri Isra dan miraj tempat perhentian terakhir sebelum Rasulullah SAW MIRAJ KE SIDRATUL MUNTAHA. 

Pada 639M dibawah pemerintahan khalifah Umar Al-Khattab, Gabenor Amru bin Ash berjaya menawan Baitul Maqdis dengan aman damai.
Pada 1099M perang salib pertama, Baitul maqdis jatuh ketangan kristian.
Pada tahun 1189M Salahuddin Al-Ayubi menawan semula Baitul Maqdis dari tangan Richard The Lion Heart. Maka sempurnalah tiga kota suci ini berada dalam khalifah Islamiyah hingga 1917M.

Dendam Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW dan Islam semakin mendalam. Satu konpirasi dirancang begitu rapi untuk mennentang kebangkitan Islam dari dalam. Yahudi mendirikan pusat Studi Islam untuk melatih ejen-ejen perisikan untuk menyusup ke dalam masyarakat islam.

Tahun 1822 didirikan "Society Asiatic of Paris, di Paris".
Tahun 1823 Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland didirikan di Inggeris;
Tahun 1842 American Oriental Society, didirikan di Amerika;
Tahun 1916 University Of London mendirikan School Of Oriental Studies sekarang menjadi SOAS (School of Oriental and African Studies). Ejen-ejen Orientalis itu dihantar ke negara-negara Islam dan untuk menyamar sebagai Ulama.

Di antara TOKOH-TOKOH orientalis dari Yahudi dan Kristian yang menyusup ditengah-tengah umat islam adalah Mr. Hempher (Syaikh Muhammad Majmui) pada tahun 1710 dihantar oleh British ke Mesir, turki, iraq, hijjaz dan sekitarnya. Mr. Christiaan Snouck Hurgronye (Syaikh Abdul Ghaffar) 1857-1936) di Aceh dan Nusantara. Duncan Black MacDonald (1863-1943) dihantar ke Amerika dan menjadi rujukan cenderakawan Islam dari seluruh dunia.

WAHABI DICIPTA YAHUDI WAHABI satu konspirasi menjatuhkan Islam dari dalam!! 
Apa itu WAHABI? 

Wahabi adalah satu fahaman yang diasaskan Oleh Muhammad Bin Abdul Wahab. Fahaman ini dinisbahkan atas nama bapaknya Abdul Wahab kepada WAHABI, Tidak kepada namanya sendiri kepada Muhammadi. ini kerana kesepakatan Ulama supaya Umat Islam tidak keliru dengan Fahaman yang dibawa Oleh Muhammad bin Abdul wahab dan Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Muhammad bin Abdul Wahab adalah orang yang Lemah Ingatan dan Gagap. Ayah dan Abangnya sendiri menganggap beliau tidak siuman. Muhammad bin Abdul wahab sangat terpengaruh dengan ajaran Ibnu Taimiyah yang mengasaskan fahaman Mujasimmah. kemudian dia mengembara dan belajar di BASRAH. berguru dengan Syaikh Muhammad Al-Majmui iaitu Mr. Hempher. Beliau adalah seorang yang pakar bahasa Arab, turki, parsi dan telah lama mempelajari islam. Mr. Hempher merasuah Muhammad bin Abdul Wahab dengan hadiah Mutaah 2 orang ejen perempuan Yahudi yang menyamar sebagai muslimah. Maka dengan Mudah Yahudi mengatur untuk mengajar Muhammad Bin Abdul wahab tentang fahaman yang baru yang sesuai dengan rancangan yahudi. Dengan ajran yang baru itu, Muhammad bin Abdul Wahab kembali ke kampungnya, Namun ditentang dan diusir oleh bapaknya seorang Ulama Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamaah). 

Kerjasama Yahudi, Keluarga Al-Saud dan Golongan Wahabi membentuk kerajaan Arab Saudi. Selepas diusir oleh ayahnya, muhammad bin Abdul Wahab menyambung terus menyebarkan ajarannya itu ke seluruh Najd. Perjuangan yang disebarkan oleh muhammad bin Abdul Wahab itu dipantau oleh Mr. Henpher dan disokong oleh kerajaan British. Muhammad Bin Abdul Wahab membawa misi Yahudi kepada pemimpin-pemimpin Arab.

Pada Tahun 1747 Muhammad Bin Abdul Wahab bertemu dengan Muhammad bin Sa'ud, dia adalah keturunan Yahudi. Maka bergabunglah Muhammad Bin Abdul Wahab dengan Muhammad bin Sa'ud untuk mengembangkan ajaran wahabi.

Diantara ajaran wahabi ialah, Siapa yang tidak ikut wahabi di anggap SESAT, KAFIR, HALAL DARAH dan HARTANYA DIRAMPAS. Dengan fatwa Wahabi Ini, Maka orang-orang yang tidak ikut dengan Wahabi akan dibunuh dan hartanya dirampas. Kaum Wahabi melancarkan Perang didalam dan diluar wilayah Najd, seperti Yaman, Hijjaz, daerah sekitar Syria, dan Iraq.

Mereka membantai 300 lelaki wilayah kota Al-Ahsa dan merampas harta milik mereka. Pasukan Muhammad Bin Sa'ud dan Muhammad Bin Abdul Wahab terus melakukan kekejaman keseluruh Arab. Siapa yang Taat kepada ajarannya Wajib berBai'at, bila melawan Wajib dibunuh dan harta miliknya dirampas. Diantara Umat Islam yang paling banyak dibunuh oleh pasukan ini adalah, Keturunan Rasulullah SAW. Namun ada diantara keturunan Rasulullah SAW yang sempat melarikan diri ke Malaysia dan Indonesia. Peninggalan Rasulullah SAW dimusnahkan supaya Umat Islam tidak lagi membesarkan Rasulullah SAW dan keturunannya.

Pada Tahun 1793 Muhammad Bin Abdul Wahab meninggal dunia, Namun ajaran Wahabi semakin mengembang dengan sokongan keluarga Muhammad Bin Sa'ud dan British atau Yahudi. Dinasti As-Sa'ud dan golongan Wahabi terus meluaskan jajahannya hinga pada tahun 1912, berjaya menguasai seluruh Najd. Yahudi mencetuskan Rovulusi Arab untuk menjatuhkan Empayar Islam Usmaniyyah Ketika pemimpin Empayar Usmaniyyah telah diserang oleh Penyakit Al-Wahan.

Agenda Yahudi seturusnya ialah menghapuskan pemerintahan para syarif Makkah yang bertindak sebagai penjaga Haromain. Yahudi melantik satu ejen Yahudi untuk masuk kedalam bangsa Arab. Ejen ini ialah Sainstis yang menguasai 6 bahasa Dunia, termasuklah bahasa Arab. Yahudi mengesan siapakah Tokoh Bangsa Arab yang Inginkan kekuasaan. Ditemukan tokoh Sherif Hussin, wakil empayar Usmaniyyah di haromain. Yahudi berjaya menghasut dan menipu Sherif Hussain untuk membebaskan diri dari Empayar Islam Usmaniyyah. Yahudi menaburkan semangat Nationalism untuk menentang Bangsa Turki dan memimpin empayar Islam Usmaniyyah. Perhubungan antara Yahudi dan Sherif Husain sangat rapat, Bahkan menjadi kawan karip putranya yang bernama Amir Faisal. Amir Faisal berpaling tadah dan memihak kepada Britain, sejak dari itulah kerajaan Arab jadi Tali barut Britain. Atas nasihat Yahudi, Sherif Hussain mengirim surat rahsia, untuk memohon bantuan tenteran British dengan menjanjikan Sherif Hussain sebagai tentera bagi seluruh wilayah Arab, maka mudahlah Yahudi mencatur keluarga ini untuk mengagih-agihkan wilayah-wilayah sesuai dengan perancangan Yahudi.

Pada Tahun 1915 Britain mula menduduki kawasan Iraq, akhirnya pada tahun 1917, Britain menduduki semula kawasan Palestin.
Pada tahun 1918, tentera Britain menduduki pusat pemerintahan Turki Usmaniyyah, iaitu Istanbul. Perjanjian Faisal & Weizmann ditandatangani pada 3 januari 1919 dalam persidangan Paris. Weizmann adalah prasident Pertubuhan Zionis Dunia. Selepas perjanjian itu, Weizmann menjadi Prasident pertama dinegara Israel. Iraq diserahkan kepada Amir Faisal, Jarussalam atau Palestin diserahkan kepada Kristian, Baitul Maqdis diserahkan kepada Yahudi.

Pada Tahun 1922, setelah tamat perang dunia pertama, persidangan diadakan. Hasil persidangan, Sistem khilafah Islam di Tamatkan. Kedua, Khalifah dibuang keluar negara. Ketiga, Harta Khalifah dirampas. Keempat, kerajaan Turki Baru ditubuhkan atas dasar Sekular dibawah pimpinan Mustafa Khamar. Negara-negara jajahan Turki usmaniyyah di ambil Alih sebagai jajahan British, prancis dan itali. Yahudi Melantik Wahabi sebagai Penguasa Haromain Setelah kejatuhan Empayar Usmaniyyah, Negara-negara kecil seperti Kuwait, Yaman, dan lain-lain diserahkan kepada khabilah-khabilah yang dipilih oleh yahudi. Negara-negara kecil itu, semua tertakluk kepada jajahan British, Prancis dan Itali. Janjinya kepada Sherif Hussain untuk mengangkatnya sebagai penguasa seluruh Arab hanyalah janji Kosong. Sherif Hussain hanya mendapat kerajaan Jordan yang kecil dan miskin. inilah Balasan bagi pengkhianat Islam.

Pada Tahun 1925 keluarga As-Sa'ud berjaya menawan Kota Suci Makkah daripada Sherif Hussain.
Pada 10 Januari 1926 Abdul Aziz As-Sa'ud ditabalkan menjadi Raja Hijjaz di Masjidil Haram, Makkah. Pada tahun 1932 setelah menguasai sebahagian besar semenanjung Arab, Ibnu Sa'ud menamakan tanah gabunggan hijjaz dan Najd sebagai Arab Saudi. Abdul Aziz ibnu Sa'ud kemudian menabalkan dirinya sebagai Raja Arab Saudi dengan sokongan Pihak British.

Fahaman Wahabi menjadi Agama Rasmi Arab Saudi dan dikembangkan ke seluruh dunia.
Mengapa Yahudi Mencipta Wahabi? 

1) Yahudi sangat Faham, kerana kekuatan umat Islam adalah pada kekuatan Rohnya yakni Rohnya sangat kenal Cinta dan Takut kepada Allah SWT, oleh kerana itu Umat islam mesti dipisahkan dari Allah. 
2) Yahudi sangat faham, bahawa kehebatan Umat Islam kerana berjaya menghubungkan kekuatan Roh dan kehidupan Lahir. Maka keyakinan adanya kuasa Roh dalam kehidupan Lahir itu mesti dihapuskan. 
3) Yahudi sangat Faham, Bahawa Kunci Kemenangan Umat Islam adalah kerana Adanya Bantuan Ghaib dari Allah SWT, maka Yahudi menghapuskan keyakinan Umat Islam kepada Perkara Ghaib Itu. Ulama Sufi dan Tarikat yang mempunyai karomah dikatakan SESAT dan SYIRIK. 
4) Yahudi tahu, bahawa kekuatan Islam adalah kepada Pencintaan Umat kepada Rasulullah SAW, Ahlul Bait, dan Para Sahabat Baginda SAW. Maka segala peninggalan atau amalan boleh meyuburkan kepencintaan itu diMUSNAHkan dengan alasan Bida'ah, khurafat, dan Syirik serta lain-lain alasan yang diada-adakan. 
5) Yahudi sangat faham Selemah-lemah Umat Islam, Mereka sangat fanatik agama para Ulama. Oleh kerana itu, Ulama baru dan Islam gaya baru mesti dicipta yang sesuai dengan Agenda Yahudi itu. 
6) Untuk menguasai Kota Suci Umat Islam Haromain. Yahudi tidak dapat menghancurkannya seperti tempat-tempat yang lain kerana ditakutkan Umat Islam sedunia akan bangkit menentang Yahudi. 

Kejahatan Wahabi 

1) membuat Fatwa setiap yang Bida'ah itu sesat dan yang sesat itu neraka. 
2) membuat Fatwa Umat Islam yang tidak ikut ajarannya itu sesat, Halal Darah dan Hartanya dirampas. 
3) Membunuh Keturunan Rasulullah SAW. 
4) Menghukumkan Sesat keturunan Rasulullah SAW dan Para sahabat yang Utama. 
5) Menganggap Alam Roh Itu tidak Wujud. 
6) Menolak adanya Alam Lahir dan Alam Roh. 
7) Memusnahkan peninggalan Rasulullah SAW. 
8) Dalam mempelajari Ilmu Usuluddin atau Tauhid menganut fahaman Ibnu Taimiyyah, yang menganggap Tuhan Itu berjisim seperti makhluk atau mujassimah. 
9) Didalam Feqah dibenarkan menampal-nampal mazhab. 
10) Mengambil Sumber Al-Quran dan Hadith tanpa ijma' Ulama dan Qiyas. 
11) Melarang keras Umat Islam berdoa dengan tawassul (perantaraan).
12) Melarang menziarahi Kubur sekalipun Makan Nabi muhammad SAW. 
13) menghancurkan bangunan atas tempat lahir Nabi SAW. 
14) Melarang memuji-muji Nabi seperti baca Qasidah, berzanji, Burdah, tahlil, dan sebagainya. 
15) Melarang Umat Islam merayakan dan memperingati Maulidur Rasul, Israk Mikraj, dan semua perayaan hari kerayaan Islam yang lain. 
16) Melarang belajar Sifat 20 dan menuduh sesat fahaman Asy'ari iaitu fahaman Kaum Ahlus sunnah Wal Jamaah. 
17) Melarang Amalan Tarikat, Umpamanya Tarikat Naqsabandiyyah, Syazali, Muhammadiah dan lain-lain tarikat. 
18) Mengundang Amerika untuk mengesport kekayaan minyak di timur tengah. 
19) Berkomplot dengan Amerika membina pengkalan tentera di Arab Saudi. 
20) Meminta bantuan tentera bersekutu dalam perang, untuk menghancurkan Saddam Hussain. 
21) Mencetuskan Gerakkan Teroris seperti Al-Qaeda, dan lain-lain. Untuk memburukkan Imej Islam. 
22) Mengubah Arab menjadi Negara Yahudi, dan Haromain menjadi Kota Yahudi, dan lain-lain kejahatan yang merupakan konfirasi Yahudi seperti Punk, Skin Head, Black Metal, Chikano dan lain-lainnya. yakni Untuk menghapuskan keyakinan dan cinta Umat Islam kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. supaya umat islam mengikut cara hidup yahudi dan meninggalkan Tuhan Nabi Muhammad SAW. 

Jelaslah bahawa tujuan Wahabi adalah untuk meninggalkan Allah SWT dan Rasulullah SAW dan mengikuti Yahudi. Wahabi adalah buatan Yahudi. Siapakah yang akan memerangi Wahabi? 

Wahai Umat Islam seluruh Dunia, Setelah kita tahu Rahsia ini, Marilah kita perangai Wahabi dan Yahudi dengan Langkah-langkah Ini. 

1) Jangan terpengaruh dengan Ajaran ini, jaga diri dan keluarga Anda dari aliran Ini. 
2) Berpegang teguhlah kepada Ahlus Sunnah Wal Jamaah iaitu Aqidah yang dibawa Imam Abu Hassan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Muntaridi. 
3) Kuatkan Hubungan dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW, Kuatkan Hablum minal lah dan Hablum minal Nas. 
4) Berfeqah dengan salah satu mazhab yang 4 iaitu Syafi'e, Maliki, Hanbali dan Hanafi. jangan dicampur-campur. 
5) Lawanlah Hawa Nafsu Buang segala Sifat Jahat dalam Diri Kita dengan berTasawuf berpandukan Imam Al-Ghazali. 
6) Amalkan wirid dan zikir secara berdisiplin dan istiqamah atau amalkan Tarikat yang ada Mursyid. 
7) Jangan Mudah terpancing tawaran manis wahabi. 
8) jangan sekali-kali terlibat dengan gerakkan militan. 
9) Banyaklah bertaubat atas dosa-dosa sendiri dan dosa Umat Islam. 
10) Berdoalah kepada Allah SWT supaya Allah SWT segera Hantar pemimpin yang membawa kebenaran untuk menentang Wahabi dan menghapuskan ajaran ini.


sumber dari: hanputra.blogspot.com

wahabi dari sudut nusanaga





sumber dari: nusanaga.blogspot.com

Saturday, 3 November 2012

pendiri gerakan wahabi





Pendiri gerakan Wahhabi, Muhammad bin ‘Abdul Wahhab, berasal dari keluarga klan Tamim yang menganut mazhab Hambali, dan sangat terpengaruh oleh tulisan-tulisan seorang ulama bermazhab Hambali bernama Ibnu Taimiyah yang hidup di abad ke-14 M.

Sebelum menjadi mubaligh, ia banyak melakukan perjalanan ke berbagai wilayah yang motifnya tidak begitu jelas[4]. Mekkah, Madinah, Baghdad dan Bashrah (Irak), Damaskus (Syria), Qum (Iran), Afghanistan serta India adalah wilayah yang sempat ia kunjungi. Setelah berkelana dan belajar di berbagai kota, lantas ia pun membawa doktrin-doktrin yang kemudian dijadikan landasan pemikiran dan keyakinannya, yang nantinya dinilai bermasalah oleh mayoritas kalangan Sunni ataupun Syi’ah.

Sebagian peneliti meragukan motif utama Wahhabisme sebagai gerakan keagamaan murni. Mereka mengajukan bukti yang mengarah kepada keraguan tersebut. Salah satunya adalah bukti yang diajukan oleh Dr. Abdullah Mohammad Sindi, seorang professor yang berasal dari Saudi Arabia. Dalam makalahnya yang berjudul “Britain and the Rise of Wahhabism and the House of Saud”[5], ia mengutip sebuah memoar yang ditulis seorang agen rahasia Inggris yang berjuluk Hempher.

Dalam “Confession of a British Spy”[6], demikian judul memoar tersebut, Hempher mengakui adanya sebuah konspirasi Inggris untuk menggoyang kekuasaan Imperium Ottoman (Utsmaniyah) serta untuk menciptakan konflik di antara kaum Muslim.

Hempher yang berpura-pura memeluk Islam itu menjalin persahabatan panjang dengan Muhammad bin ‘Abdul Wahhab. Hingga akhirnya berhasil melakukanbrainwash terhadap Muhammad bin ‘Abdul Wahhab, sehingga mampu meyakinkannya bahwa kebanyakan kaum Muslim saat itu telah menyimpang dari ajaran yang benar. Dan Muhammad bin ‘Abdul Wahhab adalah manusia terpilih yang bisa menyelamatkan Islam dari berbagai penyimpangan.

Tentang kepribadian Ibn Abdul-Wahhab, Hempher menggambarkannya sebagai seorang yang tidak stabil, berperangai buruk, gugup, sombong, dan bodoh.[7]

Jika memoar tersebut benar adanya, maka tak diragukan bahwa gerakan Wahhabisme sejak awal sudah terlibat dalam konspirasi yang disusun oleh kolonial Inggris. Namun karena adanya sebagian peneliti yang meragukan memoar tersebut dengan menunjukkan beberapa kejanggalan, maka tidak menutup kemungkinan bahwa gerakan Wahhabisme pada awalnya memang merupakan gerakan keagamaan. Meskipun pada perkembangan berikutnya, adanya campur tangan Inggris tak bisa dipungkiri lagi.


sumber dari: wahabivssunni.blogspot.com

wahabi berniat tidak bersamaan membasuh muka semasa wudhu'





Adapun sebahagian mereka yang beniat tapi tidak bersamaan dengan membasuh muka. 
Padahal Imam Syafei dan Imam Malik mengatakan bahwa 
niat harus bersamaan dengan amal (mu’tarinan bil ‘amal). 
Imam Maliki memberikan kelonggaran bahwa niat masih mencukupi walau sesaat sebelum membasuh muka, tapi kaum wahaby menentang pendapat imam ahlusunnah tersebut!!


sumber dari: salafytobat.wordpress.com

istilah wahabi datangnya dari orang luar





Gerakan Wahhabisme mengawali kemunculannya di jazirah Arab pada abad ke-18 dengan pertumpahan darah dan jatuhnya banyak korban. Ironisnya, ini terjadi di antara kaum Muslim sendiri. Tak heran, sebab doktrin yang dogmatis, intoleran, sangat literal dan kaku yang diusung kelompok ini telah melahirkan penolakan total terhadap aliran pemikiran lain sampai ke tingkat yang membabi buta, yakni doktrin takfiri, yang menganggap kelompok lainnya sebagai kafir. Atas dasar klaim purifikasi, yaitu pemurnian ajaran untuk kembali kepada Islam yang benar (menurut versi mereka), gerakan ini mengijinkan perlawanan terhadap semua kaum Muslim yang dipandang tidak sejalan dengan ajarannya. Maka perpecahan di tubuh Islam pun menjadi tak terelakkan. Peradaban Islam pun menjadi semakin jauh tertinggal karena terlalu disibukkan dengan persoalan internal yang sudah usang

Istilah Wahhabi tidak diproklamirkan oleh pendiri ataupun pengikutnya, melainkan datang dari orang-orang yang berada di luar. Nama tersebut diambil dari perumus doktrin ajaran ini, yaitu Muhammad bin ‘Abdul Wahhâb (1115 H/ 1703 M – 1206 H/ 1791 M). Hingga saat ini, Wahhabi dijadikan mazhab resmi di Arab Saudi yang pahamnya mendominasi berbagai aspek kehidupan di sana.

Pengikut aliran ini sendiri menolak sebutan Wahhabi, sebab sejak awal telah menjadi stigma yang melahirkan kesan buruk, sehingga mereka lebih memilih istilah al-Muwahhidûn atau Ahl al-Tawhîd, yang berarti orang-orang yang mentauhidkan Allah. Namun justru nama yang mereka gunakan itu mencerminkan keinginan untuk menggunakan secara eksklusif prinsip tauhid yang merupakan landasan pokok Islam. Menurut Prof. Hamid Algar, tidak ada alasan untuk menerima monopoli atas prinsip tauhid tersebut, sebab gerakan ini merupakan hasil ijtihad seorang anak manusia yang bisa benar bisa juga salah. Maka, cukup beralasan dan lazim untuk menyebutnya “Wahhabisme” dan “kaum Wahhabi”.[1]

Para pengikut Wahhabi menyatakan diri bahwa tujuan mereka semata-mata hanya untuk memurnikan tauhid. Tauhid harus dimurnikan sebab telah bercampur dengan apa yang mereka namakan sebagai syirik, tahayul, bid’ah dan khurafat. Islam yang sarat beban historis harus dirampingkan dan dibersihkan dengan cara mengembalikan umat Islam kepada induk ajarannya, Al-Qur’an dan Al-Sunnah.

Wahhabisme merupakan fenomena yang bersifat spesifik, yang mesti dipandang sebagai mazhab pemikiran terpisah atau sekte tersendiri. Para pengamat, khususnya non-Muslim, banyak yang melakukan deskripsi ringkas keliru tentang mereka dengan menyebutnya sebagai kelompok Sunni ekstrim atau konservatif. Padahal sejak awal, para ulama Sunni sendiri menganggap mereka bukan bagian dari Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah. Hal itu disebabkan karena hampir seluruh praktik, tradisi, dan kepercayaan yang merupakan bagian integral Islam Sunni, dikecam oleh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab. Bahwa kaum Wahhabi kini dianggap sebagai Sunni[2], hal itu mengindikasikan bahwa istilah “Sunni” telah diberi makna yang sangat longgar, yakni sekadar pengakuan terhadap legitimasi empat khalifah yang pertama. Bahkan istilah Sunni yang berkembang sekarang tidak lebih berarti “non-Syi’ah”.[3] Karena itulah, penulis menganggap Wahhabi merupakan sekte atau mazhab tersendiri dalam Islam


sumber dari: wahabivssunni.blogspot.com

Solat Sunat Tarawih Wahabi




Wahaby mensyariatkan Shalat Sunnah Tarawih 8 rekaat, padahal tidak ada satupun Imam Madzab Sunni yang mensyariatkan.

Menurut pendapat jumhur iaitu mazhab Hanafi, Syafi’e dan Hanbali: 20 rakaat (selain Sholat Witir) berdasarkan ijtihad Sayyiduna Umar bin Khattab. Menurut mazhab Maliki: 36 rakaat berdasarkan ijtihad Khalifah Umar bin Abd al-Aziz. Imam Malik dalam beberapa riwayat memfatwakan 39 rakaat[6]. Walau bagaimana pun, pendapat yang masyhur ialah mengikut pendapat jumhur bahkan ibnu taymiyah juga tarawih 20 rekaat!!!. Lihat dalam kitab fiqh 4 madzab dibawah ini :



Dalam Kitab “shalat tarawih 20 rekaat karya mufti mesir juga disebutkan seperti diatas :




Di Sisi Syafeiyyah bilangan raka’at terawih adalah 20 rakaat dan bukan 8 sebgaimana yang digembar-gemburkan oleh Mutasyaddid(pelampau) wahabi !


Didalam muka surat ini pula dijelaskan kenyataan Ibnu Hajar yang menyatakan di sisi kami selain ahli Madinah adalah 20 raka’at.sementara Ahli Madinah melakukan mereka itu dengan 36 raka’at.



sumber dari: salafytobat.wordpress.com

komite hijaz






KOMITE HIJAZ adalah nama sebuah kepanitiaan kecil yang diketuai oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Panitia ini bertugas menemui raja Ibnu Saud di Hijaz (Saudi Arabia) untuk menyampaikan beberapa permohonan.

Sejak Ibnu Saud, Raja Najed yang beraliran Wahabi, menaklukkan Hijaz (Mekkah dan Madinah) tahun 1924-1925, aliran Wahabi sangat dominan di tanah Haram. Kelompok Islam lain dilarang mengajarkan mazhabnya, bahkan tidak sedikit para ulama yang dibunuh.

Saat itu terjadi eksodus besar-besaran para ulama dari seluruh dunia yang berkumpul di Haramain, mereka pindaha atau pulang ke negara masing-masing, termasuk para santri asal Indonesia.
Dengan alasan untuk menjaga kemurnian agama dari musyrik dan bid’ah, berbagai tempat bersejarah, baik rumah Nabi Muhammad dan sahabat termasuk makam Nabi hendak dibongkar.
Dalam kondisi seperti itu umat Islam Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah merasa sangat perihatin kemudian mengirimkan utusan menemui Raja Ibnu Saud. Utusan inilah yang kemudian disebut dengan Komite Hijaz.

Komite bertugas menyampaikan lima permohonan:

Pertama, Memohon diberlakukan kemerdekaan bermazhab di negeri Hijaz pada salah satu dari mazhab empat, yakni Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Atas dasar kemerdekaan bermazhab tersebut hendaknya dilakukan giliran antara imam-imam shalat Jum’at di Masjidil Haram dan hendaknya tidak dilarang pula masuknya kitab-kitab yang berdasarkan mazhab tersebut di bidang tasawuf, aqoid maupun fikih ke dalam negeri Hijaz, seperti karangan Imam Ghazali, imam Sanusi dan lain-lainnya yang sudaha terkenal kebenarannya. Hal tersebut tidak lain adalah semata-mata untuk memperkuat hubungan dan persaudaraan umat Islam yang bermazhab sehingga umat Islam menjadi sebagi tubuh yang satu, sebab umat Muhammad tidak akan bersatu dalam kesesatan.

Kedua, Memohon untuk tetap diramaikan tempat-tempat bersejarah yang terkenal sebab tempat-tempat tersebut diwaqafkan untuk masjid seperti tempat kelahiran Siti Fatimah dan bangunan Khaezuran dan lain-lainnya berdasarkan firman Allah “Hanyalah orang yang meramaikan Masjid Allah orang-orang yang beriman kepada Allah” dan firman Nya “Dan siapa yang lebih aniaya dari pada orang yang menghalang-halangi orang lain untuk menyebut nama Allah dalam masjidnya dan berusaha untuk merobohkannya.” Di samping untuk mengambil ibarat dari tempat-tempat yang bersejarah tersebut.

Ketiga, Memohon agar disebarluaskan ke seluruh dunia, setiap tahun sebelum datangnya musim haji menganai tarif/ketentuan beaya yang harus diserahkan oleh jamaah haji kepada syaikh dan muthowwif dari mulai Jedah sampai pulang lagi ke Jedah. Dengan demikian orang yang akan menunaikan ibadah haji dapat menyediakan perbekalan yang cukup buat pulang-perginya dan agar supaya mereka tiak dimintai lagi lebih dari ketentuan pemerintah.

Keempat, Memohon agar semua hukum yang berlaku di negeri Hijaz, ditulis dalam bentuk undang-undang agar tidak terjadi pelanggaran terhadap undang-undang tersebut.

Kelima, Jam’iyah Nahdlatul Ulama memohon balasan surat dari Yang Mulia yang menjelaskan bahwa kedua orang delegasinya benar-benar menyampaikan surat mandatnya dan permohonan-permohonan NU kepada Yang Mulia dan hendaknya surat balasan tersebut diserahkan kepada kedua delegasi tersebut.
Karena untuk mengirim utusan ini diperlukan adanya organisasi yang formal, maka didirikanlah Nahdlatul Ulama pada 31 Januari 1926, yang secara formal mengirimkan delegasi ke Hijaz untuk menemui Raja Ibnu Saud.

Maka dapat disimpulkan bahwa Komite Hijaz yang merupakan respon terhadap perkembangan dunia internasional ini menjadi faktor terpenting didirikannya oeganisasi NU. Berkat kegigihan para kiai yang tergabung dalam Komite Hijaz, aspirasi dari umat Islam Indonesia yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah diterima oleh raja Ibnu Saud.



sumber dari: darut-taqrib.org

jenayah wahabi terhadap wanita di Afghanistan




Semua orang sudah sedia maklum, Taliban ialah kumpulan yang berpegang dengan ajaran Wahabi, dan Wahabi tidak dapat dipisahkan dengan kezaliman sebagaimana yang kita baca di dalam kitab hasil penulisan Ibnu Taimiyah.



Gambar-gambar ini ialah koleksi bukti kekejaman Wahabi yang ada dalam simpanan saya. Nama perempuan ini ialah ‘Aisyah berusia 18 tahun. beliau telah dipaksa menikah seorang lelaki Afghanistan ketika masih berusia dini dan belum mengerti apa-apa tentang alam rumahtangga. Pada suatu hari beliau ditangkap atas kesalahan melarikan diri dari suaminya dan mahkamah Taliban/Wahab melanjutkan perlaksanaan kezaliman mereka. Perempuan ini dipotong hidung dan telinganya!!!! kerana dianggap melakukan dosa besar. Suaminya tanpa belas kasihan mula menghiris hidung dan telinga perempuan malang ini. Hingga kini ‘Aisyah hidup dengan keadaan dirinya seperti ini tanpa sebarang hiasan atau persolekan.



‘Aisyah menyentuh wajahnya yang cacat dan berkata sayu: “Inilah yang mereka lakukan terhadap saya. Lantas bagaimana kami hendak berdamai dengan mereka?”

Hakikatnya Wahabi bukan sahaja golongan pengganas/terroris, bahkan mereka adalah musuh Islam yang berselindung dalam Ahlusunnah untuk membinasakan umat Islam dengan akidah mereka yang sesat lagi menyesatkan.



sumber dari: husaynjan.wordpress.com

Sunday, 18 March 2012

aqidah wahabi sesat -Pusat Fatwa Mesir


Berikut adalah sebahagian daripada terjemahan kami bagi Fatwa yang telah dikeluarkan oleh Pusat Fatwa Mesir berkaitan kesesatan Pembahagian Tauhid ala Taymiyyah dan Wahhabiyyah. Oleh kerana fatwanya agak panjang maka kami pilih yang sesuai dan bagi sesiapa yang boleh berbahasa Arab, silalah merujuk ke:


TERJEMAHAN:


“Dan pembahagian Tauhid kepada Uluhiyyah dan Rububiyyah adalah daripada pembahagian yang baru yang tidak datang daripada generasi Salafus Soleh. Dan orang pertama yang menciptanya – mengikut pendapat yang masyhur – ialah Sheikh Ibnu Taymiyyah (semoga Allah merahmati beliau),…

Melainkan beliau membawanya kepada had yang melampau sehingga menyangkakan bahawa Tauhid Rububiyyah semata-mata tidak cukup untuk beriman, dan bahawa sesungguhnya golongan Musyrikin itu bertauhid dengan Tauhid Rububiyyah dan sesungguhnya ramai daripada golongan umat Islam daripada Mutakallimin (ulama’ tauhid yang menggabungkan naqal dan aqal) dan selain daripada mereka hanyalah bertauhid dengan Tauhid Rububiyyah dan mengabaikan Tauhid Uluhiyyah.

Dan pendapat yang menyatakan bahawa sesungguhnya Tauhid Rububiyyah sahaja tidak mencukupi untuk menentukan keimanan adalah pendapat yang bid’ah dan bertentangan dengan ijma’ umat Islam sebelum Ibnu Taymiyyah…

Dan pemikiran-pemikiran takfir ini sebenarnya bersembunyi dengan pendapat-pendapat yang rosak ini dan menjadikannya sebagai jalan untuk menuduh umat Islam dengan syirik dan kufur dengan menyandarkan setiap kefahaman yang salah ini kepada Sheikh Ibnu Taymiyyah (semoga Allah merahmatinya) adalah daripada tipu daya dan usaha menakutkan yang dijalankan oleh pendokong-pendokong pendapat luar (yang bukan daripada Islam ini) untuk mereka memburuk-burukkan kehormatan umat Islam.

Dan inilah sebenarnya hakikat mazhab golongan Khawarij dan telah banyak nas-nas Syariat menyuruh agar kita berhati-hati daripada terjebak ke dalam kebathilannya.”


sumber dari: salafytobat.wordpress.com

peringatan kemunculan wahabi


1. Banyak dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita
 
“ Pada akhir zaman akan muncul pembohong-pembohong besar yang datang kepadamu dengan membawa berita-berita yang belum pernah kamu dengar dan belum pernah didengar oleh bapa-bapa kamu sebelumnya, kerana itu jauhkanlah dirimu dari mereka agar mereka tidak menyesatkanmu dan memfitnahmu” – Sahih Muslim ”

2. PENDUSTA DAN PENYEMBAH/PENGIKUT DAJJAL (PEMUDA BERAMBUT KERITING)

Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai membersihkan mereka. Ketika putus dalam satu kurun, maka muncul lagi dalam kurun yang lain, hingga adalah mereka yang terakhir bersama-sama dengan dajjal.
Catatan : golongan mujasimmah berawal dari Ibnu taymiyah dan kemudian dibangkitakan lagi oleh muhammad ibnu abdul wahhab (pendiri wahhaby) dari pegunungan najd
2. PEGUNUNGAN NAJD TEMPAT MUNCULNYA FITNAH

 
Terjemahannya : “Sebahagian dari hadis fitnah juga ialah sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, al-Tirmidzi bahawa Baginda SAW bersabda : “Ya Allah berkatilah negeri Syams kami, Ya Allah berkatilah negeri Yaman kami. Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah : (Bagaimana) dengan negeri Najd kami? Baginda SAW lalu bersabda : Ya Allah berkatilah negeri Syams kami, Ya Allah berkatilah negeri Yaman kami. Dan baginda bersabda pada kali yang ketiga : “Disana (Najad) berlakunya gempa bumi (kegoncangan) timbulnya pelbagai fitnah, dan disana juga munculnya tanduk syaitan.”
 


Sebahagian ulamak mengatakan : “ Apa yang dimaksudkan dengan tanduk syaitan ialah kemunculan Musailamah al-Kazzab dan Muhammad bin Abd Wahhab…

3. Fitnah itu datangnya dari sini, fitnah itu datangnya dari arah sini, sambil menunjuk ke arah timur (Najed-pen ).

4. Akan muncul segolongan manusia dari arah timur, mereka membaca Al Qur’an tetapi tidak bisa membersihkannya, mereka keluar dari agamanya seperti anak panah yang keluar dari busurnya dan mereka tidak akan kembali ke agama hingga anak panah itu bisa kembali ketempatnya (busurnya), tanda-tanda mereka bercukur kepala (plontos – pen).

5. Akan ada dalam ummatku perselisihan dan perpecahan kaum yang indah perkataannya namun jelek perbuatannya. Mereka membaca Al Qur’an, tetapi keimanan mereka tidak sampai mengobatinya, mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya, yang tidak akan kembali seperti tidak kembalinya anak panah ketempatnya. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk, maka berbahagialah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka menyeru kepada kitab Allah, tetapi sedikitpun ajaran Allah tidak terdapat pada diri mereka. Orang yang membunuh mereka adalah lebih utama menurut Allah. Tanda-tanda mereka adalah bercukur kepala (plontos – pen).

6. Di Akhir zaman nanti akan keluar segolongan kaum yang pandai bicara tetapi bodoh tingkah lakunya, mereka berbicara dengan sabda Rasulullah dan membaca Al Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka, meraka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, maka apabila kamu bertemu dengan mereka bunuhlah, karena membunuh mereka adalah mendapat pahala disisi Allah pada hari kiamat.

7. Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al Qur’an namun tidak sampai mengobati mereka, mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur kepala (plontos – pen).

8. Kepala kafir itu seperti (orang yang datang dari) arah timur, sedang kemegahan dan kesombongan (nya) adalah (seperti kemegahan dan kesombongan orang-orang yang) ahli dalam (menunggang) kuda dan onta.

9. Dari arah sini inilah datangnya fitnah, sambil mengisyaratkan ke arah timur (Najed – pen).

10. Hati menjadi kasar, air bah akan muncul disebelah timur dan keimanan di lingkungan penduduk Hijaz (pada saat itu penduduk Hijaz terutama kaum muslimin Makkah dan Madinah adalah orang-orang yang paling gigih melawan Wahabi dari sebelah timur / Najed – pen).


sumber dari: secondprince.wordpress.com