Pages

Showing posts with label himpunan puisi. Show all posts
Showing posts with label himpunan puisi. Show all posts

Friday, 11 April 2014

Aku ingin bergelar solehah...




Aku ingin bergelar solehah
tetapi menjaga auratku sahaja kini sudah terasa payah
aku begitu tertarik dengan fesyen dunia
aku terasa rendah diri bila melihat mereka bergaya
tetapi mana mungkin auratku terdedah
kerana aku ingin bergelar solehah
 
Aku ingin bergelar solehah
tetapi tugas isteri tidak lagi mudah
rumahtangga kini begitu mudah ranapnya
ditambah pula dengan sikap suami yang tak dapat dijangka
kadangkala aku dibiar sendiri
kadangkala aku dibelai mesra
namun dalam apa jua ketika walau dalam linangan airmata
aku tidak membantah
aku patuhi jua setiap kehendak
asalkan tidak bertentangan dengan syariatNya
kerana aku sangat ingin sekali bergelar solehah
 
Aku ingin bergelar solehah
tetapi aku isteri berkerjaya
pergaulanku perlu dijaga
pertuturanku perlu berpada-pada
takut pula nanti ada yang menaruh cinta
takut pula nanti terluka hati suami tercinta
walaupun aku tidak sengaja dan tidak pernah mengundang orang ketiga
tetapi segalanya mungkin
dan aku perlu tabah dan cekal beriman
kerana aku tentunya ingin bergelar solehah
 
Aku ingin bergelar solehah
dan aku tahu ianya bukan mudah
tetapi aku yakin dengan janji Allah
dan akan ku terus berpegang pada matlamatku

Aku ingin bergelar solehah...
 





sumber dari: nurshalieana.blogspot.com/

Andai Aku Dimakamkan Hari Ini






Hari ini ku mati, Perlahan...... Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan... 
Semua pergi meninggalkanku...

Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka,
Aku sendirian, Di tempat gelap yg tak pernah terbayang,
Sendiri, Menunggu pertanyaan malaikat...

Belahan hati, Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa² lagi bagi mereka...

Sanak keluarga menangis, Sangat pedih,
Aku pun demikian, Tak kalah sedih...

Tetapi aku tetap sendiri, Disini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin. Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar² harus sendiri...

Ya ALLAH jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikMU,
Untuk aku perbaiki diriku, Aku ingin memohon maaf pada mereka...

Yg selama ini telah merasakan zalimku,
Yg selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yg telah kukumpulkan,
Yg bahkan kumakan, Yaa ALLAH Beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada ayah & ibu tercinta...

Teringat kata² kasar & keras yg menyakitkn hati mereka,
Maafkan aku ayah & ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,

Beri juga ya ALLAH aku waktu untuk berkumpul dgn keluargaku,
Menyenangkan saudara²ku..
Untuk sungguh² beramal soleh.

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini. Kesenangan yg pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali...

Mengapa kusia²kan waktu hidup yg hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu...

Aku dimakamkan hari ini
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan
Dan ketika semua menjadi terlambat
Dan ketika aku harus sendiri...
Untuk waktu yg tak terbayangkan sampai yaumul hisab
Dan dikumpulkan di Padang Masyar...

Ya ROBB sampaikan salamku utk sahabatku
yg selalu mengingatkanku akan hari terakhirku diduniaMu.....(sumber kata2 Hikmah)



sumber dari: nurshalieana.blogspot.com/

Mencintai tidak bermakna memiliki..





Janganlah kau angkuh melaungkan...
Si dia kepunyaan mu ...
Atau kau kepunyaan si dia ...
Kerana hakikatnya...
Kita tidak pernah memiliki sesiapa...

Walau sekeping hati seorang insan...
Tidakkah kau sedar...
Hukum alam menyatakan...
Mencintai tidak semestinya memiliki....?
Manusia pandai berpura ...
Berlakon di pentas dunia...
Dan bertopeng menutup rahsia..
Tetapi hati...?
Tidak pernah berdusta pada empunya diri...
Tentang perasaan yang bergolak di dalamnya...
Tidakkah kau sedar...
Mungkin si dia melafazkan...
Ungkapan cinta pada mu ...
Tetapi hati dan perasaannya...
Tidak pernah berniat begitu...
Dia hanya berselindung...
Di sebalik sejuta alasan...
Dan kau...
Begitu jujur dan setia mencintainya..
Sehingga terlupa..

Hukum alam menyatakan..
Mencintai tidak bermakna memiliki..
Sesungguhnya...
Aku tidak pernah memiliki diri mu...
Dan kau jua tidak memiliki diri ku..
Mengertilah...
Kita sebenarnya kepunyaan..
Yang Maha Esa...
Tiada sesiapa berhak memiliki diri kita...
Kecuali Dia...
Dia mengasihi hamba-Nya...
Dia memiliki hamba-Nya...
Dan ke pangkuan Dia kita akan di kembali jua....



sumber dari: nurshalieana.blogspot.com/

Thursday, 20 February 2014

Puisi Uje (Ust. Jefri Al Buchori) untuk Nabi Muhammad SAW




Muhammad 8


Siapakah engkau ya Muhammad
Begitu dahsyatnya engkau berada di relung hati kami
Seluruh para penghuni alam ini membicarakan engkau

Jika bukan karena engkau ya Muhammad
Semua kami tidak akan pernah mengenal Rabb kami

Duhai Allah
Maukah Engkau menghadirkan Beliau dalam mimpi kami?

memandang kesejukan wajahnya dalam pelukan hati
Mendengar kemerduan suaranya memanggil Engkau
sebentar saja Ya Allah

Duhai Allah
Semoga Engkau Bangkitkan kami dalam barisan
yang sama bersama Rosul kami

Ya Habibi Ya Rosululloh
Dari yang merindukanmu



sumber dari: blognyafitri.wordpress.com

Friday, 3 January 2014

“Menuntut hak dan menebus masa silam”




20131229-013836.jpg


....this heart aches at your very thought,
it grows heavier as my memories taunt me,
I can hold back these tears no longer,
many years have passed and I am now a man,
yet I still yearn for you, and that old house on the hill.


rindu dalam hatiku seperti ombak yang memukul pantai,
tidak akan henti sehingga akhir zaman,
sehingga daku dapat kembali ke
tanah asal, jiwaku akan bergelora ingin
kembali, walaupun ke tujuh
lautan ku merantau, Tanjung Puteri
tetap akan di kalbu.


you are the eternal jewel of the south,
the cradle of our civilisation, the custodian of our people,
a sanctuary of hope, an abode of dignity,
they basked in the light of your imperial glory,
and trembled at the might of your warriors.


hari berganti hari tahun berganti tahun,
namun malamku masih menjadi medan air mata,
jangan berani kau persoal cintaku, takkan dapat kau bayang rinduku,
anggaplah pantun ini sebagai janji,
akan datang suatu masa yang akan ku kembali,
menuntut hak dan menebus masa silam.


their blood coarses through my veins, their prayers guide my heart,
this bloodline is an oath of duty, a life of service,
sultan yang adil adalah sultan yang wajar disembah,
sultan yang zalim adalah sultan yang wajib disanggah...




sumber dari: sinarharian.com.my

Saturday, 2 November 2013

pasti





PASTI

Datangmu tak kuundang
Pergimu tak akan kuhalang
kerana yang datang akan pergi
yang hilang akan berganti
patah akan tumbuh lagi
cuma satu yang aku pasti
yang pergi akan sentiasa di hati.

Qalam Bertinta
17022013
2349pm



sumber dari: puisidanmadahcinta.blogspot.com

dalam menafsir





DALAM MENAFSIR

Usah kausalah tafsir
pada setiap patah kata-kataku
kerana bila tafsiranmu tersilap 
andaianmu akan jauh meleset
dan kejujuran pun mula mengacum
lalu terciptalah titik-titik ragu
yang membawa kepada keputusan mudah
…perpisahan.

Dan cinta pun sekah
di dahan kesetiaan!... .

Qalam Bertinta
18022013
2319pm




sumber dari: puisidanmadahcinta.blogspot.com

sepi sebuah rumah tua





SEPI SEBUAH RUMAH TUA

Rumah tua itu sepi
lalu mendamba rindu
jendelanya tertutup rapat
sepertinya mengurung rindu
yang telah lama hilang.

Warganya seakan terlupa
jalan dan lorong pulang
kerana waktu bagi mereka
tidak pernah mencukupi
untuk menguak daun pintunya
agar rindu lerai dalam keriuhan.

Tangisan rumah tua itu
tenggelam dalam sunyi
ketika tiang-tiangnya semakin rapuh
gelegarnya juga menggeletar
menanti rebah menyembah.

Biarpun sarat dengan rindu
rumah tua itu kian sepi.

Qalam Bertinta
21022013
2357pm



sumber dari: puisidanmadahcinta.blogspot.com

aku tak akan menangis lagi





AKU TAK AKAN MENANGIS LAGI

Pernah kutangisi sebuah perpisahan
tika impian kubangunkan
setinggi langit harapan
memasang angan untuk bersama
meneroka waktu dan masa
juga mengolah cerita tentang kita
untuk kita penuhi
setiap helaian kitab cinta
yang kita jilidkan bersama kasih dan sayang
namun semuanya rebah
bersama leraian janjimu yang termungkir
lalu melontarkan aku ke laut duka
tenggelam ke dasar sengsara
dan cinta pun menjadi sandiwara nestapa.

Kini kudayung perahuku sendirian
biarpun sesekali sebak kurasa
namun aku harus kembali ke alam nyata
untuk semula menjadi aku
agar dapat kupadamkan 
semua ingatan tentangmu
walau terpaksa kubohongi diri sendiri.

Pun akan kucuba
untuk tidak menangis lagi!... .

Qalam Bertinta
25022013
1925pm




sumber dari: puisidanmadahcinta.blogspot.com

bunga alpa di batas setiaku





BUNGA ALPAMU DI BATAS SETIAKU

Kutenuni hari-hari semalam
dari benang-benang resah
untuk kuselimuti bilahan rindu
yang basah dan dingin di penyidai malam
dan senda pun masih terus membungkus parit derita.

Retak hati ini masih dicumbu kenangan
hingga musnah bening rasa di langit hati
pun kerinduan itu aku
cuba menyonsong lagu merindu syurga
untuk membawa mesra segala keretakan
yang melingkar hati
dan senja pun resah di rimba sepi.

Di saat mentari berangkat turun
biarpun mesra masih bersatu dalam gelora
namun bayang-bayang sepi itu terus membisu
sepertinya kata-kata tidak dapat lagi bertahan
dibuai keasyikan nafsu dan keangkuhan waktu
dan walau khusyuknya rindu kubisikkan
kaumasih lagi menabur bunga alpa
di batas setiaku.

Lalu rinduku pun menangis lagi!... .

Qalam Bertinta
02032013
1229pm




sumber dari: puisidanmadahcinta.blogspot.com

cinta tanpa imejan





CINTA TANPA IMEJAN

Di jendela ini
aku merenung ke dada langit
bintang yang bergantungan
seakan permata berkilauan
indah namun tak seindah perasaanku
lalu cuba kucari bintang riga
agar dapat bersamanya
untuk duduk bercerita
akan arti sebuah sepi
kerana dia lebih mengerti.

Menyongsong sepi
bersama janji yang termungkir
lalu tenggelam dalam rinai airmata
dan cinta pun menjadi sekadar kata-kata
tanpa makna
tanpa apa-apa.

…dan di akhir persimpangan itu
aku kautinggalkan.

Cinta ini tidak pernah kesampaian
biarpun berdekad aku pertahankan
namun tidak pernah ada kepastian
hanya tergantung bak awan-gemawan
di langit lazuardi.

…juga seperti kanvas tanpa imejan,

Qalam Bertinta
05032013
1921pm



sumber dari: puisidanmadahcinta.blogspot.com

kunamakan sepi






kunamakan sepi
kala malam tersenyum diam
menemaniku rebah di pangkuan hujan
menghitung rerintik
lembut mengecup wajah

kubiarkan lentera padam
menikmati temaram meliuk resah
di antara bayang-bayang kelam
hampir tanpa rupa
mengetuk lekuk rongga sukma

kini malam usai
temaram beranjak pulang
embun merapikan wajah
tanah menyesap genang
bening tumpah ruah

airmata  langit dini hari
ataukah isak?
entah!

By Nova Linda
Pekanbaru, 2013


sumber dari: buletin-indonesia.com

Friday, 2 August 2013

perpisahan sahabat







Sahabatku tercinta
Inilah hidup
Kadang kita membuka
Suatu saat kita kan menutup

Sahabatku tercinta


Ribuan jalan telah kita lewati
Berbagai rintangan telah kita lalui
Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri
Penuh suka maupun duka di hati



Saat berpisah harus menyapa
Ku tak ingin kau teteskan air mata
Ku tak ingin kau berduka
Karena hati kita kan tetap bersama



Namun, kita tlah tahu
Kita tak selamanya bersatu
Menempuh jalan hidup yang bertabur debu
Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu



Semua bukanlah sekedar kenangn
Semua bukanlah sekedar renungan
Saat kita dalam kebersamaan
Dalam suka maupun pengorbanan



sumber dari: makelarberita.com

perpisahan







Pernah aku ingin benar kepadamu
Kita berpeluk ciuman tampa jemu
Berharap hati darimu, Kulihat Anak-anak ku

Tapi sayang itu dahulu.


Pola hidupmu buatku getir
Kesetiaanku kau sambarkan petir,
Anggap saja semua telah jadi pasir
Kepadamu ini puisi Terakhir



Senyum yang indah kini melemah
Sayap kananku telah patah
Hati meluap penuh Nanah
Terlulai jatuh di tanah



sumber dari: makelarberita.com

Tuesday, 23 July 2013

Syaer Awang Goneng






Bertahun berdekad di perantauan
Segala kenangan tetap di ingatan
Si Awang Goneng hasil nukilan
Untuk semua jadi tatapan
*
Bertahun-tahun di tanah Inggeris,
Bijak bermadah, indah berpuitis,
Begitulah kisah seorang penulis
Pengalaman dirakam, buku ditulis
**
Suka duka, tangis dan tawa
Mok Mek dan Mok Nab semua dia cerita
Cek Qaleh Teksi, Pok Loh Standok juga
Pak Ku Hj Ambak serban besar bakul, dia tak lupa
Menyingkap kembali apa dirasa
***
Sedari kecil ke zaman remaja,
Keropok lekor , rojok Pok Deh dia suka,
Itulah dia si Awang Goneng, anak Ganu kite.


sumber dari: akarimomar.wordpress.com

Sunday, 2 June 2013

Air Mata waNiTa






Jika seorang perempuan menangis dihadapanmu,
Itu bererti dia tidak dapat menahannya lagi.

 Jika kau memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamu disepanjang hidupmu...

 Jika kau membiarkannya pergi,
Dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dulu, selamanya!

 Seorang perempuan tidak akan menangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang sangat dia sayangi, dia akan menjadi lemah!
Seorang perempuan tidak akan menangis dengan mudah,
Hanya jika dia sangat menyayangimu.
Dia akan menurunkan rasa EGOnya.

 Wahai lelaki-lelaki,
Jika seorang perempuan pernah menangis keranamu,
Tolong pegang tangannya dengan penuh pengertian.
Kerana dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu
Disaat kau terperuk terlalu dalam .

 Wahai lelaki-lelaki,
Jika seorang perempuan menangis keranamu,
tolong jangan mensia-siakannya...
Mungkin, kerana keputusanmu, kau merosakkan kehidupannya.

 Saat dia menangis didepanmu, saat dia menangis keranamu...
Lihatlah jauh kedalam matanya.
Dapatkah kau lihat dan kau rasakan SAKIT yang dirasakannya keranamu ?

Apakah keistimewaan perempuan ini?
Dibalik KELEMBUTANYA dia memiliki kekuatan yang begitu dahsyat..
TUTUR katanya merupakan KEBENARAN...
SENYUMANnya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya...
PELUKAN & CIUMANnya bisa memberi KEHANGATAN bagi anak-anaknya...
 

Dia TERSENYUM bila melihat temannya tertawa..
Dia TERHARU, MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN pada orang-orang yg dikasihinya...
Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHANnya...
Dia sangat GEMBIRA melihat KELAHIRAN...
Dia begitu sedih melihat KEMATIAN..
TITISAN air matanya bisa membawa PERDAMAIAN.


sumber dari: mikohiro.blogspot.com

Sunday, 13 January 2013

doa anak Gaza di pagi hari






Tuhan
Pagi ini kami ingin sekolah
Kami rindu pada madrasah kami yang indah
Kami rindu pada cerita Lubna dan Antarah
Tentu juga Sirah Rasulillah


Pagi ini kami ingin secuil roti
Kami ingin sepotong keju
Setetes susu
Dan sebutir Tin dan Zaitun


Pagi ini kami ingin belaian cinta
Ayah kami tercinta
Paman kami tercinta
Kakek kami tercinta


Pagi ini kami ingin matahari
Yang cerah menyinari gaza
Dan mengusir segala kecemasan jiwa


O Tuhan, apakah mereka akan merampas juga
Matahari kami, atau menutup Gaza
Tanpa matahari
Sehingga tak ada lagi pagi bagi kami


Tuhan
Biarlah mereka mengucilkan kami dari dunia
Asal setiap pagi Kau masih tersenyum pada kami
Dunia tidak penting lagi bagi kami


Tuhan
Kami tidak pernah mengemis kemerdekaan pada siapapun
Karena kami telah memiliki kemerdekaan itu
Setiap kami menyebut nama-Mu
Dan setiap kami rukuk dan sujud kepada-Mu

Tuhan ini pagi ini kami tetap tersenyum kepada-Mu
Maka tersenyumlah kepada kami




sumber dari: hafiezagam.wordpress.com

malam di lembah sungai nil





Senja bersimpuh di kaki langit
Kembali ke pelukan malam
Dinaungi gumpalan embun yang kemerahan
Bulanpun pecah pada senyuman
Matahari dan rembulan
Tak sanggup lagi melukiskan
Sejuta puisi keindahan

Pada semilir angin…
Di lembah sungai nil
Lihatlah….
Pancaran cahaya gemerlapan
Dari perahu-perahu kecil yang bergerak pelan
Dan sajak-sajak terbuai merdu
Yang mengalun di setiap perahu
Gelombangpun menyala
Seolah mengikuti irama
Betapa indah riak sungai nil
Dan bening nilam air mata dewi Issis
Gemertak daun-daun yang bersentuhan
Semburat jingga berhamburan
Di lembah sungai nil
Ada risalah yang terus mengalir
Terus mengalir, sampai hilir
Kutatap muda mudi berjalan beriringan
Dengan sekuntum mawar dalam genggaman
Imbaba brige melintang dengan tenang
Pesona Cairo Plaza Tower yang menjulang
Sungguh indah, di malam penuh bintang
Malam yang tak mungkin terlupakan



sumber dari: waktu-rayyan.blogspot.com

Sunday, 9 December 2012

aku sendiri di sini tiada teman





sumber dari: puisibimisyackti.wordpress.com

Puji sukur pada MU ya Allah





Puji sukur pada MU ya Allah
Aku tadahkan kedua tangan ini dalam hati yang bersih
Aku sujud di bawah naungan MU yang pengasih
Seuntai kata tercipta Untuk MU yang pemurah

Mungkin ini jalan yang terbaik untuk ku di masa depan
Dari sekian hari yang pernah ku lewatkan
Hari ini hari yang begitu mengesankan
Hari ini begitu pahit untuk ku rasakan

Alhamdulillah ya Allah ya Tuhan ku
Mata ini masih bisa meneteskan air mata ku
Air mata ini mungkin saksi bisu
Atas diri ini yang masih di landa pilu

Ya Allah maafkan diri ini yang hina
Yang selalu merintih disaat rindu melanda
Disaat malam sepi dan gelap gulita
Aku selalu menghadap MU untuk meminta

Ya Allah hati ini masih terasa pilu
Mulut ini belum kering untuk mengatakan rindu
Lisan ini masih mampu menyatu
Untuk mewakili isi pikuran ku

Ya Allah jika ini kasih MU
Jika ini jalan terbiak untuk ku
Biarpun rasa sesak dalam dada masih memburu
Biarpun linangan air mata ini belum juga berlalu

Aku terima dengan setulus hati
Walapun ingin ku belum juga tercapai
Walapun rindu ini belum juga terlerai
Namun Ucap kata sukur Pada Illahi
Tetap ku panjatkan atas nikmatnya

Ya Allah Ya Tuhan ku yang kuasa
Walapun mata ini masih terus berkaca
Walapun hati ini masih sebak di dada
Kasih MU yang masih ku rasa
Kuasa MU yang masih ada

Masih terlihat oleh mata hati di dalam dada
Sukur Alhamdulillah aku masih bisa merasa

Ya Allah yang memiliki sifat kasih
Ku terima walapun diri ini masih jauh
Jauh untuk ku bertemu pada yang terkasih
Biar rasa rindu ini semakin membuncah
Tinggi bagaikan langit ke Tujuh

Akhir kata yang tak pernah hilang
Kisah hidup yang masih terbang
Hanya rindu untuknya seorang
Dia kekasih ku di negri sebrang


sumber dari: puisibimosyackti.wordpress.com