sumber dari: etsy.com
Dengan nama ALLAH, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Demi Masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar. [Surah Al-'Asr Ayat 1-3]
Showing posts with label perkahwinan. Show all posts
Showing posts with label perkahwinan. Show all posts
Thursday, 27 February 2014
Unique Mother of the Bride Gift - Deep Square Keepsake Box
sumber dari: etsy.com
Mother of the bride pendant
sumber dari: etsy.com
Mother of the Bride Elegant Vintage Look 3.5 inch Pocket Mirror
sumber dari: etsy.com
Mother's Day / Mother of the Bride gift
sumber dari: etsy.com
Unique Mother of the Bride Gift
sumber dari: etsy.com
Mothers card with silver infinity bracelet
sumber dari: etsy.com
Mother of the Bride Frame
sumber dari: etsy.com
Monday, 24 February 2014
Kompang Dipalu
Kompang dipalu pengantin baru
Duduk bersanding tersipu malu
Kompang dipalu pengantin malu
Moga bahagia ke anak cucu
Kami doakan moga bahagia
Selamat sejahtera hingga akhir zaman
Mempelai tersenyum manis
Air mawar direnjis-renjis
Bunga manggar indah berseri
Oh….. senyum tawa dan gembira
Sanak saudara semua oh indahnya
Merahnya inai di jari
Tanda kasih dah termateri
Ikatan raja sehari
Oh…. Hari yang dinanti-nanti
Sudahlah menjelma kini kekal dan abadi
Selamat pengantin baru
Moga kekal ke anak cucu
Selamat pengantin baru
Lirik Lagu Kompang Dipalu - Izam Eye & Waheeda
sumber dari: liriklagumuzika.com
Wednesday, 20 November 2013
11 TIPS DALAM BEPASANGAN
1. Beriman
Untuk menjadi pasangan yang lebih baik, kunci pertama adalah menguatkan iman anda sendiri. Dengan adanya pasangan yang beriman, maka pasti hubungan cinta antara kedua pasangan akan mencapai titik yang maksimum.
2. Jangan ‘minder’ dan selalu mengenang masa lalu
Janganlah bersikap minder terhadap pasangan anda. Bila anda pernah membuat suatu kesalahan dimasa lalu , jangan selalu dikenang atau diingat. Berfikirlah positif. Bila anda minder, sama saja anda mengatakan bahwa anda tidak sepadan untuk pasangan anda. Bila anda tidak percaya diri, bahwa anda adalah pasangan yang sepadan untuk dia, maka anda akan benar-benar menjadi pasangan yang tidak sepadan.
3. Romantis
Ketika suatu hubungan cinta mulai mengalami keretakan, tanda pertama yang terlihat adalah mulai berpudarnya romantisme antara pasangan. Umumnya pasangan yang akan retak melupakan bagaimana senangnya ketika pertama kali mereka menjalin hungan tersebut. Suatu hubungan cinta adalah sesuatu yang harus terus menerus dibina dan bersikap romantis dalam membina hubungan tersebut adalah mutlak.
4. Jangan membuat sesuatu hanya kerana ingin membahagiakan pasangan anda
Berapa kalikah anda pernah mengerjakan sesuatu untuk pasangan anda yang sebenarnya tidak ingin anda lakukan, tapi tetap anda lakukan kerana ingin membuat pasangan anda bahagia.. Bagaimana perasaan anda ketika mengerjakan hal tersebut? Setiap kali anda membuat kompromi atas sikap anda tersebut, anda memperlebar jurang hubungan cinta anda. Sebaiknya anda secara jujur mengatakan pada pasangan anda bahawa anda kurang senang mengerjakan hal tersebut, dan mencari alternatif lain untuk mengatasinya bersama.
5. Jangan paksa pasangan anda untuk melakukan hal-hal yang dia kurang senangi
Ini adalah kebalikan dari tip diatas. Kalau anda tahu pasangan anda kurang senang melakukan sesuatu hal, mengapa dipaksakan… ..??
6. Jangan merendahkan pasangan anda
Tidak ada manusia yang sempurna didunia ini. Masing2 mempunyai daya fikir, kerja dan daya tahan tersendiri. Bila anda selalu merendahkan pasangan anda dengan menyalahkan apa saja yang dia salah lakukan, bagaimana anda akan berharap dia akan berbuat benar?
7. Jangan memberi janji yang anda tidak mampu penuhi
Kepercayaan adalah hal penting pada suatu hubungan cinta. Kepercayaan harus dibina dan dikembangkan. Bila anda tidak memenuhi janji anda pada pasangan anda, bagaimana pasangan anda akan percaya pada anda pada masa yang akan datang?
8. Usahakan untuk selalu berada disisinya
Pasangan anda merupakan teman anda untuk seumur hidup… .Usahakan untuk berada disisinya baik dalam suka maupun duka… .
9. Komunikasi
Dunia berubah dari hari ke hari. Bila anda tidak terus menerus berkomunikasi dengan pasangan anda, anda akan terkejut apabila pada suatu hari anda baru menyadari bahwa jurang perbezaan antara anda berdua telah semakin lebar.
10. Jangan berlaku kasar dan semena-mena terhadap pasangan anda
Cukup jelas…
Hormatilah pasangan anda sebagaimana anda menghormati manusia lainnya. Jangan sampai anda lebih menghormati teman anda daripada menghormati pasangan anda.
11. Jujurlah selalu
Biasanya suatu hubungan cinta tidak akan berlangsung lama apabila dibangun dan didasari atas kebohongan. Walaupun pasangan anda tidak pernah mengetahui kebohongan yan tersimpan, tetapi fakta bahwa anda mengetahui kebohongan itu, akan mempengaruhi perasaan anda maupun pasangan anda. Dengan itu, hubungan cinta tak akan mencapai titik yang maksimum.
sumber dari: masalahcinta.wordpress.com
Friday, 15 November 2013
Wanita-wanita Yang Haram Dikahwini
1. Perempuan-perempuan yang haram dikahwini itu terbahagi kepada dua bahagian:
i. Haram buat selamanya.2. Sebab-sebab haram dikahwini:
ii. Haram buat sementara waktu.
i. Haram dengan sebab keturunan.3. Haram dengan sebab keturunan:
ii. Haram dengan sebab susuan.
iii. Haram dengan sebab persemendaan. ( Musyaharah )
i. Ibu dan nenek hingga ke atas.4. Haram dengan sebab susuan :
ii. Anak dan cucu hingga kebawah.iii. Adik-beradik perempuan seibu-sebapa atau sebapa atau seibu sahaja.
iv. Ibu saudara sebelah bapa ( adik beradik perempuan sebelah bapa ) hingga ke atas.
v. Ibu saudara sebelah ibu ( adik-beradik perempuan sebelah ibu ) hingga ke atas.
vi. Anak saudara dari adik-beradik lelaki hingga kebawah.
vii. Anak saudara dari adik-beradik perempuan hingga ke bawah. - Firman Allah s.w.t. yang bermaksud:
"Diharamkan ke atas kamu mengahwini ibu kamu, anak saudara, emak saudara sebelah bapa , emak saudara sebelah ibu , anak saudara dari saudara lelaki dan anak saudara dari saudara perempuan kamu ". ( Surah An-Nisaa' - Ayat 22 )
i. Ibu yang menyusukan.
ii. Saudara perempuan sesusuan. Firman Allah s.w.t. yang bermaksud : "Diharamkan ibu-ibu yang menyusukan kamu dan saudara- sudara kamu sepersusuan". ( Surah An-Nisaa' - Ayat 23 ) Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: "Haram dari susuan sebagaimana haram dari keturunan ".
(Riwayat Bukhari dan Muslim) Perempuan-perempuan yang haram dengan sebab susuan adalah sama dengan orang-orang yang haram dengan sebab keturunan.
sumber dari: wansite.blogspot.com
Tuesday, 24 September 2013
Pria yang Menikah Hidup Lebih Lama
Menikah itu baik untuk kesehatan, khususnya bila Anda seorang pria. Pria yang menikah cenderung hidup lebih lama dibandingkan dengan yang tidak. Mereka juga lebih rajin kontrol kesehatan ke dokter dan memiliki risiko lebih rendah meninggal karena serangan jantung atau stroke.
diyah triarsari
Pria menikah cenderung lebih panjang umur. Alasannya, ketika mengalami nyeri dada karena serangan jantung, pria yang menikah cepat dibawa ke rumah sakit dibandingkan dengan yang hidup sendiri.
Pada perempuan, status pernikahan tidak ada hubungannya dengan seberapa cepat kaum Hawa mencari pengobatan setelah mengalami nyeri dada karena serangan jantung. Demikian menurut studi yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal.
“Salah satu alasannya, secara tradisional perempuan cenderung menjadi pihak yang mengurus dalam sebuah hubungan suami istri, dan lebih mendorong suami untuk mencari pengobatan medis daripada sebaliknya,” kata Clare Atzema, MD, peneliti di Institute for Clinical Evaluative Sciences, organisasi nirlaba yang berpusat di Toronto dan mempelajari perawatan kesehatan di Ontario.
Peran perempuan dalam perkawinan itu begitu berakar, sehingga seorang istri tak perlu secara fisik berada di dekat suaminya ketika serangan jantung, untuk punya pengaruh terhadap suaminya. “Pria hanya tahu kapan istrinya kembali dan mengetahui terkena serangan jantung setelah menunggu selama lima atau enam jam. Antisipasi harus menunggu berjam-jam itu membuat pria mencari pengobatan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.
sumber dari: health.liputan6.com
Sunday, 15 September 2013
Berkahwin Empat
Assalamualaikum..Isu lelaki berkahwin empat sering dipertikaikan oleh kaum hawa,
sering dibahas dan takkan pernah habis. Contohnya status-status di facebook, tak
salah jika memarahi lelaki yang tidak layak untuk berkahwin lebih dari satu,
tetapi janganlah sesekali mengeluarkan kata seolah-olah mempertikaikan hukum
yang membolehkan seseorang lelaki beristeri lebih dari satu.. Antara petikan
dari status wanita di laman sosial..
"Wanita lebih kedekut daripada lelaki kerana mereka tidak sanggup membenarkan suami mereka lebih daripada satu namun lelaki sanggup membahagikan kasih sayang kepada 4 orang isteri"
"Lelaki yang bercita-cita berkahwin empat tidak setia, tamak, gila seks, ikut nafsu dan tidak boleh dijadikan suami"
"Lelaki yang tiada keinginan untuk berkahwin empat tidak normal!"
Setiap sesuatu hukum Allah itu sempurna.
Sehingga wanita atau isteri sedia bermadu dijanjikan payung emas di akhirat
kelak. Mengapa Allah merancang sebegitu? Kita tidak layak mentafsir tindakan
Allah tetapi Allah mengurniakan Akal untuk kita berfikir tentang hukum dan
sunnatullah.
Antara Faktor Lelaki
Dibolehkan Berkahwin 4
- Lelaki sebagai pemimpin kepada kaum hawa, seorang pemimpi mampu mengawal lebih dari satu pengikut
- Tugas dan tanggungjawab suami sebagai ketua keluarga membimbing, isteri dan anak-anak. Sekuat mana sekalipun seorang wanita pasti dia memerlukan bimbingan seorang lelaki, suami mahupun ayah bagi belum berkahwin.
- Akhir zaman, lebih banyak wanita dilahirkan daripada lelaki, tanpa hukum ini akan ramai wanita yang tidak bersuami serta hidup tanpa bimbingan.
- Menyahut sunnah nabi untuk memperkembangkan dakwah dengan memperbanyakkan lagi zuriat Muslim sejati.
- Nafsu utama lelaki adalah wanita, tidak mustahil dia mampu terpikat kepada wanita lain selain isteri, jadi untuk mengelakkan dosa penzinaan maka lebih baik bernikah untuk hubungan yang dirahmati Allah.
- Selain itu, si isteri mempunyai hak untuk merelakan serta menentukan suami mereka layak untuk beristeri seterusnya atau tidak.
Namun rahsia sebenar tentang hukum Allah ini,
Wallahua'lam. Kerana firman Allah dalam surah Ali-Imran ayat 54:
Wamakaru Wamakarallah Wallahu Khairulmakirin ;"Mereka merancang ,
Allah juga merancang ,Sesungguhnya Allah sebaik-baik perancang". Ingat selagi kita takut tentang sesuatu perkara Allah pasti
akan uji kita dengan perkara tersebut.
Kepada yang lelaki pula cermin diri dahulu sebelum berhajat beristeri 2, 3, 4. Adakah mampu berlaku adil tentang nafkah zahir mahupun batin. Adakah anda mampu mensama ratakan kasih sayang terhadap semua isteri? Adakah pendapatan anda lebih dari mencukupi untuk keperluan setiap isteri dan anak-anak?
Adakah anda sudah cukup berilmu untuk mendidik dan membimbing setiap isteri dan anak-anak? Serta yang utama tanya dengan jujur kepada diri sendiri apakah niat sebenar ingin beristeri lebih dari satu? Adakah untuk Allah atau sebagai makanan nafsu? Jika niatnya kerana Allah nescaya Allah akan permudahkan hidup dan memberi rahmat kepada keluarga, jika tidak! Sebaliknya menanti..
sumber dari: pelakarbisikanhati2.blogspot.com
Friday, 2 August 2013
Nikah di sempadan
Apabila kita berbicara tentang topik bahana nikah sempadan, saya teringat satu hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dan Muslim mafhumnya:
“Wahai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu daripada kalangan kalian, maka hendaklah berkahwin. Sesungguhnya perkahwinan itu mampu menjaga mata pandanganmu dan mampu memjaga kehormatanmu. Barang sesiapa yang tidak mampu hendaklah dia berpuasa kerana sesungguhnya bagi puasa itu mempunyai perisai dan pendiding.”
Jelas di dalam hadis ini Nabi menyeru kita kepada berkahwin khususnya bagi pemuda-pemuda diluar sana segeralah berkahwin. Cuma pada hari ini di dalam keadaan gopoh ataupun hendak cepat, sebahagian daripada anak-anak muda kita bahkan yang tua juga ada mengambil langkah mudah dan tanpa berfikir panjang, mereka berkahwin di sempadan. Maka kita hendak membincangkan tentang kesan-kesan sama ada positif ataupun negative daripada perkahwinan di sempadan.
Soalan: Pandangan berdasarkan analisa ataupun pandangan Dr sendiri apakah sebab-sebab dan punca-punca yang membuatkan sebahagian daripada orang-orang muda dan sebahagian orang-orang yang telah berkahwin hendak menambah lagi seorang isteri, mereka terpaksa pergi ke sempadan.
Jawapan : Saya sempat membuat tinjauan, bukanlah satu kajian yang mempunyai statistic yang panjang dan hebat, tetapi sekadar tinjauan. Saya bertanya kepada rakan-rakan yang mempunyai pengalaman. Mereka menyatakan dari sudut apakah yang menyebabkan mereka ini bernekat untuk pergi ke sana antara jawapan yang saya dapat adalah dia menyatakan bahawa apa yang dia hadapi ialah kesulitan di dalam khususnya di mahkamah syariah di Malaysia. Mereka meminta pelbagai perkara yang merumitkan walaupun bakal isteri keduanya telah pun redho termasuklah walinya juga telah redho. Ini seolah-olah mereka hendak merumitkan keadaan. Oleh dengan itu dia pun nekat pergi ke sempadan untuk berkahwin dan setelah kembali dia pun membayar denda dan hidup aman damai.
Ada juga satu lagi situasi dimana kita dapati ada antaranya ialah pasangan terlanjur. Ini juga satu masalah yang berlaku menyebabkan mereka apabila terlanjur dan hendak pergi ke mahkamah di dalam Malaysia, mereka akan mengalami masalah dan tiada sokongan. Jadi mereka memikirkan antara jalan yang ada ialah pergi ke sempadan Siam. Di sana urusan lebih mudah, cuma kadang-kadang yang menyebabkan mereka tersilap langkah ialah memilih juru nikah yang tidak bertauliah. Tetapi itu yang saya hendak sebutkan ada 2 sebab utama mengapa mereka nekad untuk pergi ke sempadan.
Pertama yang agak positif dari sudut orang itu, ianya tidak melakukan kesilapan tetapi mungkin dengan beberapa karenah birokrasi yang ada menyebabkan mereka nekat untuk pergi. Yang kedua pula mereka terlanjur, jadi itu perkara negative untuk mereka beerti mereka telah melakukan kesilapan dan mereka juga menghadapi karenah birokrasi seperti tidak dapat menyelesaikanm masalah di dalam Negara dan terpaksa pergi ke luar Negara untuk menyelesaikan masalah. Tetapi masalah yang diselesaikan itu apabila masuk ke dalam Negara sebenarnya diiktirah sebab itulah apabila disambut oleh saudara kita tadi, saya merasa kalau boleh ada sedikit usaha yang dibuat oleh pihak mahkamah Syariah.
Begitulah yang saya faham daripada rakan-rakan yang berkecimpung di dalam masalah ini, daripada mahkamah syariah mungkin perlu melakukan sesuatu. Ini adalah satu cadangan, bukannya untuk mengkritik tetapi sebagai nasihat secara baik serta pandangan yang mungkin boleh dipertimbangkan. Alangkah baiknya sekiranya perkara-perkara yang menyebabkan mereka tekat untuk pergi ke Siam untuk melaksanakan perkahwinan sebegitu rupa, alangkah baik sekiranya dapat dipermudahkan untuk mereka di Malaysia. Saya rasa Perlis dan Kelantan sudah pun mengambil sedikit langkah yang proaktif.
Soalan : Mempunyai pelbagai kemelut apabila pasangan bernikah di Thailand khususnya selatan Thailand. Jadi adakah wajar jika pihak berkuasa kita di Malaysia membuat tindakan tegas bekerjasama dengan Majlis Agama Islam Thailand supaya diharamkan lansung pasangan-pasangan Malaysia yang hendak menikah di Thailand? Mengapa kita tidak mengambil contoh Negara Turki yang mengharamkan poligami itu sendiri kerana saya lihat berdasarkan firman Allah swt di dalam al-Qur’an di mana saya pasti Ustaz Fathul Bari lebih tahu tentang ayat ini yang bermaksud Allah swt menyatakan bahawa hendaklah kamu menikah 1 atau 2 atau 3 atau 4 tetapi jika tidak boleh berlaku adil cukup hanya 1 sahaja?
Jawapan : Kita perlu melihat dari satu sudut adakah apa yang dilakukan oleh kerajaan Turki menepati dalil dan dalil telah pun dinyatakan saudara kita tadi. Ayat ini jelas menunjukan boleh kahwin 2,3 dan 4. Jika takut tidak berlaku adil maka barulah kita pergi kepada 1. Di sini kita dapati satu cadangan tiada masalah jika kita hendak mencadangkan tetapi menjawab soalan itu saya merasakan ianya satu perkara yang tidak wajar kerana apa yang dilakukan oleh Negara Turki itu sebenarnya nampak jelas bercanggahan dengan dalil yang sahih menunjukkan dibenarkan perkara ini.
sumber dari: drfadlanothman.wordpress.com
Saturday, 27 July 2013
Hadits dan Ayat Alqur’an Tentang Pernikahan
“Sesungguhnya, apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih & sayang) dan isterinya juga
memandang suaminya (dengan kasih & sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih & sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id)
“Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang
diamalkan oleh jejaka (atau perawan)” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu
sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpiirk” (Ar-Ruum 21)
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas
(pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)
“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (Adz Dzariyaat.49)
“Janganlah kalian mendekati zina, karena zina itu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Al-Isra.32)
“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar
menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (Al-A’raf 189)
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat
wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki
yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (An-Nur 26)
“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( AnNisaa : 4)
“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)
“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu :
berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi)
“Janganlah seorang laki-laki berdua-duan (khalwat) dengan seorang perempuan, karena pihak ketiga adalah
syaithan” (HR. Abu Dawud)
“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)
“Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat, sebab syaithan menemaninya. Janganlah salah seorang di antara kita berkhalwat, kecuali wanita itu disertai mahramnya” (HR. Imam Bukhari dan Iman Muslim dari
Abdullah Ibnu Abbas ra).
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena sesungguhnya yang ketiga adalah syetan” (Al Hadits)
“Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah”
(HR. Muslim)
“Jika datang (melamar) kepadamu orang yang engkau senangi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia
(dengan putrimu). Jika kamu tidak menerima (lamaran)-nya niscaya terjadi malapetaka di bumi dan
kerusakan yang luas” ( H.R. At-Turmidzi)
“Barang siapa yang diberi istri yang sholihah oleh Allah, berarti telah ditolong oleh-Nya pada separuh
agamanya. Oleh karena itu, hendaknya ia bertaqwa pada separuh yang lain”
(HR. Al-Hakim dan At-Thohawi)
“Jadilah istri yang terbaik. Sebaik-baiknya istri, apabila dipandang suaminya menyenangkan, bila diperintah ia taat, bila suami tidak ada, ia jaga harta suaminya dan ia jaga kehormatan dirinya” (AlHadits)
“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah :
1. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.
2. Budak yang menebus dirinya dari tuannya.
3. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram”
(HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)
“Wahai generasi muda! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih
terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara”
(HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud)
“Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak” (HR. Abu Dawud)
“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)
“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”
(HR. Bukhari)
“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang” (HR. Abu Ya¡Â?la dan Thabrani)
“Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda :
Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat” (HR. Ibnu Majah,dhaif)
“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka” (Al Hadits)
“Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan
akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita
karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani)
“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah)
“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah
bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang
karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan
kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR.Muslim dan Tirmidzi)
“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang
paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al
Baihaqi dengan sanad yang shahih)
“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau
lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah,
maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi
wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan)
“Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang
sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad)
“Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu
Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)
“Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor
kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Rasulullah Saw melarang laki-laki yang menolak kawin (sebagai alasan)
untuk beralih kepada ibadah melulu.” (HR. Bukhari)
“Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan)
dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah”. (HR. Muslim)
“Rasulullah Saw bersabda kepada Ali Ra: “Hai Ali, ada tiga perkara yang janganlah
kamu tunda-tunda pelaksanaannya, yaitu shalat apabila tiba waktunya,
jenazah bila sudah siap penguburannya, dan wanita (gadis atau janda)
bila menemukan laki-laki sepadan yang meminangnya.” (HR. Ahmad)
“Seorang janda yang akan dinikahi harus diajak bermusyawarah
dan bila seorang gadis maka harus seijinnya (persetujuannya),
dan tanda persetujuan seorang gadis ialah
diam (ketika ditanya). “(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
“Kawinilah gadis-gadis, sesungguhnya mereka lebih sedap mulutnya
dan lebih banyak melahirkan serta lebih rela
menerima (pemberian) yang sedikit.”(HR. Ath-Thabrani)
“Janganlah seorang isteri memuji-muji wanita lain di hadapan
suaminya sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia
melihat wanita itu.” (HR. Bukhari)
“Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka
dia (isteri itu) akan masuk surga. “(HR. Al Hakim dan Tirmidzi)
“Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami
dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya
dan tidak ke luar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya,
tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang
yang tidak disukai suaminya. “(HR. Ath-Thabrani)
“Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang suaminya
ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya. “(Mutafaq’alaih)
“Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan
kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan
memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena
besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya.”(HR. Ahmad)
“Apabila di antara kamu ada yang bersenggama dengan isterinya
hendaknya lakukanlah dengan kesungguhan hati. Apabila selesai
hajatnya sebelum selesai isterinya, hendaklah dia sabar menunggu
sampai isterinya selesai hajatnya. “(HR. Abu Ya’la)
“Apabila seorang di antara kamu menggauli isterinya,
janganlah menghinggapinya seperti burung
yang bertengger sebentar lalu pergi. “(HR. Aththusi)
“Seburuk-buruk kedudukan seseorang di sisi Allah pada
hari kiamat ialah orang yang menggauli isterinya dan isterinya
menggaulinya dengan cara terbuka lalu suaminya mengungkapkan
rahasia isterinya kepada orang lain. “(HR. Muslim)
“Sesungguhnya wanita seumpama tulang rusuk yang bengkok.
Bila kamu membiarkannya (bengkok) kamu memperoleh
manfaatnya dan bila kamu berusaha meluruskannya
maka kamu mematahkannya. “(HR. Ath-Thahawi)
“Talak (perceraian) adalah suatu yang halal yang
paling dibenci Allah. “(HR. Abu Dawud dan Ahmad)
“Ada tiga perkara yang kesungguhannya adalah kesungguhan (serius)
dan guraunya (main-main) adalah kesungguhan (serius), yaitu perceraian,
nikah dan rujuk. “(HR. Abu Hanifah)
“Apabila suami mengajak isterinya (bersenggama) lalu isterinya
menolak melayaninya dan suami sepanjang malam jengkel
maka (isteri) dilaknat malaikat sampai pagi. “(Mutafaq’alaih)
“Allah tidak akan melihat (memperhatikan) seorang lelaki yang
menyetubuhi laki-laki lain (homoseks) atau yang
menyetubuhi isteri pada duburnya. “(HR. Tirmidzi)
sumber dari: ustadchandra.wordpress.com
Cinta Bersemi di Pelaminan
Lupakan! Lupakan cinta jiwa yang tidak akan sampai di pelaminan. Tidak ada cinta jiwa tanpa sentuhan fisik. Semua cinta dari jenis yang tidak berujung dengan penyatuan fisik hanya akan mewariskan penderitaan bagi jiwa. Misalnya yang dialami Nasr bin Hajjaj di masa Umar bin Khattab.
Ia pemuda paling ganteng yang ada di Madinah. Shalih dan kalem. Secara diam-diam gadis-gadis Madinah mengidolakannya. Sampai suatu saat Umar mendengar seorang perempuan menyebut namanya dalam bait-bait puisi yang dilantunkan di malam hari. Umar pun mencari Nasr. Begitu melihatnya, Umar terpana dan mengatakan, ketampanannya telah menjadi fitnah bagi gadis-gadis Madinah. Akhirnya Umar pun memutuskan untuk mengirimnya ke Basra.
Disini ia bermukim pada sebuah keluarga yang hidup bahagia. Celakanya, Nasr justru cinta pada istri tuan rumah. Wanita itu juga membalas cintanya. Suatu saat mereka duduk bertiga bersama sang suami. Nasr menulis sesuatu dengan tangannya di atas tanah yang lalu dijawab oleh sang istri tuan rumah. Karena buta huruf, suami yang sudah curiga itu pun memanggil sahabatnya untuk membaca tulisan itu. Hasilnya: aku cinta padamu!
Nasr tentu saja malu kerena ketahuan. Akhirnya ia meninggalkan keluarga itu dan hidup sendiri. Tapi cintanya tak hilang. Dia menderita karenanya. Sampai ia jatuh sakit dan badannya kurus kering. Suami perempuan itu pun kasihan dan menyuruh istrinya untuk mengobati Nasr. Betapa gembiranya Nasr ketika perempuan itu datang. Tapi cinta tak mungkin tersambung ke pelaminan. Mereka tidak melakukan dosa, memang. Tapi mereka menderita. Dan Nasr meninggal setelah itu.
Itu derita panjang dari sebuah cinta yang tumbuh di lahan yang salah. Tragis memang. Tapi ia tak kuasa menahan cintanya. Dan ia membayarnya dengan penderitaan hingga akhir hayat. Pastilah cinta yang begitu akan menjadi penyakit. Sebab cinta yang ini justru menemukan kekuatannya dengan sentuhan fisik. Makin intens sentuhan fisiknya, makin kuat dua jiwa saling tersambung. Maka ketika sentuhan fisik jadi mustahil, cinta yang ini hanya akan berkembang jadi penyakit.
Itu sebabnya Islam memudahkan seluruh jalan menuju pelaminan. Semua ditata sesederhana mungkin. Mulai dari proses perkenalan, pelamaran, hingga mahar dan pesta pernikahan. Jangan ada tradisi yang menghalangi cinta dari jenis yang ini untuk sampai ke pelaminan. Tapi mungkin halangannya bukan tradisi. Juga mungkin tidak selalu sama dengan kasus Nasr. Kadang-kadang misalnya, karena cinta tertolak atau tidak cukup memiliki alasan yang kuat untuk dilanjutkan dalam sebuah hubungan jangka panjang yang kokoh.
Apapun situasinya, begitu peluang menuju pelaminan tertutup, semua cinta yang ini harus diakhiri. Hanya di sana cinta yang ini absah untuk tumbuh bersemi: di singgasana pelaminan.
Oleh Anis Matta (buku Serial Cinta)
sumber dari: akhwatmuslimah.com
Kisah Nyata : Pengantin Meninggal Ketika Sujud Dalam Sholat
Selepas melaksanakan Sholat Maghrib, dia memakai make-up pada wajahnya, memakai pakaian pengantin putih yang cantik, mempersiapkan dirinya untuk majlis pernikahannya sendiri, kemudian dia mendengar azan ‘Isya dan menyadari bahwa wudhunya telah terbatal. Lalu dia berkata kepada ibunya: “Mak, saya perlu ambil wudu dulu dan sholat ‘Isya “
Ibunya terkejut: “Apa kamu gila?!! Tetamu sedang menunggu, untuk melihat kamu! Bagaimana dengan make-up? ! Nanti habis dirusakkan oleh air.”
Tambah ibunya lagi: “Sebagai ibu, mak tak izinkan kamu sholat sekarang! Wallahi… jika kamu ambil wudu sekarang, mak akan tetap memarahi kamu.”
Anak perempuannya menjawab: “Wallahi… saya tidak akan pergi dari sini sehingga saya melakukan sholat! Ibu sepatutnya tahu bahwa tidak ada ketaatan kepada mana-mana makhluk agar mendurhaka kepada Maha Pencipta.!!”
Ibunya berkata: “Apa kata tetamu nanti jika kamu muncul dalam majlis perkahwinan sendiri tanpa make-up?! Tentu nampak jelek atau tidak cantik di mata mereka! Mereka pasti akan mentertawakan kamu! “
Sambil tersenyum, anak perempuan itu bertanya: “Adakah ibu bimbang kerana saya tidak cantik di mata mereka? Bagaimana pula dengan Maha Pencipta saya? Saya bimbang kerana, jika saya terlepas sholat saya, saya tidak lagi cantik di mata-Nya “
Dia mulai berwudu, dan semua make-up pada wajah telah hilang, tetapi dia tidak peduli.
Kemudian dia memulakan sholat itu dan pada masa dia turun untuk sujud, dia tidak sadar bahwa ia akan menjadi satu sujud yang terakhir!
Ya! Beliau meninggal dunia ketika dalam sujud! Pengakhiran yang besar bagi Muslimah yang berkeras untuk mentaati Tuhannya! Banyak mereka yang mendengar cerita ini begitu tersentuh!!
Beliau mengutamakan Allah dan ketaatan kepadaNya sebagai yang pertama dalam keutamaan hidup beliau, jadi pengakhiran terbaik yang dianugerahkan oleh Allah pada mana-mana umat Islam yang layak memilikinya!
Dia mau menjadi lebih dekat kepada-Nya, maka Allah mengambil nyawanya pada saat di mana umat Islam berada paling dekat kepada-Nya! SubhanAllah!
Dia tidak peduli jika dia tidak indah di mata makhluk, asalkan dia cantik pada Maha Pencipta!
Wahai saudari Muslimah, bayangkan jika anda berada di tempat itu! Apa yang anda akan lakukan? Apa yang anda akan pilih: pujian manusia atau Maha Pencipta?
Wahai sekelian insan! Adakah kita ada jaminan bahawa kita akan hidup untuk menit seterusnya? Jam? Atau bulan?!!
Tiada siapa tahu apabila saat mereka akan datang? Atau bila kita akan bertemu malaikat Maut? Jadi, adakah kita bersedia untuk saat itu?
Wahai muslimah! Apa yang anda pilih: bersantai tanpa jilbab atau dirahmati Allah dengan memakai jilbab?
Adakah kita bersedia untuk menemui Allah tanpa jilbab?
[Diceritakan oleh Syeikh ‘Abdul Mohsen al Ahmad’, ia berlaku di Abha (Ibu Negeri Asir di Arab Saudi)]
sumber dari: akhwatmuslimah.com
Wanita Acuan Al-Quran
Wanita Acuan Al-Quran Ialah Seorang wanita Yang Beriman
Yang Hatinya Disaluti Rasa Taqwa Kepada Allah SWT
Yang Sentiasa Haus Dengan Ilmu
Yang Sentiasa Dahaga Dengan Pahala
Yang Solatnya Adalah Maruah Dirinya
Yang Tidak Pernah Takut Berkata Benar
Yang Tidak Pernah Gentar Untuk Melawan Nafsu
Wanita Acuan Al-Quran Ialah wanita Yang Menjaga Tutur Katanya
Yang Tidak Bermegah Dengan Ilmu Yang Dimilikinya
Yang Tidak Bermegah Dengan Harta Dunia Yang Dicarinya
Yang Sentiasa Berbuat Kebaikan Kerana Sifatnya Yang Pelindung
Yang Mempunyai Ramai Kawan Dan Tidak Mempunyai Musuh Yang Bersifat Jembalang
Wanita Acuan Al-Quran Ialah Wanita Yang Menghormati Ibu Bapanya
Yang Sentiasa Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dan Keluarga
Yang Bakal Memelihara Keharmonian Rumahtangga
Yang Akan Mendidik Anak-Anak Dan Membantu Suami Mendalami Agama Islam
Yang Auratnya Dikhaskan Buat Suami Tercinta
Yang Mengamalkan Hidup Penuh Kesederhanaan
Kerana Dunia Baginya Adalah Rumah Sementara Menunggu Akhirat
Wanita Acuan Al-Quran Sentiasa Bersedia Untuk Agamanya
Yang Hidup Di Bawah Naungan Al-Quran Dan Mencontohi Sifat Rasulullah SAW
Serta wanita sufi yg digariskan dalam kalamullah
Yang Boleh Diajak Berbincang Dan berbicara
Yang Sujudnya Penuh Kesyukuran Dengan Rahmat Allah Ke Atasnya
Wanita Acuan Al-Quran Tidak Pernah Membazirkan Masa
Matanya Kepenatan Kerana Kuat Membaca
Yang Suaranya Lesu Kerana Penat Mengaji Dan Berzikir
Yang Tidurnya Lena Dengan Cahaya Keimanan
Bangun Subuhnya Penuh Dengan Kecerdasan
Kerana Sehari Lagi Usianya Bertambah Penuh Kematangan
Wanita Acuan Al-Quran Sentiasa Mengingati Mati
Yang baginya Hidup Di Dunia Adalah Ladang Akhirat
Yang Mana Buah Kehidupan Itu Perlu Dibajai Dan Dijaga
Meneruskan Perjuangan Islam Sebelum Hari Kemudian bersama lelaki
Wanita Acuan Al-Quran Ialah wanita Yang Tidak Mudah Terpesona
Dengan Buaian Dunia
Kerana Dia Mengimpikan Syurga
Di Situlah Rumah Impiannya
Bersama lelaki Acuan Al-Quran ganjaran ALLAH SWT.
sumber dari: alkhudhri.com
Saturday, 8 June 2013
Hukum Memenuhi Undangan Majlis Perkahwinan
Ada di antara kita memandang biasa terhadap penerimaan jempatan undangan majlis perkahwinan sama ada dari sahabat mahupun saudara mara. Bagi kita yang diundang ke majlis kenduri perkahwinan hendaklah memenuhi undangan itu. Selain termasuk dalam bab mengeratkan silaturrahim ia juga dikira wajib selagi mana tidak bertentangan dengan agama.
Ulama berpendapat hukum memenuhi undangan perkahwinan atau apa saja undangan selagi tidak membawa kepada kemaksiatan serta tidak ditegah Nabi SAW adalah wajib.
Daripada Ibnu Umar, beliau mendengar Nabi SAW bersabda:
“Penuhilah undangan jika kamu telah dipanggil.”
(Riwayat al-Bukhari).
Seseorang Muslim yang diundang oleh saudara Muslim lain wajib menghadirinya jika tiada sebarang halangan mahupun keuzuran. Walaupun seseorang itu berpuasa penuhilah undangan dan dia dibenarkan meneruskan puasanya atau memilih untuk berbuka bagi puasa sunat.
Nafi’ telah menjelaskan, sahabat Nabi SAW, Abdullah bin Umar akan memenuhi sesuatu undangan tidak kira undangan perkahwinan atau selainnya walaupun dalam keadaan berpuasa. Dalam Fathul Bari juga dinyatakan beliau (Ibnu Umar) akan memenuhi undangan majlis kenduri dalam keadaan berpuasa dengan hanya bertemu dan mengucapkan doa Nabi SAW kepada pasangan pengantin.
Kita datang ke majlis perkahwinan bukanlah semata-mata untuk menikmati juadah yang dihidangkan akan tetapi sebagai tanda penghargaan dan secara tidak langsung dapat meraikan pengantin. Dengan cara ini, kita dapat membuatkan pengantin rasa bahagia dan dihargai.
sumber dari: mohdkhalilsaba.com
Friday, 10 May 2013
Ciri-ciri Wanita Derhaka dan Tidak boleh dijadikan Isteri
Banyak keluh kesah
Yang selalu merasa tak cukup, apa yang diberi semua tak cukup. diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll. Tak redha dengan pembelaan dan aturan yang diberi suami. Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterima kasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yg suami beri pun tak pernah puas. Ada saja yg tak cukup.
Suka mengungkit
Kalau suami melakukan hal yg dia tak berkenan maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. sangat senang hendak membicarakan suami: tak ingat budi, tak bertanggungjawab, tak sayang dan macam-macam. Padahal suami sudah memberi perlindungan macam-macam padanya.
Ingin pada suami yg lain atau berkenan kepada lelaki yg lain.
Sangat suka membanding-bandingkan suaminya dengan suami/lelaki lain. Tak redha dengan suami yang ada.
Suka memaksa
Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, petang malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dg berbagai ancaman: ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dll. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yang dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.
Sibuk bersolek
Sibuk bersolek atau tidur atau santai2 dll hingga lalai dg ibadah-ibadah asas, seperti solat berjemaah, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dg anak2, dll.
Banyak berbicara, menggosip
Siang malam, pagi petang asik menggosip terus. Apa saja yg suami kerjakan selalu tidak benar dimatanya. Zaman sekarang ni bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi dg telefon, SMS, internet, BBM dan macam-macam cara yang lain . Yang jelas isteri tu asyik menyusahkan suami dg kata-katanya yg menyakitkan.
Mari sama-sama muhasabah diri dan melatih diri agar menjadi seseorang yang terbaik untuk seseorang yang kita kasihi dan cintai di hari muka kelak.
*Semoga bermanfaat..
sumber dari: luvislam92.blogspot.com
Thursday, 27 December 2012
Tips Perkahwinan -Ustaz Azhar Idrus
1. KETIKA MENCARI CALON
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.
2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.
3. KETIKA AKAD NIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi nikah di hadapan Allah.
Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi nikah di hadapan Allah.
4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa’kan anda, kerana anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI kerana menyia-nyiakan do’a mereka.
Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa’kan anda, kerana anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI kerana menyia-nyiakan do’a mereka.
5. KETIKA MALAM PERTAMA
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.
Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.
6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sedarilah bahawa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.
Sedarilah bahawa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.
7. KETIKA RUMAH TANGGA GOYANG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.
8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK
Cintailah isteri atau suami anda 100%
Cintailah isteri atau suami anda 100%
9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
Cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.
Cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.
10. KETIKA EKONOMI KELUARGA MERUDUM
Yakinlah bahawa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.
Yakinlah bahawa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.
11 .KETIKA EKONOMI BERKEMBANG
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.
Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.
12. KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggungjawab apabila isteri memerlukan pertolongan Anda.
Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggungjawab apabila isteri memerlukan pertolongan Anda.
13. KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemalai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
Tetaplah berjalan dengan gemalai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.
sumber dari: istanapengantin.wordpress.com
Subscribe to:
Posts (Atom)

