Pages

Showing posts with label Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Al-Quran. Show all posts

Tuesday, 3 June 2014

Riset Psikologi: Keajaiban Menghafal AL QUR'AN






Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasis Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden.

Peneliti mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual, sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60 unit.

Penelitian ini menemukan adanya korelasi positif antara peningkatan kadar hafalan dengan tingkat kesehatan psikis, dan mahasiswa yang unggul di bidang hafalan Al-Qur’an itu memiliki tingkat kesehatan psikis dengan perbedaan yang sangat jelas.

Ada lebih dari tujuh puluh kajian, baik Islam atau asing, yang seluruhnya menegaskan urgensi agama dalam meningkatkan kesehatan psikis seseorang, kematangan dan ketenangannya. Sebagaimana berbagai penelitian di Arab Saudi sampai pada hasil yang menegaskan peran Al-Qur’an Al-Karim dalam meningkatkan ketrampilan dasar siswa-siswa sekolah dasar, dan pengaruh yang positif dari hafalan Al-Qur’an untuk mencapai IP yang tinggi bagi mahasiswa.

Kajian tersebut memberi gambaran yang jelas tentang hubungan antara keberagamaan dengan berbagai bentuknya, terutama menghafal Al-Qur’an Al-Karim, dan pengaruh-pengaruhnya terhadap kesehatan psikisi individu dan kepribadiannya, dibanding dengan individu-individu yang tidak disiplin dengan ajaran-ajaran agama, atau tidak menghafal Al-Qur’an, sedikit atau seluruhnya.

Komentar terhadap Kajian:

Setiap orang yang menghafal sebagian dari Al-Qur’an dan mendengar bacaan Al-Qur’an secara kontinu itu pasti merasakan perubahan yang besar dalam hidupnya. Hafalan Al-Qur’an juga berpengaruh pada kesehatan fisiknya. Melalui pengalaman dan pengamatan, dipastikan bahwa hafalan Al-Qur’an itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada seseorang, dan membantunya terjaga dari berbagai penyakit.

Berikut ini adalah manfaat-manfaat hafalan Al-Qur’an, seperti yang penulis dan orang lain rasakan:

1. Pikiran yang jernih.
2. Kekuatan memori.
3. Ketenangan dan stabilitas psikologis.
4. Senang dan bahagia.
5. Terbebas dari takut, sedih dan cemas.
6. Mampu berbicara di depan publik.
7. Mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik dan memperoleh kepercayaan dari orang lain.
8. Terbebas dari penyakit akut.
9. Dapat meningkatkan IQ.
10. Memiliki kekuatan dan ketenangan psikilogis.

Karena itu Allah berfirman, “Sebenarnya, Al Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang lalim.” (QS Al-‘Ankabut [29]: 49)

Ini adalah sebagian dari manfaat keduniaan. Ada manfaat-manfaat yang jauh lebih besar di akhirat, yaitu kebahagiaan saat berjumpa dengan Allah, memperoleh ridha dan nikmat yang abadi, mendapatkan tempat di dekat kekasih mulia Muhammad Saw.



sumber dari: pusatalquran.com/

Friday, 11 April 2014

THE QU'RAN






Book that is full of answers, A Book that makes you cry. A Book that makes you notice, How much harder you can try. A Book that makes you realize, What true love really is... A Book that gives you direction, for all of life's tough biz. A Book that gives you hope, that Someone somewhere's watching over you. A Book that helps you out, Through all the times your blue. A Book that was revealed to our beloved Prophet(SAWS), over a period of 23 years Once you put faith into this Book, You can handle worldly fears. A gift sent down from Heaven, A treasure from above, Written proof that shows us How blessed we are with Allah(SWT's) love !



sumber dari: nurshalieana.blogspot.com/

Wednesday, 26 March 2014

Hidup di Bawah Naungan Al-Quran





Al Quran


Bicara tentang al-quran, tidak terlepas dari kejayaan umat islam yang telah tercatat dalam sejarah. Kejayaan islam adalah murni karena al-Quran, bukan karena kekuatan fisik, kejeniusan, atau nasionalisme. Tatkala al-Qur’an terlepas dari genggaman umat Islam, maka tercampaklah kekuatan itu bahkan sebagaian besar masuk dalam kubangan lumpur jahiliyah.  Hancurnya kekuatan ini, bukanlah karena al-Quran, karena al-Quran sudah lengkap dan terpelihara huruf demi huruf, melainkan karena sebagain umat belum mengenal al-Quran dengan baik.

Bagaimana mungkin bisa mencintai al-Quran kalau tidak mengenalnya. Maka untuk itu, mari sedikit mengenal tentang ilmu al-Quran.

Nama al-Quran
  • Al-Karim / bacaan mulia (al-Waqiah/56:77). Membaca al-Quran akan mendapatkan kebaikan.
  • Al-kitab (al-Baqoroh 2). Berupa susunan yang terdiri dari surat dan juz. Ada awal dan akhir. al-Quran bukanlah sembarangan kitab, sehingga cara berinteraksinya berbeda dengan kitab / buku lain.
  • Kitab Aziz (Fushilat 41, 41), sangat mulia dan memuliakan, karena diturunkan langsung dari Alloh SWT.
  • Ad-Dikr /Peringatan (al-Hijr 15: 9)
  • Nuron Mubin (An-Nisa 174), cahaya yang nyata
  • Ruh / spirit / nyawa (as-syura 42:52). Manusia yang tidak mengenal al-Quran maka ia tidak memiliki ruh atau seperti mayat.
Fungsi al-Quran
  • Hudan / Petunjuk hidup (al-Baqoroh 2). Agar tidak sesat dan dholim seperti yahudi dan nasroni hindari
  • Mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya (Ibrahim 14,1)
  • Menjelaskan petunjuk hidup dan perbedaan antara haq dan bathil (al-Baqoroh 185)
  •  Obat (al-Isra 17: 820, baik obat fisik atau psikis
  •  Rahmat (al-Isra 82), Kasih sayang Alloh akan melimpah kepada kita dalam jalan hidup selamat dunia dan akhirat
Kandungan al-Quran
  • Menjelaskan hakikat pencipta manusia dan alam semesta, dunia (malaikat, jin, setan, hewan, Iman, syirik, kufur nifaq).
  • Sisten hidup,  hubungan manusia, hukum, pendidikan, sosial muamalah (ekonomi dan bisnis).
  • Akhlaq pribadi, rumah tangga dan sosial
  • Kisah dan fakta nabi dan umat sebelumnya
  • Isyarat cabang ilmu alam dan humaniora
  • Berita futuristik
  • Tipologi malaikat, manusia, ahli kitab, jin, setan
  • Hakikat pertarungan hak dan batil
  • Penjelasan rinci kiamat dan akhirat surga neraka
Focus al-Quran
  • Pembentukan berfikir ilmiah. Kekufuran menodai kecerdasan manusia untuk memilih mana baik buruk. Misalnya mengukir benda dan hasilnya di sembah sebagai Tuhan, menyembah matahari, menuhankan nabi Isa, dll
  • Larangan pada praduga dan kira-kira
  • Larangan mengikuti hawa nafsu dan perasaan
  • Larangan taklid buta pada senior dan peninggalan nenek moyang
  • Larangan taat buta pada para pemimpin dan para pembesar / tokoh
  • Perintah menggunakan akal sebagai alat memahami
  • Perintah meneliti, mempelajari, dan memanfaatkan potensi bumi, langit dan isi keluarganya.
Kunci hidup di bawah naungan al-Quran
  • Berintaraksi dengan al-Quran secara intensif dengan membaca, memahami, mengamalkan, menghafal dan mengajarkan.
6 Kunci Sukses
  • Meyakini kebenaran al-Quran
  • Menyadari sebagai firman Alloh
  • Membaca setiap hari
  • Memahami isi al-Quran dengan baik dan benar
  • Mengamalkan petunjuk-petunjuk al-Quran dari yang bisa
  • Merasakan kebenaran isinya dalam kehidupan
Kata Hikmah

Kehidupan di bawah al-Quran merupakan kenikmatan yang tidak akan dipahami dan diketahui kecuali oleh orang yang merasakannya (Sayid Qutub)



sumber dari: http://www.nasehatislam.com/

Anak Ajaib Afrika: Usia 1.5 tahun Sudah Hapal al-Quran





Allah (SWT) Describes The Quran In The Quran



Sebuah kenyataan yang membuktikan kekuasaan Alloh telah terjadi di kota kecil Arusha di Utara Tanzania Afrika Timur. Lahirnya seorang anak, bernama Syarifuddin Khalifah dalam usia 1.5 telah hapal al-Quran di luar kepala padahal terlahir dari keluarga Kristen Katolik. Bapaknya bernama  Francis Fundinkira sedang ibunya bernama Domisia Kimaro. Tidak hanya itu, anak ini dalam usia 1 bulan sudah bisa bicara, di usia 1.5 tahun bisa melaksanan sholat 5 waktu tanpa ada yang mengajarinya. Menguasai bahasa asing saat umur 5 tahun. Dan telah mengislamkan ribuan orang.

Kenyataan ini sungguh di luar logika. Namun, bagi seorang muslim. Inilah tanda kekuasaan Alloh. Alloh adalah Dzat yang maha Kuasa dan Berkehendak. Dan Islam adalah agama yang paling benar dan diridhoi oleh Alloh SWT.

Apa sajakah keajaiban yang terjadi yang membuktikan ke-Maha Kuasaan Alloh SWT itu?. Keajaiban itu adalah sebagai berikut:

Saat umur 1 bulan, ketika dibawa ibu dan ayahnya ke gereja untuk dibaptis beberapa meter sebelum sampai di gereja anak itu bisa bicara: “Ibu jangan baptis aku, aku adalah orang yang beriman kepada Alloh dan rosulnya yaitu Muhammad”.
Kata-kata anak ini benar-benar membuat bulu kunduk mereka merinding, mereka gemetar dan saling memandang dalam kebingungan dan tidak percaya apa yang didengarnya dari anak mereka ini. Saking gemetarnya berduapun kembali ke rumah dan tidak jadi membaptis anak mereka tersebut.
Ketika umur 2 bulan, bayi melarang ibunya untuk menyusuinya dengan cara bayi itu tidak mau disusui ibunya. Sampai-sampai konsultasi ke dokter spesialis anak ternyata anak tersebut dalam keadaan sehat walafiyat. Tapi mengapa tidak mau disusui.

Kalimat pertama yang diucapkan ketika 4 bulan, adalah QS Al-Baqoroh 54 Maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi tuhan yang menjadikan kamu, maka Alloh akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”.

Dengan kalimat tersebut kedua orang tua dan semua yang hadir dari beberapa orang tetangga hanya bisa saling memandang dan takjub serta kebingungan. Mereka tidak faham bahasa yang diucapkan oleh bayi tersebut, karena bukan bahasa Inggris atau Kiswahili. Saking bingungnya dengan kondisi itu beberapa yang hadir ada yang mengatakan bahwa bayi itu karasukan setan / sejenis ruh jahat. Maka Domisia meminta suaminya untuk memanggil pendeta dari gereja terdekat untuk mendoakan anaknya yang menurut mereka sedang kerasukan setan/ruh hajat itu. Ternyata setelah pendeta itu datang, tidak sanggup mengusir setan dari tubuh anak kecil yang mungil itu.

Akhirnya, ada tetangga yang muslim, bernama  Abu Ayyub mencoba untuk datang dan membantu keluarga itu untuk mengusir setan/roh jahat itu. Ternyata ketika berhadapan dengan bayi itu, ia mengucapkan kalimat yang sama. Abu Ayyub tersungkur beberapa saat dengan sujud syukur, karena Alloh telah memberi kenikmatan dan keajaiban kepada hamba-Nya yang masih bayi itu bisa hafal ayat al-Quran dari kalangan non muslim dengan bacaan yang sangat fasih dan tartil.  Lalu Abu Ayyub berkata kepada Francis dan Domisia: “Anak kalian sesungguhnya tidak kerasukan setan/roh jahat. Apa yang dibacakan oleh anak kalian itu adalah ayat-ayat suci Alloh SWT”. Intinya, anak kalian mengajak kalian untuk bertaubat kepada Alloh, beriman kepada-Nya, melakukan shalat & ,menunaikan zakat sesuai perintah-Nya, niscaya Alloh akan mengampuni dosa-dosa kalian. Hanya itu yang bisa saya katakan. Yakinlah, anak kalian tidak kerasukan setan. Besok akan saya bawakan kita suci al-Quran agar kalian percaya bahwa yang diucapkan anak kalian adalah ayat suci Alloh SWT.

Setelah itu, Francis dan Domisia selalu merenung dan berfikir untuk menetukan sikap. Apakah segera masuk Islam, atau tetap pada agama dan keyakinan mereka. Walhasil, setelah proses berfikir dan menerung yang panjang, serta hidayah Alloh SWT, maka kedua orang tua bayi itu mempunyai keinginan untuk masuk Islam. Betapapun berat pergulatan batin yang dirasakan Francis dan Domisia, namun mereka meyakini bahwa harus ada keputusan terbaik yang harus mereka ambil secepatnya sebagai keputusan final dalam kehidupan mereka.

Kalimat-kalimat aneh yang dikatakan anaknya, kini berusaha mereka dengarkan dengan seksama. Kalimat yang mereka anggap karena kerasukan syetan itu ternyata begitu menyejukkan hati mereka. Kebenaran tidak akan pernah membuat orang sedih dan menderika. Kebenaran pasti akan mendekatkan orang dengan kebahagiaan dan ketenangan. Bagitulah yang dirasakan Francis dan Domisia. Setelah beberapa lama berdiskusi, merenung, dan merasakan berbagai macam hal, dengan keyakinan penuh dan tanpa ada paksaan dari siapapun, Francis dan Domisia mendatangi rumah Abu Ayyub yang pernah ke rumah mereka.

Sesampai di rumah Ayub mereka disambut laksana keluarga sendiri. Ayub merasa bahagia dengan kedatangan Francis dan Domisia. Sesudah mereka berbicara banyak hal mengenai Syarifudin, tiba-tiba Francis terdiam. Dia hendak mengatakan sesuatu, matanya menatap Ayub seraya berkata: “ Ustadz kami ingin memeluk agama Islam”. Maka Ayub dengan rasa haru, memandang Fransis dengan hingar bingar penuh kebahagiaan, seraya memeluk Francis erat-erat. Sesaat kemudian bertanya kepada Francis: ” Apakah kamu yakin memilih Islam sebagai agamamu, Alloh SWT sebagai Tuhanmu dan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rosulmu?. Dia jawab, “Ya, kamii yakin”.

Akhirnya Ayub mengajaknya dan istrinya untuk pergi ke mesjid terdekat, menemui imam mesjid Ust Nur Ismail. Dan setelah sholat Dhuhur dilakukan pengislaman untuk keduanya. Setelah keduanya membaca syahadat dan mengikuti tausyiah ustadz Nur Ismail, semua jamaah menyalami dan memeluk Francis seraya bertakbir. Allohu Akbar.

Setelah Fransis dan Domisia menjadi muslim, mereka benar-benar telah menjadikan kehidupan mereka bermakna ibadah dan penghambaan kepada Alloh. Mereka bukan hanya rajin beribadah tetapi juga bertawakal atas segala sesuatu yang diberikan Alloh kepada mereka. Keduanya semakin gigih dan semakin melaksanakan perintah agama Islam, sehingga menemukan kebenaran yang sesuai dengan hati nuraninya setelah melalui proses dari keajaiban putranya itu.

Begitulah kuasa Alloh SWT pada hamba-hambanya. Dia, maha berkehendak dan maha menjadikan segala kehendak-Nya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya, karena Dia pencipta segala sesuatu. Umur 1.5 tahun Syarifudin sudah hafal al-Quran 30 Juz dengan fasih sebagaimana layaknya orang dewasa pada umumnya, subhannalloh. Keajaiban ini membuat banyak orang terkagum-kagum dan hampir hampir tidak percaya. Allohu Akbar.

Sebagai bahan perbandingan. Anak kecil berusia 5 tahun sudah hafal al-Quran dan faham maknanya. Namanya Muhammad Hussein Tabataba’i, ayahnya Muhammad Mahdi Tabataba’i dari negara Iran. Dia juga dikenal dengan julukan Doctor Cilik.

Dia (Husein) secara teratur tiap hari mengulang-ngulang pelajaran al-Quran yang diberikan kedua orang tuanya. Bahkan setelah berhasil menghafal al-Quran dia secara teratur membaca 1 halaman buku tafsir al-Quran. Dia terbimbing sejak masa kehamilan sampai dengan lahir secara intensif, maka wajar dia hafal dengan baik di saat usia 5 tahun, walau hal ini tidak semua orang bisa melakukannya.
Namun, untuk Syarifudin tidak seperti Hussein, dia tidak belajar dan tidak diajari karena orang tuanya beragama kristen di saat dia belum lahir dan sesudah lahir saat itu. Dan bahkan anehnya pula, dia tidak hanya hafal al-Quran 30 juz, tapi dia juga mampu menghafal Injil secara lengkap dengan baik.  Apa yang terjadi dengan Syarifuddin sungguh berbeda dengan yang terjadi pada Husein. Sebagian orang meyakini bahwa ilmu yang dimiliki Syarifuddin adalah ilmu Laduni (Ilmu yang merupakan anugerah dari Alloh SWT kepada hambanya yang dikehendaki-Nya tanpa melalui proses belajar).    

Wallohu A’lam bishshowaab…



sumber dari: http://www.nasehatislam.com/

Friday, 28 February 2014

Mengapa Harus Tilawah Quran Selama Ramadhan




women reading quran Mengapa Harus Tilawah Quran Selama Ramadhan


BULAN Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Karena pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan dari lauhul mahfuz ke langit dunia secara sekaligus, lalu dari langit dunia di turunkan ke bumi secara berangsur-angsur dan diterima oleh nabi Muhammad saw. Allah berfirman:
 
“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil),” (Al-Baqarah: 185).
 
Bahwa Al-Qur’an merupakan sumber kemuliaan dan kekuatan bagi umat Islam. Melalui Al-Qur’anlah manusia mendapatkan kemuliaannya dan menemukan kebahagiaannya; baik di dunia maupun di akhirat. Adapun bentuk kemuliaan yang terpancar dari Al-Qur’an sangatlah jelas dan gamblang; karena ia sebagai kitab yang disucikan dan kitab yang dimuliakan, seperti yang disebutkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya : “Dan demi Al-Qur’an yang Mulia,” (Qaf:1).
 
Allah juga berfirman: “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka Apakah kamu tiada memahaminya?” (Al-Anbiya:10).
 
Adapun silsilah kemuliaan yang terpancar dari Al-Qur’an itu sendiri dapat kita temukan melalui beberapa hal berikut;
 
1. Bahwa Zat yang menurunkan Al-Qur’an adalah Zat Paling Mulia yaitu Allah SWT;
 
2. Manusia pertama yang menerima Al-Qur’an adalah sosok paling mulia, berpredikat sayyidul anbiya wal atqiya (penghulu para nabi dan orang-orang bertaqwa), bahkan beliau juga sebagai sosok yang paling mulia dari para nabi dan para rasul serta seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini sehingga wajar beliau dijuluki dengan khairul basyariyah (sebaik-baik manusia) yaitu Nabi Muhammad saw;
 
3. Tempat diturunkannya Al-Qur’an adalah tempat yang paling mulia di muka bumi ini, yang diberi julukan sebagai tanah haram (tanah yang disucikan), dan sebagai ummul qura (yaitu Makkah Al-Mukarramah.
 
4. Bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an adalah bulan yang paling mulia; yaitu bulan Ramadhan yang memiliki julukan sayyidus syuhur (penghulu bulan)
 
5. Waktu diturunkannya Al-Qur’an juga merupakan waktu yang paling mulia disisi Allah SWT yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan)  seperti yang disebutkan dalam surat Al-Qadar: ayat 1-5; yaitu kemuliaan dan lailatul mubarakah (malam penuh keberkahan) seperti yang difirmankan Allah dalam surat Ad-Dukhan ayat 3, dan menjadi malam yang sangat mulia yang disebut dengan lailatul qadar (malam kemuliaan) dan malam seribu bulan.
 
Oleh karena itu, setiap hamba Allah (umat Islam) yang ingin mendapatkan kemuliaan di sisi Allah, maka harus banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an; baik dengan membaca, memahami, menyimak, mentadabburkan, menghafal dan mengamalkan kandungan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta mengajarkannya kepada orang lain.
 
Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mau belajar Al-Qur’an dan mau mengajarkannya”.(Bukhari dan Ashabus sunan)
 
Dan Allah SWT juga berfirman: “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka Apakah kamu tiada memahaminya?” (Al-Anbiya:10).
 
Di sinilah letak kebahagiaan yang dapat diperoleh setiap hamba ketika mendapat kesempatan mengarungi kehidupan di bulan Ramadhan; selain puasa, qiyamulail lail, juga tadarrus Al-Qur’an, yang merupakan sumber kemuliaan Islam dan umatnya.
 
Adapun puncak kebahagiaan yang akan diraih bagi siapa yang membaca Al-Qur’an dapat kita simpulkan beberapa hal berikut;
 
1. Mendapatkan syafaat di yaumil akhir.
Nabi saw bersabda:  “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an akan memberikan syafaat bagi yang membacanya pada hari kiamat”. (Muslim)
 
2. Dilipat gandakannya pahala sepuluh kali lipat.
Sebagaimana hadits nabi saw:  “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an) maka baginya satu ganjaran, dan akan dilipatgandakan dari setiap ganjaran sepuluh kali lipat, saya tidak katakan alif lam mim satu huruf, namun alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim adalah satu huruf”. (Tirmidzi).
 
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra. berkata : Rasulullah saw bersabda :  
 
“Bagi siapa yang membaca Al-Quran dengan mahir maka ganjarannya akan didudukkan bersama para malaikat yang mulia dan baik, dan bagi siapa yang membaca Al-Quran namun terbata-bata di dalamnya dan terasa berat atasnya maka baginya dua ganjaran”. (Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i)
 
3. Sebaik-baik manusia adalah yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Tirmidzi, Nasa’I dan Abu Daud dari Abu Musa Al-Asy’ari ra. bahwa Rasulullah saw bersabda :
 
“Perumpamaan orang mu’min yang membaca Al-Quran seperti buah utrujah : baunya wangi dan rasanya enak –manis-, dan perumpamaan orang beriman yang tidak membaca Al-Quran seperti buah Tamr –Korma- tidak memiliki bau namun rasanya manis, dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Quran seperti Raihanah –parfum- baunya wangi namun rasanya pahit, dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Quran seperti buah handzolah : tidak ada bau dan rasanya pahit…”
 
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Imam Muslim dan Nasa’i dari Abdullah bin Umar bin Al-Khattab ra. bahwa Rasulullah saw bersabda :
 
 “Sesungguhnya perumpamaan penghafal Al-Quran seperti pemilik seekor unta yang ditambatkan, jika dia mengikatnya maka dia tidak akan lepas dan pergi, namun jika dia melepas ikatannya maka dia akan pergi…” dan ditambahkan oleh imam Muslim :  “Dan jika penghafal Al-Quran membaca dan menikmati kandungannya, maka dia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepadanya.”
 
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari An-Nawas bin Sam’an berkata : Saya mendengar ra. Rasulullah saw bersabda :  “Akan didatangkan pada hari Kiamat dengan Al-Quran dan orang-orang yang mengamalkannya di dunia terutama –yang mengamalkan- surat Al-Baqarah dan Ali Imran dan Rasulullah saw memberikan tiga contoh yang tidak terlupakan setelahnya, dia berkata sekan keduanya dua awan atau dua payung hitam diantara keduanya cahaya atau seakan keduanya dua sayap dari burung yang berbulu yang keduanya akan memberi hujjah –pembelaan- bagi peiliknya (membaca dan mengamalkannya).”
 
4. Diangkatnya derajat satu kaum. Suatu kaum akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT karena interaksi dengan Al-Qur’an Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Umar bin Al-Khattab ra. bahwa Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum melalui Kitab ini –Al-Quran- dan merendahkan yang lainnya..”.
 
Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash ra. dari Nabi saw bersabda : “Akan dikatakan kepada siapa yang membaca Al-Quran : Bacalah dan lemah lembutnya, bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membacanya di dunia dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu dengan yang lainnya terdapat pada satu ayat yang kamu baca…”
 
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abdullah bin Umar bin Al-Khattab ra. dari Nabi saw bersabda : “Tidak boleh ada Hasad –dengki- kecuali pada dua hal : kepada seseorang yang diberi oleh Allah Al-Quran lalu ia mengamalkannya sepanjang malam dan siang hari, dan kepada seseorang yang Allah anugerahkan kepadanya harta dan ia menginfakkannya sepanjang malam dan siang hari…”
 
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Daud dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda :  “…Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di dalam satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca Kitabullah –Al-Quran-, dan saling mengajarkannya di antara mereka kecuali turun di tengah-tengah mereka ketenteraman, dinaungi rahmat dan dikelilingi para malaikat serta Allah SWT menyebut-nyebut mereka kepada siapa yang berada di sisi-Nya.”
 
Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Jabir bin Abdullah ra. Berkata: Rasulullah saw bersabda : “Bacalah Al-Quran, karena semuanya banyak mengandung kebaikan.” Nabi juga bersabda: “Ibadah yang paling utama bagi umatku ialah membaca Al-Quran”. (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam Fadha’ilul-Quran).
 
Di dalam sebuah hadits dari ‘Abdullah bin Mas’ud Rasulullah saw bersabda:  “Sesungguhnya Al-Quran ini adalah hidangan Allah, oleh karena itu hendaklah kamu menyebutnya dengan kekuatan yang kamu mampu menyebutnya. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah tali Allah, cahaya yang terang benderang dan penawar yang berguna. Penjaga kepada siapa yang berpegang kepadanya, jaminan kejayaan bagi yang mengikutinya. Ia tidak salah yang menyebabkan ia tercela, ia tidak bengkok yang menyebabkan ia perlu dibetulkan, keajaibannya tidak kunjung habis dan ia tidak menjadi cacat sekalipun banyak (kandungannya) ditolak orang. Bacalah Al-Quran karena Allah akan memberi ganjaran ke atas setiap huruf dari bacaanmu dengan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan kepadamu Alif, Lam, Mim itu satu huruf tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (Al-Hakim).
 
Dalam satu wasiat kepada Abu Zar Rasulullah berkata: “Kamu wajib melazimkan dirimu membaca Al-Quran karena ia adalah cahaya untuk kamu di bumi dan perbendaharaan untuk di langit.” (Ibnu Hibban).
 
Karena itulah membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan merupakan aktivitas yang harus di giatkan dan diperbanyak; baik pagi, siang atau malam hari. Dan Menjadikannya sebagai wirid harian. Paling tidak ada 3 wirid harian Qur’ani yang dapat dilakukan, guna mendapatkan julukan sebagai ahlul Qur’an dan mendapatkan al-karamah (kemuliaan) was sa’adah (kebahagiaan) melalui Al-Qur’an, serta kelak mendapatkan syafaat pada hari kiamat.
 
Rasulullah saw bersabda: “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari Kiamat, puasa akan berkata : “Wahai Rabbku, aku akan menghalanginya dari makan dan syahwat, maka berilah dia syafaat karena ku”. Al-Qur’an pun berkata : “Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berilah dia syafaat karena ku” Rasulullah saw bersabda : Maka keduanya akan memberi syafaat” (Ahmad, Hakim, Abu Nu’aim; sanadnya Hasan)
 
Wirid Pertama Wirid Dalam Membaca Membaca Al-Quran sesuai dengan adab-adabnya, kaidah-kaidahnya serta sunnah-sunnahnya, dan membacanya tidak kurang dari satu juz Al-Quran setiap hari, sehingga bisa mengkhatamkan Al-Quran setiap bulan satu kali, -sebagai batasan terendah yang ditetapkan oleh Rasulullah saw kepada pembaca Al-Quran- atau dapat lebih bagi yang ingin mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan lebih banyak lagi, apalagi pada bulan yang penuh berkah ini.
 
Wirid Kedua : Wirid Menghafal Yaitu berusaha menghafal Al-Quran setiap hari satu ayat atau dua atau tiga ayat, lalu mengulangi hafalannya dan memperbaikinya setiap hari, sehingga waktu yang berjalan beberapa tahun dapat menghafal Al-Quran secara keseluruhan dengan baik dan benar, memang sulit untuk mampu menghafal Al-Qur’an secara keseluruhan, selain banyak rintangan, cobaan, gangguan, juga karena faktor azam (kesungguhan) dalam jiwa seseorang, sehingga kesulitan untuk menghafal Al-Qur’an.
 
Wirid Ketiga : Wirid Tadabbur Yaitu dengan melakukan langkah-langkah yang terprogram; menerapkan program setiap hari satu ayat, dua , atau tiga ayat atau lebih dari itu. Berusaha untuk hidup dengannya dalam dirinya atau anggota tubuhnya. Dan dengan demikian, waktu-waktunya akan selalu dilewati dengan mentadabburkan Al-Qur’an, sehingga dalam beberapa tahun lamanya akan mampu mengkhatamkannya, khususnya dalam mentadabburkan Al-Quran, berinteraksi dengannya, menafsirkannya, memahaminya dan menguasainya. Marilah kita jadikan membaca Al-Qur’an bagian untuk meraih jutaan kebaikan, kemuliaan dan kebahagiaan. Imam At-Tirmidzi dalam hadits Hasan Shahih dari Abdullah bin Mas’ud ra.
 
Meriwayatkan, Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an) maka baginya satu ganjaran, dan akan dilipatgandakan dari setiap ganjaran sepuluh kali lipat, saya tidak katakan alif lam mim satu huruf, namun alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim adalah satu huruf,” (Tirmidzi).
 
Sederhananya kita bisa katakan: Satu juz Al-Qur’an kira-kira berjumlah 7000 huruf; 1 huruf dikalikan dengan 10 kebaikan x pahala 70 kewajiban = 4.900.000 (empat juta sembilan ratus ribu) kebaikan. kita bisa membaca satu juz paling lama kira-kira 40 menit. Jika kita mampu mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali saja di bulan Ramadhan, maka biidznillah kita bisa meraih 147 juta kebaikan. Dan jika kita mampu mengkhatamkan tiga kali, 147 x 3 = 441 juta kebaikan. Sungguh, Allah swt. akan melipat-gandakan pahala kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, berlipat-lipat.



sumber dari: islampos.com

Mengapa Harus Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jumat?




boy reading quran flick cc Mengapa Harus Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat?


“BARANG siapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya ia akan diterangi oleh cahaya antara dua Jumat,” (HR Hakim 3349).

Muaz Ibnu Anas Al-Juhari, Nabi SAW bersabda: “Siapa yang membaca dari Surah Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya dan siapa yang membaca keseluruhannya, maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi,” (HR Ahmad).

Rasulullah SAW Bersabda: “Barang siapa membaca Surah Al Kahfi pada hari Jum’at, maka Dajjal tidak bisa memudharatkannya,” (HR-Dailami).

Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan untuk membaca awal-awal surat Al Kahfi agar terlindung dari fitnah Dajjal. Dalam riwayat lain disebutkan akhir-akhir surat Al Kahfi yang dibaca. Intinya, surat Al Kahfi yang dibaca bisa awal atau akhir surat. Dan yang lebih sempurna adalah menghafal seluruh ayat dari surat tersebut.

Dari Abu Darda’, Nabi saw bersabda: “Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka ia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal,” (HR. Muslim).

Imam Nawawi ra berkata, “(Kenapa yang dianjurkan untuk dibaca adalah surat Al Kahfi?) Karena di awal surat tersebut terdapat ayat-ayat yang menakjubkan. Siapa yang mau merenungkannya, niscaya ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal. Sebagaimana pula dalam akhir-akhir ayat surat tersebut, Allah berfirman, “Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil (hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku?),” (QS. Al Kahfi: 102)” (Syarh Shahih Muslim, 6: 93).

Dan di antara waktu yang terbaik untuk membaca surat Al Kahfi adalah di hari Jum’at.



sumber dari: islampos.com

Mengapa Kita Harus Membaca Al-Quran Setiap Hari





al quran1 300x199 Mengapa Kita Harus Membaca Al Quran Setiap Hari


SEORANG Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda.

Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, ” Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’An seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupak an secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’An? Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, ” Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.Sang kakek berkata, ” Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup,” maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.
Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata,  “Lihat Kek, percuma!”

“Jadi kamu pikir percuma?” Jawab kakek.

Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

“Cucuku,” ujar si kakek kemudian, “hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, luar dalam.  Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita.”



sumber dari: islampos.com

Sunday, 5 January 2014

The Book of Allah




The Internet Islamic Art Database The Book of Allah



sumber dari: islamic-art-and-quotes.tumblr.com

Prophet Muhammad ﷺ: Read the Quran Regularly




The Internet Islamic Art Database Prophet Muhammad ﷺ: Read the Quran Regularly



sumber dari: islamic-art-and-quotes.tumblr.com

Row of Mushafs at Mosque




The Internet Islamic Art Database Row of Mushafs at Mosque



sumber dari: islamic-art-and-quotes.tumblr.com

Tuesday, 10 December 2013

personal letters from their Lord




rashidagokcebag:

Imam an-Nawawi (رحمه الله) narrates that Imam Hasan ibn Ali ibn Abi Talib (رضي الله عنهما) said:
“Indeed those who came before you saw the Qur’an as personal letters from their Lord. So they would ponder over it by night and yearn for it by day.”
{At-Tibyan fi Adab Hamalat al-Qur’an, by Imam al-Nawawi}
Imam an-Nawawi (رحمه الله) narrates that Imam Hasan ibn Ali ibn Abi Talib (رضي الله عنهما) said:
“Indeed those who came before you saw the Qur’an as personal letters from their Lord. So they would ponder over it by night and yearn for it by day.”
{At-Tibyan fi Adab Hamalat al-Qur’an, by Imam al-Nawawi}



sumber dari: lostandwearytraveler.tumblr.com

Bismillah.......




sayeda313:

Bismillah - In the Name of God



sumber dari: greenstar16.tumblr.com

Friday, 15 November 2013

To Veil Or Not To Veil






By Mohammad Elshinawy.

 “And say to the believing women that they should lower their gaze and guard their modesty; that they should not display their beauty and ornaments except what must ordinarily appear therof; that they should draw their veils over their bosoms and not display their beauty except to their husbands, their fathers, their husbands' fathers, their sons, their husbands' sons, their brothers, or their brothers' sons or their sisters' sons, or their women or the servants whom their right hands possess, or male servants free of physical needs, or small children who have no sense of the shame of sex, and that they should not strike their feet in order to draw attention to their hidden ornaments. And O you Believers, turn you all together towards Allah, that you may attain Bliss.” (Quran 24:31).



sumber dari: kalamullah.com

Ruqyah (Qur'anic Healing)





Beautiful Recitation of Surah's and Ayat to be used in Ruqyah (Qur'anic Healing) recited by the world renowned Hafiz Shaykh Yahya Hawwa.

 To cure black magic the following verses from the Qur'aan should be recited: on water, some of which is drank and the rest is used to take a bath. verse Al-Kursi (2:255), surah Al-Kafiroon (109), surah 112, 113, 114 ; the verses which mention magic, which are: in surah Al-Baqarah (2:102 ), Al-A'raaf (7:117-119), Yunus (10:79-82), and Taha (20:65-69).

 Among the du'aa's which have been narrated from the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) to treat diseases such as sihr and other things is the ruqyah by means of which he (peace and blessings of Allaah be upon him) used to treat his companions:

“ Allaahumma Rabb an-naas, adhhib il-ba's, washfi anta al-Shaafi laa shifaa'a illa shifaa'uka shifaa'an laa yughaadir saqaman (O Allaah, Lord of mankind, remove the harm and heal him, for You are the Healer and there is no healing except Your healing, with a healing which does not leave any disease behind) .”    



sumber dari: kalamullah.com

Adab Membaca Al-Quran







Berikut adalah 22 Adab Membaca Al-Quran :-

  1. Berniat ikhlas kerana Allah SWT.
  1. Menggosok gigi atau bersiwak sebelum membaca al-Quran.
  1. Membaca dalam keadaan berwuduk.
  1. Mengadap ke arah kiblat.
  1. Memulakan dengan at-Ta’awwuz.
  1. Membaca al-Quran dari Mushaf lebih utama dari membaca tanpa melihat. Walaupun begitu bagi yang ingin menghafaznya, diharuskan membaca dari hafazan tanpa melihat.
  1. Membaca dengan suara yang merdu dan kuat agar dapat dihayati oleh diri sendiri dan orang lain. Al-Imam al-Ghazali ada menyatakan, jika kita bimbang akan timbul riak iaitu ingin menunjuk-nunjuk, maka membaca secara perlahan itu lebih utama. Sebaliknya jika dapat menjaga daripada timbulnya penyakit berkenaan, maka digalakkan membaca dengan suara yang nyaring – Ihya’ Ulumiddin.
  1. Membaca dengan perhatian dan memahami ayat-ayat yang dibacakan.
  1. Membaca dengan tadabbur dan menangis. Antara adab-adab tadabbur itu ialah memperlahankan suara apabila sampai pada ayat yang menyentuh mengenai sifat Allah SWT menurut tafsiran orang kafir. Sebagai contoh orang Yahudi mengatakan Nabi Uzair anak Allah SWT seperti yang disebutkan Allah dalam surah at-Taubah ayat 30. Contoh yang lain ialah persepsi mereka bahawa Allah SWT tidak berkuasa mengurniakan rezeki kepada hamba-Nya seperti yang difirmankan dalam ayat 64 surah al-Maidah.
  1. Memuliakan al-Quran. Kita dilarang membaca al-Quran sambil ketawa ataupun sambil berbual melainkan mengenai sesuatu yang amat penting.
Baca Al-Quran , Budak baca Al-Quran
  1. Membaca ayat dan surah mengikut susunannya dalam tertib al-Quran, yang dulu didahulukan dan kemudian dikemudiankan.
  1. Beramal dengan ajaran al-Quran itu.
  1. Sentiasa membaca al-Quran terutama pada waktu pagi kerana Nabi SAW mendoakan keberkatan waktu itu. Diriwayatkan dalam al-Mustadrak oleh al-Hakim dari Abu Hurairah RA bahawa Nabi SAW bersabda yang bermaksud: “Sesiapa yang membaca 10 ayat, maka dia tidak akan tergolong dari kalangan orang yang lalai.” – (2085, hadis sahih mengikut syarat Muslim)
  1. Berusaha menghafaz ayat al-Quran dan mengulang-ulang ayat itu supaya sentiasa mengingatinya.
  1. Meletakkan sasaran untuk mengkhatamkan al-Quran itu.
  1. Memanjatkan doa sebaik tamat membaca al-Quran kerana waktu itu adalah antara waktu mustajab doa.
  1. Dilarang membaca al-Quran di tempat yang tidak sewajarnya seperti di dalam tandas.
  1. Mengucup al-Quran kerana dikiaskan dengan mengucup Hajar al-Aswad kerana ia juga hadiah kepada Allah SWT.
  1. Mewangikan al-Quran sebagaimana meletakkan wangian pada Hajar al-Aswad.
  1. Meletakkan al-Quran di tempat yang tinggi.
  1. Berusaha untuk menghayati isi kandungan al-Quran hingga membawa ke peringkat menangis atau menitiskan air mata.
  1. Tidak memberi salam kepada seseorang yang sedang membaca al-Quran.
Semoga perkongsian ini memberi sedikit panduan pada anda.Untuk tahu lebih detail tanya ustaz yer..



sumber dari: wansite.blogspot.com

Friday, 2 August 2013

Mobile Holy Quran for Iphone




Mobile Holy Quran for Iphone


This is another reason why you should get an Iphone. Mobile Holy Quran is a native apps for Iphone and Ipod Touch. It was released yesterday. I’m surprised how much thought that the author has put into programming this apps. To start it, this neat software is available through Installer. So you just have to tap its name to install it. Interestingly, the author put it in Productivity folder.

Installation process takes no more than 10 seconds. After pressing the menu button, you will see a green icon and be greeted with donation button. Dismiss it and you are ready to use it.

To listen to let say Al-Fatihah, just click the name and it will download the data for the surah. Short surahs are just around 200-600 kb each while Al-Baqarah is about 45 MB. This include the voice and the translation. The program will let you choose which server to download, listing them by the order of speed. After you have downloaded one surah, you don’t have to do it ever again.

What’s more, the software include the translation in Bahasa Malaysia which can be easily selected by pressing ’Translation’ button. What’s more you could ask?


sumber dari: irwan.my

Bolehkah membawa al-Quran yang berada di dalam telefon masuk dalam tandas?





Al-Qur’an di dalam hp tidak termasuk di dalam kategori Qur’an yang kita bincangkan ini. Ianya tidak dikira mempunyai hukum yang sama. Contohnya seperti para ulama kita yang menyatakan jika ayat al-Qur’an ini jelas tertulis maka kita jelas memegangnya. Ianya adalah fizikil tetapi jika di dalam hp kita hanya memegang getaran-getaran yang tidak membawa hukum yang sama. Jadi mereka tidak menghukum sama. Jadi bolehlah jika hp yang mempunyai bacaan atau penulisan al-Qur’an dibenarkan membawa ke dalam tandas.

Bahkan setengah ulama menyatakan apabila soalan ditanya tentang duit Arab Saudi yang ditulis ‘lailahailallah’ bolehkah dibawa masuk ke tandas? Jadi mereka menyatakan jika benda itu diletakkan diluar akan menyebabkan hilang maka dibolehkan membawanya sekali masuk ke dalam tandas.

Jika kita membawa al-Qur’an pergi ke masjid tidak mengapa tetapi jika kita pergi ke Masjidil Haram membawa al-Qur’an dan jika kita letak diluar boleh menyebabkan terlupa, hilang  dan sebagainya maka dibenarkan membawanya masuk sekali.


sumber dari: drfadlanothman.wordpress.com

Muhammad Asad tentang AlQuran




A groundbreaking documentary by filmmaker Antony Thomas. What does Islam's holiest book actually say about issues such as equality, punishment, peace, other faiths and suicide bombing?


Di antara mufassir Alquran kontemporer, almarhum Muhammad Asad patut dicatat sebagai salah seorang yang paling terkemuka. The Message of the Qur’an barangkali merupakan magnum opus (karya besarnya) yang dikerjakan seumur hidup dengan menetap di Arabia selama beberapa tahun. Terjemahan tafsir yang aslinya setebal hampir 1.000 halaman ini ke dalam bahasa Indonesia akan diterbitkan Mizan dalam tempo dekat ini. Dengan munculnya karya Asad dalam versi Indonesia, maka bertambahlah literatur tafsir Kitab Suci umat Islam ini.

The Message diterbitkan pertama kali oleh Dar al-Andalus, Gibraltar, 1980, dan telah dipakai oleh puluhan universitas di seluruh dunia yang ingin mengenal lebih jauh tentang sumber utama ajaran Islam. Dengan penguasaan bahasa Arab, termasuk dialek-dialek lokal, Asad dengan The Message-nya tidak diragukan lagi telah memberikan sumbangan yang sangat berharga kepada khazanah ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.
Dalam suasana Nuzul Alquran ini ada baiknya kita menurunkan beberapa pandangan Asad tentang Kitab Suci ini sebagaimana dapat dibaca dalam kata pengantar tafsirnya itu. Kita kutip: ”Antara ayat pertama dan terakhir terkembang lebarlah sebuah kitab yang, melebihi gejala lain manapun yang kita kenal, telah memengaruhi secara fundamental sejarah agama, sosial, dan politik dunia. Tidak ada kitab suci lain yang pernah memiliki dampak langsung serupa atas kehidupan orang yang pertama kali mendengarkan pesannya dan, via mereka dan generasi yang mengikutinya, atas seluruh arus peradaban.” (Hlm i).

Asad dan banyak sarjana Barat lain telah sama sampai kepada kesimpulan bahwa tanpa Alquran tidak akan ada gerakan Renaisans di Eropa yang kemudian mendorong munculnya abad ilmu pengetahuan yang berlanjut sampai hari ini. Menurut Asad, tafsir ini mungkin yang pertama dalam sebuah bahasa Eropa dengan menggunakan pendekatan yang bersifat idiomatik (hlm v).

Menurut Asad, pertanyaan kunci yang hendak dijawab Alquran adalah: ”Bagaimana semestinya saya berperilaku agar meraih kehidupan yang baik di dunia dan kebahagiaan dalam kehidupan yang akan datang?” (Hlm i). Pertanyaan Asad ini sebenarnya tidak lain dari doa yang hampir selalu kita ucapkan: ”Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan bebaskan kami dari siksa neraka.” (Al-Baqarah: 201). Jika kita konfrontasikan pertanyaan Asad ini dengan realitas kehidupan umat Islam sekarang, jawaban yang diberikan sebegitu jauh masih belum juga mengenai sasaran. Kitab Suci ini belum kita jadikan sahabat utama dalam perjalanan. Dalam perlombaan peradaban kita keok, nasib di akhirat pun penuh tanda tanya. Alquran memang masih dibaca dan bahkan diperlombakan, tetapi suasana dunia Islam, menurut pantauan saya, sangat tidak bersahabat dengan gambaran yang diberikan Kitab Suci ini, yaitu sebuah corak kehidupan yang adil, sejahtera, dan bebas, sebagai realisasi dari surat Al-Anbiya: 107 berupa rahmatan li al-’alamin (rahmat bagi semesta alam). Jangankan menebarkan rahmat Allah di muka bumi, kita sendiri tampaknya sudah sulit membedakan mana jalan lurus yang harus ditempuh dan mana pula jalan bengkok yang harus dihindari. Alquran di depan kita tidak lagi berfungsi sebagai alfurqan (kriterium pembeda) antara jalan yang benar dan jalan yang salah.

Tetapi, kita tentu percaya bahwa kita tidak akan terus terpasung di lorong sempit yang pengap ini. Setelah berabad-abad menderita kena pukulan palu godam sejarah, lambat atau cepat kesadaran menyeluruh di berbagai bagian dunia Islam untuk sebuah pencerahan pasti akan datang. Syaratnya, inisiatif untuk ”memancing” perhatian Tuhan harus senantiasa dilakukan, berupa kerja-kerja kreatif yang berani untuk melawan suasana kebekuan. The Message Muhammad Asad adalah di antara langkah strategis untuk menuju kebangkitan umat secara otentik, sebuah ummatan wasathan (umat medium, tidak ekstrem), seperti yang terbaca dalam Al-Baqarah: 143. Asad menerjemahkannya dengan a community of the middle way (komunitas jalan tengah, hlm 30).

Semoga kita semua akan bergerak menuju ummatan wasathan itu sekalipun banyak gangguan dalam perjalanan.

Amin.


sumber dari: jalansekolah20.wordpress.com

Keajaiban di Dalam Al-Quran






Abdurrazaq Nawfal, dalam Al-Ijaz Al-Adabiy li Al-Qur’an Al-Karim yang terdiri dari tiga jilid, mengemukakan sekian banyak contoh tentang Keajaiban di dalam Al quran, yang dapat kita simpulkan secara sangat singkat sebagai berikut :

1. Keseimbangan kata atau kalimat di dalamnya

A. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya.
* Al-hayah (hidup) dan al-mawt (mati), masing-masing sebanyak 145 kali;
* Al-naf’ (manfaat) dan al-madharrah (mudarat), masing-masing sebanyak 50 kali;
* Al-har (panas) dan al-bard (dingin), masing-masing 4 kali;
* Al-shalihat (kebajikan) dan al-sayyi’at (keburukan), masing-masing 167 kali;
* Al-Thumaninah (kelapangan/ketenangan) dan al-dhiq (kesempitan/kekesalan), masing-masing 13 kali;
* Al-rahbah (cemas/takut) dan al-raghbah (harap/ingin), masing-masing 8 kali;
* Al-kufr (kekufuran) dan al-iman (iman) dalam bentuk definite, masing-masing 17 kali;
* Kufr (kekufuran) dan iman (iman) dalam bentuk indifinite, masing-masing 8 kali;
* Al-shayf (musim panas) dan al-syita’ (musim dingin), masing-masing 1 kali.

B. Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya/makna yang dikandungnya.
* Al-harts dan al-zira’ah (membajak/bertani), masing-masing 14 kali;
* Al-’ushb dan al-dhurur (membanggakan diri/angkuh), masing-masing 27 kali;
* Al-dhallun dan al-mawta (orang sesat/mati [jiwanya]), masing-masing 17 kali;
* Al-Qur’an, al-wahyu dan Al-Islam (Al-Quran, wahyu dan Islam), masing-masing 70 kali;
* Al-aql dan al-nur (akal dan cahaya), masing-masing 49 kali;
* Al-jahr dan al-’alaniyah (nyata), masing-masing 16 kali.

C. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.
* Al-infaq (infak) dengan al-ridha (kerelaan), masing-masing 73 kali;
* Al-bukhl (kekikiran) dengan al-hasarah (penyesalan), masing-masing 12 kali;
* Al-kafirun (orang-orang kafir) dengan al-nar/al-ahraq (neraka/ pembakaran), masing-masing 154 kali;
* Al-zakah (zakat/penyucian) dengan al-barakat (kebajikan yang banyak), masing-masing 32 kali;
* Al-fahisyah (kekejian) dengan al-ghadhb (murka), masing-masing 26 kali.

D. Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata penyebabnya.
* Al-israf (pemborosan) dengan al-sur’ah (ketergesa-gesaan), masing-masing 23 kali;
* Al-maw’izhah (nasihat/petuah) dengan al-lisan (lidah), masing-masing 25 kali;
* Al-asra (tawanan) dengan al-harb (perang), masing-masing 6 kali;
* Al-salam (kedamaian) dengan al-thayyibat (kebajikan), masing-masing 60 kali.


sumber dari: isdaryanto.com

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar






Di antara kita mungkin pernah mendengar Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar yang telah tersebar di masyarakat luas. Sebagian kaum muslimin awam memiliki beragam khurofat dan keyakinan bathil seputar tanda-tanda lailatul qadar, di antaranya : pohon sujud, bangunan-bangunan tidur, air tawar berubah asin, anjing-anjing tidak menggonggong, dan beberapa tanda yang jelas bathil dan rusak.

Maka dalam masalah ini keyakinan tersebut tidak boleh diyakini kecuali berdasarkan atas dalil, sedangkan tanda-tanda di atas sudah jelas kebathilannya karena tidak adanya dalil baik dari al-Quran ataupun hadist yang mendukungnya.

Lalu bagaimanakah tanda datangnya malam Lailatul Qadar yang benar berkenaan dengan malam yang mulia ini? Nabi shallallahu’alaihi wassalam pernah mengabarkan kita di beberapa sabda beliau tentang Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar, yaitu:

1. Udara dan suasana pagi yang tenang

Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)

2. Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya

Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)

3. Terkadang terbawa dalam mimpi

Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.

4. Bulan nampak separuh bulatan

Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata :
“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)

5. Suasana malam itu terasa sejuk dan nyaman

Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)
Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam :
“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

6. Hati menjadi tenang saat ibadah di malam itu

Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.

Wallahua’lam :)


sumber dari: isdaryanto.com