Pages

Showing posts with label kesihatan. Show all posts
Showing posts with label kesihatan. Show all posts

Friday, 14 March 2014

35 Simptom Menopause





Female gynecologist | Menopause


Semua wanita tau apa itu menopause Cuma tahap pengetahuan tentang tanda-tanda atau simptom menopause itu adalah berbeza, ada yang tau banyak, ada yang tau sikit…mungkin ada yang langsung tidak tau. Apabila kita melengkapkan diri dengan pengetahuan yang secukupnya, kita akan menghadapi fasa itu dengan lebih terbuka dan positif.

Ok , kita tengok apakah simptom-simptom sebelum menopause.

  1. Hot flushes iaitu perpeluhan waktu malam, disebabkan oleh tindak balas hypothalamus yang menolak pengeluaran estrogen oleh ovari.
  2. Berdebar-debar
  3. Mudah marah
  4. Sukar tidur
  5. Kedatangan haid – tempoh tidak sekata ( lebih pendek atau lebih panjang)
  6. Nafsu seks menurun
  7. Vagina menjadi kering
  8. Mudah letih
  9. Rasa penat dan sakit-sakit badan
  10. Perubahan mood secara tiba-tiba
  11. Murung.
  12. Sukar memberi tumpuan
  13. Daya ingatan terganggu
  14. Kurang kemampuan menahan kencing terutama ketika bersin atau ketawa
  15. Kulit kering dan gatal-gatal
  16. Sakit badan, sakit sendi , sakit otot
  17. Otot-otot menegang
  18. Payudara lembik
  19. Sakit kepala
  20. Masalah penghadaman, loya dan berangin
  21. Perut tiba-tiba rasa kembung
  22. Mengalami kemurungan yang berbeza daripada kemurunga lain, ketidakupayaan menghadapi sesuatu situasi dengan lebih tenang.
  23. Rasa kesal
  24. Penigkatan masalah alahan
  25. Masalah rambut gugur
  26. Mudah pening dan alah pada cahaya
  27. Pertambahan berat badan
  28. Perubahan bau badan
  29. Seolah-olah terasa ada kejutan elektrik yang menyentap di bawah permukaan kulit atau di kepala.
  30. Rasa kebas pada kaki
  31. Masalah gusi berdarah
  32. Osteporosis
  33. Perubahan bau nafas, rasa panas dalam mulut
  34. Kuku jari menjadi lebih lembut hingga menyebabkan senang pecah dan patah
  35. Seakan-akan ada bunyi loceng dalam telinga.

Hmm macam-macam simptom ye....banyak yang saya tau pun sebenarnya sebelum ni.



sumber dari: jendelahidup.com/

Sindrom Sebelum Menopaus untuk Wanita







Begitu lama saya tidak menulis di blog ini agak-agak dalam setahun lebih bukannya apa saya terlalu sibuk dan juga banyak perkara yang terpaksa saya uruskan hingga saya tidak sempat nak berblog.  Hmm apa yang ingin saya kongsikan setelah sekian lama saya tidak berblog ni..

Ok..susah betul saya mencari artikel mengenai wanita yang mengalami masalah sebelum menopaus atau putus haid di dalam Bahasa Malaysia.  Oleh itu saya ingin berkongsi dengan siapa saja wanita juga para suami yang isterinya telah mencapai umur 35 tahun ke atas tentang sindrom sebelum wanita mengalami menopaus (perimenopause).  Saya rasa ramai wanita di luar sana yang tidak tahupun apa itu gejala-gejala yang kita akan rasa bila sampai masanya.  Begitu juga para suami yang tidak pernah tahu apa yang dirasai oleh isterinya pada peringkat perimenopause dan moga-moga apa yang saya kongsikan ini boleh juga membantu wanita, isteri dan suami itu sendiri bagi mengatasi ataupun memahami apa yang sedang di alami oleh mereka.  Oleh itu saya rasa dah tiba masanya kita sama-sama berkongsi maklumat mengenai sindrom perimenopause ni.

Tahu tak anda di Asia ni sindrom perimenopause ni dah ada pada wanita seawal usia 35 tahun dan ia berlaku sampailah haid wanita terhenti pada usia 51 atau lebih.  Ini bermakna ada di antara kita ni dah pun merasai gejala-gejala sindrom tu tapi mungkin kita tidak menyedarinya ataupun sebab kita memang tak ada pengetahuan tentang sindrom ni.

Ramai di antara kita yang menyedari kita dah hampir untuk menopaus bila haid kita terlalu banyak atau pun tak seperti biasa dan selalunya pada tahap ini kita sebenarnya dah pun menghampiri menopaus tu sendiri.

Antara sindrom yang kita alami sebelum kita menopaus adalah seperti berikut :-

- Jantung Berdebar
-Sakit kepala/migrain
-Berpeluh di waktu malam
-susah tidor/insomnia
-rasa bahang
-fibroids
-berat badan bertambah
-sakit sendi-sendi
-alergi/alahan meningkat
-sejuk kaki dan tangan
-rasa menyucuk di tangan dan kaki
-pening-pening
-keliru/bingung
-letih
-gatal-gatal di kulit
-perubahan nafsu
-payu dara membengkak dan sakit bila tersentuh
-haid yang banyak
-haid yang tidak menentu
-kering di bahagian kemaluan/sakit bila melakukan seks
-masalah buang air kecil
-masalah kulit
-osteoporosis
-murung
-paras kolestrol berubah-ubah
-mood berubah-ubah

Jadi jika ada di antara anda yang membaca blog saya ni berumur 35 tahun ke atas dan mengalami mana-mana sindrom di atas maka janganlah risau itu adalah tanda-tanda bahawa hormon di dalam badan anda tidak seimbang dan sindrom ini boleh berlaku di antara 5 hingga 15 tahun sebelum anda betul-betul putus haid.  Adalah diingatkan sindromini boleh datang lebih awal jika antara anda adalah seorang perokok, ada sejarah keluarga, mendapat rawatan kanser sewaktu kecil dan tidak pernah melahirkan anak.

APA YANG PERLU ANDA BUAT JIKA ADA SINDROM INI

Perkara pertama berjumpalah Doktor untuk memastikan ini adalah gejala sindrom perimenopause dan dapatkan nasihat Doktor.  Selalunya jika Doktor mengesahkan ini memang gejala sindrom perimenopause Doktor akan memberi dan menyarankan anda pada “Hormon Replacement Therapy (HRT) dan banyak komen negatif mengenai HRT antaranya anda akan mengalami pening, sakit kepala, loya dan mual serta pendarahan vagina.  Oleh itu banyak pandangan dari Doktor dan pakar yang menggalakkan wanita yang mengalami sindrom perimenopause untuk mencuba cara alternatif  bagaimana untuk mengurangkan gejala-gejala tersebut.

Oleh itu secara alternatif dan dari pembacaan saya dan maklumat yang saya dapat apabila adanya tanda-tanda ini maka kita hendaklah banyak memakan makanan seperti berikut :-

-Kacang soya ataupun apa-apa makanan atau minuman yang terhasil dari kacang soya seperti tofu, tofu-fa, tempe dan susu soya
- Makanan tambahan herba seperti Dong Quai (cuba dapatkan dari seng sei/kedai ubat cina) atau remifemin atau ‘Women Menocaps’ (boleh di dapati di farmasi)
- minum air dengan banyak
- fiber dan Omega 3
- sayur-sayuran dan buah-buahan (ada kandungan bioflavonoids) seperti ceri, cranberries, blueberries, bilberries, kulit anggur, cengkih merah dan bijirin
-teh hijau
-calcium/magnesium/vitamin B, C dan E
-minyak ikan dan Evening Primrose

KURANGKAN PENGAMBILAN BERIKUT

-Kafein (kopi, nescafe dan teh)
-MSG (ajinomoto dan makanan ringan yang ada MSG)
-Merokok (jika boleh berhenti terus)
-Aspartame (ada dalam diet soda)
-Roti Putih, nasi putih dan manisan. Jika makan pun cuba makan pada waktu siang dan elakkan makan di waktu malam supaya dapat membantu proses metabolisma
-makanan berkaborhidrat
-Coklat
-Alkohol dan arak
-kekacang

Jika boleh amalkan perkara-perkara berikut iaitu  dengan makan 3 kali sehari dengan kadar yang berpatutan, lebihkan makanan berprotein pada setiap kali waktu makan, juga makan banyak buah-buahan segar dan sayur-sayuran setiap hari dan ambil lemak berkhasiat setiap hari.

Nah..setakat ini dulu saya berkongsi dengan anda mengenai sindrom perimenopause ni saya harap maklumat ni dapat membantu saya dan wanita-wanita lain dan mana-mana suami tentang apa yang akan dialami bila usia sudah melepasi 35 tahun.  Jika anda ingin berkongsi dengan saya tentang gejala-gejalan lain yang tidak saya sebutkan di sini ataupun ada cara yang lain lagi yang boleh membantu mengurangkan gejala-gejala ini amatlah saya alu-alukan.

Moga bertemu lagi…



sumber dari: rosnidams.wordpress.com/

Hubungan Menopause dan Keutuhan Perkawinan




Hubungan manopause dengan perkawinan


Mengatasi menopause bukanlah hal mudah. Tindakan ini termasuk salah satu ketegangan yang dihadapi suami-istri paruh baya.

Penelitian menunjukkan bahwa 10 hingga 15 persen dari wanita menopause meningkat kegelisahannya. Mereka mengalami insomnia (sulit tidur) dan depresi (merasa sangat tertekan dan sedih). Para psikiater dan dokter sependapat bahwa dalam kasus-kasus begitu, peran suami amatlah penting.

Bagi banyak wanita, awal menopause (mati haid) bukanlah sekadar tanda berakhirnya masa kemampuan memiliki anak. Ia juga merupakan pengalaman yang menyakitkan perasaan dan fisiknya.
Seks tidak pernah merupakan masalah bagi Henry Ong dan istrinya. Namun ketika istrinya menginjak usia 50 tahun, dia mulai sering mengeluh sakit ketika berhubungan intim. Ia juga berubah jadi pemurung, suka menyendiri, dan mudah cemas. Sakit pada punggung adalah keluhan yang sering disampaikan Ny.Ong.

Henry menganjurkannya periksa ke dokter. Namun tidak terjadi perbaikan setelah itu. Kata dokter, ada gejala menopause pada Ny. Ong, dan hal itu bisa berlangsung beberapa bulan.

Dokter Pauline Sim, psikiater di Rumah Sakit KK, Singapura menjelaskan, menopause adalah suatu masa ketika siklus menstruasi dan reproduksi wanita berhenti. Umumnya terjadi di penghujung usia 40 tahun. Tapi gejala psikologisnya sudah dimulai beberapa tahun sebelum itu. Ketika tingkat hormon wanita berfluktuasi (turun-naik) dan haid menjadi tidak teratur datangnya, kaum wanita bisa menjadi lebih gelisah, insomnia dan depresi. Tapi tidak semua wanita mengalami perubahan psikologis itu.

Dijelaskan oleh Dokter Kok Lee Peng, psikiater di Rumah Sakit Gleneagles, sebanyak 50 persen dari wanita-wanita yang terpengaruh perubahan itu mengalami hot flush, yaitu sekujur tubuh tiba-tiba terasa panas dan kemudian mengeluarkan banyak keringat.

Perubahan lainnya adalah osteoporosis atau tulang-belulang merapuh, sakit pada punggung, dan terjadi penipisan dinding vagina. Hal itu membuat hubungan intim terasa menyakitkan.

Para psikiater itu sependapat bahwa untuk para istri itu, peran suami adalah penting. Dokter Sim mengatakan melihat banyak wanita menopause yang sedemikian bingungnya hingga berkali-kali ganti dokter untuk mengatasi masalahnya sesegera mungkin. Bahkan ada yang sampai mau meloncat ke luar mobil yang sedang berjalan.

Mengatasi menopause adalah salah satu daftar ketegangan yang dihadapi suami-istri paruh baya, kata psikoterapis Ang Thiam Hong yang telah menangani 200 kasus krisis perkawinan pada pasangan paruh baya. Menurutnya, ketika anak-anak sudah besar dan sudah meninggalkan rumah, menyesuaikan diri kembali untuk hidup sebagai suami-istri bisa merupakan masalah. Selain dari tekanan masalah akibat keluhan menopause itu, ada pula kemungkinan terjadi ketidakseimbangan dalam kebutuhan seks suami-istri.

“Istri sering merasa seperti kehilangan bahwa ia tidak dapat melahirkan lagi. Dia bisa saja mencari suaminya untuk mendapatkan keintiman tapi dengan menopause, gairah seksnya berkurang,” jelas Ang. Sebaliknya, suami bisa membangun hubungan baru dengan wanita lain yang lebih muda, untuk meyakinkan dirinya bahwa dia masih memiliki daya tarik.

Mengatasi masalah menopause, para penasehat itu menekankan pentingnya suami-istri membicarakan masalah itu. Bagi istri yang gejala menopausenya menyakitkan, suami perlu menolong dengan belajar lebih banyak tentang kondisi itu.

Kata dokter Sim, “Sebaiknya suami tidak berkata, ‘Jangan mengeluh. Ini soal pikiran kamu saja’, atau ‘Bagaimana mungkin. Ibu saya dan kakak saya yang perempuan tidak punya masalah begitu’. Kalimat-kalimat seperti itu bisa menyinggung perasaannya karena bukan kehendak dia menjadi seperti itu. Temani saja istri Anda dan jangan mencelanya.”



sumber dari: keluargacemara.com/keluarga

Sekilas Mengenai Menopause





Mengenal Menopause


Menopause merupakan salah satu peristiwa yang paling menentukan dan harus dihadapi dalam rentang kehidupan seorang wanita. Beberapa wanita merasa takut, sementara yang lain malah menunggu-nunggu akan datangnya menopause.

Bagi sebagian wanita yang takut akan datangnya menopause karena akan membuat mereka merasa tidak menarik, kesepian, tak berguna dan tak berdaya. Mereka juga berduka karena tak subur dan muda lagi. Bagi sebagian lain, datangnya menopause malah membuat mereka memiliki kesempatan baru dalam hidup secara fisik, emosi, seksual dan spirit. Mereka malah antusias karena “terlepas” dari kewajiban melahirkan dan sindroma pra-haid. Pokoknya, menopause dapat memberikan berbagai macam perasaan kepada wanita. Dari yang tegang dan tidak nyaman sampai lega dan “lepas”.

Sebenarnya, apakah arti menopause itu sendiri? Menopause merupakan suatu waktu di usia pertengahan dimana seorang perempuan mendapat haidnya yang terakhir. Atau dengan kata lain merupakan saat dimana seorang perempuan tidak mendapat haid lagi. Menopause terjadi ketika ovarium berhenti melepaskan sel telur. Sering kali menopause ini terjadi secara gradual. Tetapi kadang kala juga terjadi sekaligus.

Perimenopause adalah periode gradual yang membuat perubahan menuju menopause. Periode-periode ini dimana seorang perempuan mengalami perubahan tubuh, perasaan dan hormon. Proses ini dapat terjadi perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Climacteric adalah kata lain dari waktu dimana seorang perempuan melewati tahun-tahun reproduktif ke non-reproduktif. Pada masa perimenopause , estrogen yang dihasilkan dari indung telur cenderung melambat. Level hormon menjadi fluktuatif (naik turun) yang menyebabkan perubahan sperti halnya yang terjadi pada seseorang ketika memasuki masa remaja. Tetapi bagi banyak perempuan, perubahan-perubahan yang terjadi menuju menopause ini terjadi lebih intens daripada ketika memasuki masa pubertas. Waktu setelah menopause terjadi disebut postmenopause.

Jenis-jenis menopause yang perlu mendapat perhatian adalah, surgical menopause (menopause yang berhubungan dengan pengobatan). Surgical menopause terjadi jika indung telur dipindah atau rusak, misalnya karena kemoterapi. Dalam hal ini, menopause akan terjadi segera tanpa munculnya perimenopause. Lainnya adalah stress menopause. Terjadi apabila perempuan di akhir usia 30-an atau lebih tidak mendapat haid dalam jangka waktu yang lama. Ini dapat disebabkan karena stress, kemoterapi, sedih, bulimia, anemia atau gerak badan yang berlebihan.

Apa tanda-tandanya seorang perempuan akan menopause?

Ketika menopause akan datang biasanya periode haid menjadi tidak teratur, terjadi secara berdekatan atau saling berjauhan. Misalnya bulan Mei jadwal haid tanggal 7. Lalu akhir bulan di bulan yang sama haid datang lagi (misalnya tanggal 26). Tetapi di bulan Juni haid datang malah di akhir bulan, misalnya tanggal 29 Juni.

Ciri-ciri lainnya adalah :

* tulang sendi terasa sakit
* susah berkonsentrasi
* sakit kepala
* berkeringat pada malam hari
* mempunyai kondisi umum yang biasanya terdapat pada PMS
* perubahan dalam nafsu seksual
* berkeringat banyak
* insomnia
* sering bangun terlalu pagi
* perubahan mood
* vagina terasa kering
* buang air kecil secara frekuentif

Antara perempuan yang satu dengan perempuan yang lain memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ada yang hanya memiliki satu ciri. Tetapi ada juga yang memiliki semua ciri di atas.

Pengalaman perempuan selama menopause juga dapat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi di dalam kehidupannya seperti : anak yang telah meninggalkan rumah, perubahan dalam urusan sosial domestik dan hubungan personal, perubahan dalam identitas & imej tubuh, perceraian atau karena menjanda, pensiun, tegang menghadapi ketuaan dan kematian, kehilangan teman, orang yang tercinta dan masalah keuangan, tanggung jawab yang bertambah sehubungan dengan usia yang menua, ketegangan akibat kehilangan kemerdekaan, tidak mampu dan perasaan kesepian.









sumber dari: keluargacemara.com/featured/

Thursday, 13 March 2014

Perubahan Emosi Menopause







Emosi bisa berubah-ubah dan berfluktuasi dari waktu ke waktu, begitu juga dalam setiap faset kehidupan. Menopause salah satunya. Gejolak emosi juga berlangsung di faset ini karena perubahan fisik berimbas kuat pada jiwa. Pada fase ini wanita semakin kehilangan feminitasnya. Ada kecemasan dan gelombang emosi di sana.

TANPA disadari, mau tidak mau, suka tidak suka, menopause menjadi bagian dari faset kehidupan semua wanita dimana masa-masa fungsi wanita berangsur kian menurun dan akhirnya tiada sama sekali. Gelombang gejolak emosi ditentukan oleh seberapa matang personalitas dan seberapa siap seorang wanita menjelangnya.

Kehilangan mahkota

Menjadi menopause bagi semua wanita berarti kehilangan mahkota. Kulit, rambut, payudara, kerampingan dan sensualitas lain merupakan bagian dari mahkota itu. Sebagaimana halnya post power syndrome, wanita dapat merasakan emosi seperti itu juga ketika kian kehilangan seluruh mahkotanya itu sehingga dapat berimbas kuat pada emosi.

Kalau pada tahun-tahun menstruasi mulai tidak teratur setelah menjelang umur kepala lima, mungkin itu awal menopause. Kita menyebutnya tahap climacterium, tahun-tahun yang mendahului berhentinya haid. Aneka keluhan fisik berupa rasa gerah, rasa panas, rasa tidak enak lainnya dan pada emosi tampak seperti uring-uringan tidak jelas mengapa, itulah bagian dari keberadaannya.

Pada masa secara fisik karakter kewanitaan makin menurun dan ada emosi ketakutan tidak diperhatikan lagi, merasa takut tidak cantik lagi, tidak memikat suami lagi, tidak diindahkan orang-orang terdekat lagi serta merasa hidup menjadi sia-sia. Itu maka industri sulih hormon (hormone replacement therapy) di dunia terus dikejar karena dirasakan kaum hawa sebagai penyelamat masih hadirnya rasa menjadi wanita.

Cemas, gundah, tegang

Berbagai perasaan negatif bisa bermunculan pada masa menjelang, saat dan pasca menopause. Seberapa matang jiwa dan setegar apa kesiapan menghadapinya, menentukan apakah emosi memasuki menopause bakal bergejolak layaknya naik jetcoaster atau bagai air danau yang tenang. Pada mereka yang mengalaminya, ini tentu sebuah kemerundungan tersendiri. Pada beberapa wanita mungkin memerlukan bantuan obat resep dokter juga untuk mengendurkannya.

Mungkin Anda akan mengalami rasa menjadi gampang tersinggung, lekas gusar, gampang merasa sedih, tidak punya kehendak apa-apa atau bahkan jadi pemberang, susah berkonsentrasi, cepat lelah dan mood jadi berubah-ubah, selain hidup terasa tegang, mungkin itu bagian dari menopause Anda. Terimalah dan syukurilah bahwa kehilangan itu bukanlah segala-galanya. Anda masih memiliki mahkota yang lebih berharga yakni kepribadian. Anda dihargai karena siapa Anda, bukan yang Anda miliki semata. Termasuk memiliki tubuh yang sudah tidak sepenuhnya wanita lagi.

Kalau macam-macam emosi tak nyaman itu yang Anda rasakan, upayakan lebih relaks, kendurkan ketegangan, lakukan yoga dan bermeditasi atau bentuk kegiatan semacam itu lainnya. Kalau orang-orang di sekitar tidak memahami perubahan pada diri dan jiwa Anda, Anda sendiri yang perlu mengendalikannya bahwa itu bagian dari faset hidup semua wanita, siapa pun dia.

Wanita tidak ada pilihan lain dimana mereka pasti akan mengalaminya, oleh karena itu hal yang perlu dilakukan adalah hadapi saja walau terasa tak nyaman. Sesekali wanita yang mengalami menopause mungkin terasa nyeri payudara, ada keluhan nyeri sewaktu berhubungan dengan suami (dyspareunia) atau tidak bangkit libido lagi, terimalah sebagai sebuah arus kehidupan, semua itu akan mengalir dan akhirnya berlalu. Dokter bisa diminta bantuannya meresepkan obat untuk meredam semua keluhan itu, agar tidak merongrong jiwa dan emosi kita. Sejatinya kepribadian kita daya tarik bagi siapa pun yang bisa lebih menonjol dari sekadar kehalusan kulit belaka.

Orang tidak melihat lagi betapa tipis rambut kita, betapa sudah tidak ramping sosok kita, betapa sudah kendur kulit kita, kalau ada yang menonjol dalam kepribadian kita. Lalu buat apa menolak dan mencemaskan kenyataan semua perubahan yang fana itu. Personalitas kita sebagai istri, bunda dan sahabat bagi siapa saja akan jauh lebih baka dari semua itu.



sumber dari: combiphar.com/id/healthy-living

GLA Complex membantu wanita hadapi menopause







GLA Complex mengandungi Gamma-Linolenic Acid dan Omega-6 yang membantu masalah simptom pra-menopause ini. 

Selain itu GLA juga dapat:

  • Mengawal-selia estrogen dan testoteron - GLA membentuk prostaglandin untuk mengawal-selia hormone lelaki dan wanita, memperbaiki simptom PMS seperti kesakitan, mood swing, retensi air dan sakit payudara.
  • Melambatkan menopaus - Memperbaiki keadaan menopaus sepertihot flashes, insomnia, ketidakhadaman, depresi. Pengambilan jangka akan melambatkan penuaan, mengetatkan uterus, memberi tone untuk kulit lebih muda.
  • Memperbaiki inflamasi kulit - Ianya mengurangkan inflamasi kulit, eczema, alergi, kegatalan, kulit kering, memperbaiki bintik penuaan, tinea, kurap. Ianya juga meringankan sakit dan bengkak yang terjadi dari rheumatisma, artritis.
  • Memperbaiki tekstur rambut - Memperbaiki rambut kering dan keadaan rambut gugur.
  • Pelangsingan dan menghalang berat badan - Merendahkan kolestrol LDL, menghalang penambahan berat badan dengan berkesan, memberi tone pada kulit dan otot untuk wanita secara berperingkat untuk mencapai bentuk badan cantik, menghalang penambahan berat badan. Ambil semasa perut kosong untuk mengelak keasidan hiper.



sumber dari: kabinetvitamin.blogspot.com/

7 Alasan Seks Tetap Menyenangkan







Ketika seorang wanita mengalami menopause atau terhentinya siklus menstruasi yang berkaitan dengan bertambahnya usia secara fisiologis, bukan berarti kehidupan seksnya berakhir. Tak sedikit dari mereka yang justru gairah seksualnya semakin menggelora di usia 50 tahun ke atas.

Bila Anda mampu menjaga kondisi kebugaran dan kesehatan dengan baik, pertambahan usia dan perubahan fisiologis seperti menopause bukanlah alasan yang membuat kehidupan seksual harus meredup. Setidaknya ada 7 alasan mengapa seks tetap menyenangkan meski telah memasuki masa menopause.

1. Tidak terganggu

Saat usia Anda dan pasangan sudah 50 tahun ke atas, hubungan intim relatif tidak menemui banyak gangguan. Gangguan itu berupa siklus bulanan atau menstruasi, juga tida terganggu akan keberadaan anak-anak di rumah. "Anda bahkan bisa berhubungan seks di setiap ruangan di rumah," kata Irwin Goldstein, MD, Direktur San Diego Sexual Medicine di Rumah Sakit Alvarado. "Dengan demikian, Anda akan memiliki kehidupan seks yang luar biasa," imbuhnya.

2. Tak khawatir hamil

Seks di usia 40 tahun masih memiliki risiko kehamilan. Margaret E Wierman, MD, ahli fisiologi dan biofisika di University of Colorado Health Sciences Center di Denver, mengatakan, semua kekhawatiran itu hilang setelah wanita mengalami menopause. Anda tidak lagi memikirkan pil kontrasepsi, IUD, kondom, dan alat pencegah kehamilan lainnya.

3. Waktu berkualitas

Setelah usia 50 tahun ke atas, hubungan seks tidak akan terganggu karena tangisan anak atau mereka membangunkan Anda di tengah malam. Anda dan pasangan kini memiliki waktu yang sangat berkualitas, kata Amanda Richards, MD, seorang ahli kebidanan dan ginekolog dari Universitas Miami’s Miller School of Medicine. "Anak-anak jadi lebih mandiri, dan mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk dirinya dan hubungan mereka sendiri," ujarnya.

4. Tahu apa yang Anda mau
Menopause kadang menjadi waktu yang sangat menentukan bagi para wanita. Banyak dari mereka menyadari telah menempatkan seksualitas pada urutan paling akhir. "Jika mereka tak lekas menggunakannya, mereka akan kehilangan segalanya," kata Dr Richards.

"Ada data menyebutkan, wanita seharusnya tidak mengurangi waktu untuk dirinya sendiri seiring bertambahnya usia. Waktu luang ini akan membuat mereka lebih rileks dan nyaman, juga meningkatkan fungsi seksual dan hubungan intim," ujar Dr Wierman.

5. Anda ingin lebih

Karena usia bertambah, mungkin hormon Anda ikut menurun. Tetapi, hal ini tidak selalu berlaku seperti itu. Hasrat yang dikendalikan karena pil kontrasepsi dan alat pencegah kehamilan bisa muncul kembali. Menurut Dr Richards, caranya adalah dengan melakukan manajemen hormon yang tepat. Namun, sebaiknya terapi penggantian hormon estrogen dan progestin tidak dilakukan karena berisiko pada jantung dan kesehatan. Kini, terapi hormon yang meliputi testosteron tengah ditelaah para ahli sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan libido.

6. Pakai pelumas

Perubahan hormonal pada usia paruh baya memang dapat menyebabkan kekeringan pada vagina. Namun, kondisi ini jangan membuat Anda berkecil hati. Anda justru dapat bereksperimen dan menemukan pengalaman baru yang lebih menyenangkan. Salah satunya mencoba membeli pelumas di apotek terdekat. "Kekeringan vagina bisa diatasi dengan memberi pelumas. Cairan pada pelumas dapat membantu pasangan mencapai kenikmatan dalam hubungan intimnya," kata Dr Richards.

7. Masalah dengan pasangan dapat diperbaiki

Salah satu hambatan bagi wanita menopause adalah dapat berhubungan seksual tanpa terhalang siklus bulanan. Tetapi, sayangnya, pasangan mereka belum tentu siap kapan saja. Pria yang lewat usia 50 tahun banyak yang mengalami masalah ejakulasi dini, disfungsi ereksi, atau hormon yang rendah. Meski demikian, menurut Dr Richards, masalah-masalah ini tetap dapat diatasi. Wanita menopause dan pasangannya dapat secara terbuka mendiskusikan masalah mereka. Penggunaan vibrator untuk pengalaman seksual yang lebih memuaskan pun bisa menjadi jalan tengahnya.



sumber dari: health.kompas.com/read

Catatan Wanita yang Mengalami Menopause Dini





Pesona Menopause


Menopause bukan berarti masa yang suram. Banyak hikmah yang bisa diambil dari  fase  ini,  seperti pengalaman Diah Daruwati ketika ia mengalami menopause dini.

Desember  2005

Bulan ini usia saya tepat 40 tahun, bertepatan dengan bulan Ramadan. Tapi anehnya,
haid saya tidak kunjung datang, sementara sampai bulan lalu haid saya teratur.
Saya pikir mungkin saya stres menghadapi pekerjaan kantor. Diam-diam sebetulnya saya
senang, karena tidak mengalami sakit perut seperti biasanya jika saat saya haid.
Dan lagi, berarti saya bisa puasa penuh satu bulan.

Tapi karena sering buang air kecil, terutama setelah buka puasa, saya tidak bisa
salat tarawih berjamaah di masjid. Keringat rasanya juga bertambah banyak, dan
mengucur sepanjang hari. Akibatnya  saya jadi kurang percaya diri, terutama jika
sedang kerja di  kantor.

Menurut para staf di kantor, saya juga berubah secara emosional. Kata mereka, kini
saya lebih welas asih. Apakah berarti saya tidak setegas dulu? Memang, jika
diperhatikan, mood saya cepat berubah-ubah, kadang mudah terharu, tapi juga cepat
tersinggung. Lebih sensitif.

Namun yang menjadi beban pikiran saya adalah perubahan dalam urusan  seksual.
Entah kenapa, saya jadi kurang bergairah jika ‘didekati’ suami. Padahal kami menikah baru
6 tahun.  Saya sudah mencoba memakai krim dari toko obat yang katanya manjur untuk
membangkitkan gairah seksual. Bukannya berhasil, justru membuat saraf saya 'kebal rasa'.
Februari 2006
Ini bulan ketiga saya tidak mengalami haid. Rasanya, kecil kemungkinan kalau
saya hamil – apalagi saya sudah mengetesnya dengan
test pack dan hasilnya negatif.
Dari beberapa referensi yang saya baca, apa yang saya alami ini adalah gejala
menopause.

Gangguan yang saya alami bertambah parah. Saya semakin sering buang air kecil,
keringat bertambah banyak sepanjang hari, tubuh cepat lelah, ditambah lagi sering
sakit kepala, dan tidak bisa tidur tanpa sebab yang jelas. Kulit  saya juga lebih 
kering dan wajah tampak kusam. Saya sampai stres memikirkannya.

Saya belum yakin sepenuhnya bahwa ini gejala menopause, karena berhentinya haid  saya
sangat tiba-tiba. Lagipula, saya kan baru 40, belum waktunya menopause. Namun, tak urung
saya cemas juga. Saya pun memutuskan, ika bulan depan belum ada perubahan, saya akan
berkonsultasi ke dokter ahli. 
   
Maret 2006
Akhirnya saya mendatangi dokter ahli menopause – Prof. Dr. Med Ali Baziad, SpOG (K)-
yang saya ketahui namanya dari sebuah majalah. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan,
Dokter Ali memastikan bahwa saya telah memasuki menopause. Saya cukup kaget.
Bukankah seharusnya saya melewati masa perimenopause dulu? Yaitu haid muncul
tidak teratur secara bertahap, baru kemudian berhenti sama sekali. Yang terjadi
pada saya cukup mendadak. Sementara saya dan suami berencana memiliki anak kedua
--anak pertama lahir setahun lalu.
   
Pendapat yang mengatakan bahwa menopause itu 'menakutkan' dan hanya terjadi pada
wanita usia 50-an tahun, sempat membuat saya
down. Namun untungnya dokter memberi
informasi dan respon yang membuat saya tenang dan merasa nyaman. 'Banyak wanita
yang seumur hidup mereka tidak pernah haid, tapi tidak menemui masalah,' begitu
kata dr. Ali.
   
Karena gejala menopause yang saya alami cukup berat, dokter menyarankan saya untuk
melakukan terapi hormonal (
Hormone Replacement Therapy atau HRT). Sebelumnya ia
mengatakan bahwa bila saya masih ingin memiliki anak lagi, bisa diusahakan agar
saya haid kembali, karena menopause saya tergolong dini. Namun terapinya cukup
berat. Namun suami saya berpendapat lain. Baginya, yang terpenting adalah saya merasa
nyaman. Tentang anak bisa dipikirkan kemudian. Saya sungguh bersyukur  memiliki suami
yang sangat mendukung.
   
Dokter memberi saya tablet untuk HRT dan multivitamin yang harus diminum setiap
hari. Hanya berselang 3 hari, saya langsung merasakan perubahan. Gejala-gejala
menopause yang mengganggu itu hilang. Dokter juga menyarankan saya untuk rajin
berolahraga, terutama jalan kaki, agar metabolisme tubuh berjalan lebih baik, serta
banyak makan bengkuang yang kaya akan fitoestrogen (estrogen alami).


Seperti dikisahkan kepada Pesona.



sumber dari: pesona.co.id/sehat

10 Fakta Kehidupan Seks Wanita Setelah Menopause






SAAT menginjak masa menopause, banyak wanita merasa bingung dengan rumor-rumor terkait dengan kehidupan seks mereka. Sebaiknya kenali dulu beberapa hal terkait kehidupan seks wanita pasca menopause, karena memang ada beberapa yang mengandung kebenaran bukan mitos.

Berikut 10 hal-hal yang benar-benar terjadi pada kehidupan seks wanita setelah menginjak masa menopause:

1. Vagina Berubah
Setelah menopause, vagina memang akan mengalami beberapa perubahan karena hilangnya estrogen. Namun, kebanyakan perubahan itu tidak bisa terdeteksi oleh mata. Dengan kata lain, tidak ada perubahan seperti mengerut dan membuat vagina terlihat seperti terpangkas.
"Banyak wanita tidak mengalami perubahan seperti itu sama sekali," kata ginekolog, Hope Ricciotti, MD, seperti yang dilansir laman Womans'Day.
Aliran darah ke vagina pun berkurang setelah menopause, oleh karena itu seks adalah cara terbaik agar anda tetap sehat. Menurut Ricciotti, tetap melakukan hubungan seks akan merangsang aliran darah ke vagina dan menjaga tubuh agar tetap sehat.

2. Cairan Lubrikasi Berkurang
Salah satu realitas seks setelah menopause adalah kekeringan vagina. Hal ini hampir terjadi pada semua wanita.
"Untuk kehidupan seks yang sehat dan nyaman setelah menopause, lubrikasi atau pelumas adalah kuncinya," kata Sari Locker, seorang pakar seks dan penulis buku The Complete Idiot's Guide to Amazing Sex.
Jika anda belum pernah menggunakan pelumas sebelumnya, jangan malu untuk mulai memakainya. Menurut Locker, terlalu banyak wanita yang merasa diintimidasi saat menggunakan pelumas karena mereka berpikir harus memakai metode yang kuno.
"Faktanya di kehidupan modern seperti sekarang, pelumas yang sensual dan berbasis air benar-benar bisa meningkatkan kehidupan seks selain membuatnya lebih nyaman. Misalnya Play More Lubricant bisa membuat wanita merasa memiliki cairan lubrikasi yang alami, licin, dan lembut," kata Locker lebih lanjut.

3. Cara pandang terhadap diri Anda berubah
Banyak perubahan yang terjadi selama menopause tidak hanya bersifat fisik, tapi juga menta. Menopause bisa mengubah cara pandang wanita tentang tubuh dan kehidupan seksual mereka serta harga dirinya. Untuk mengatasi itu, cobalah hal-hal kecil seperti bermain musik seksi untuk meningkatkan kepercayaan diri anda.

4. Masih berisiko terkena Penyakit Menular Seksual (PMS)
Banyak wanita menopause tidak sadar bahwa mereka masih berisiko terkena HIV atau penyakit menular seksual lainnya, sehingga mereka tidak sibuk menggunakan kondom karena tidak khawatir akan risiko hamil. Tapi hal itu justru menyebabkan meningkatnya insiden HIV pada kelompok usia di atas 50 tahun.

5. Harus berusaha sedikit lebih keras untuk mencapai orgasme
Anda bisa saja orgasme hingga puluhan kali dalam satu malam, tapi kenyataannya selama atau setelah menopause, anda mungkin harus bekerja sedikit lebih keras untuk mencapai satu atau dua orgasme.
Jangan biarkan hal itu membuat performa anda turun. Ingatlah bahwa anda tidak bisa bersaing dengan memori saat muda. Usia 50 tahun bukanlah 20 tahun. Tetap cintai setiap aspek diri anda dan dengan usia 50 tahun.

6. Gairah seks bisa naik atau turun
Menopause bisa memberi efek berbeda bagi setiap orang. Saat satu wanita gairah seksnya menurun, wanita lain justru dengan pola pikir yang benar, gairah seksnya meningkat.
Untuk beberapa wanita, ada lonjakan adrenalin yang bisa mendorong anda untuk mencoba hal baru dan mengubah pola pikir. Selanjutnya anda akan melewati hidup di usia 50 tahun, 60, tahun dan seterusnya dengan pola pikir petualang.

7. Kebutuhan untuk hubungan yang lebih intim bisa meningkat
Setelah menopause, wanita masih ingin berhubungan intim, tapi mereka ingin yang jauh lebih intim lagi, Untuk mendapat keintiman yang lebih, foreplay harus dimulai saat pagi hari dengan ciuman, tepukan lembut di bokong, menyentuh tangan, atau membisikkan sesuatu yang menyenangkan saat hari beranjak siang.
Hal ini bisa memperbesar keinginan berhubungan intim dan mendorong gairah seks. Kedua pasangan bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencurahkan perhatian dan menikmati pengalaman seksual mereka sepenuhnya.

8. Dinding vagina mungkin menjadi lebih tipis
"Salah satu masalah kehidupan seks terbesar setelah menopause yaitu, menurunnya kadar estrogen yang bisa menyebabkan penipisan dinding vagina.
Menipisnya dinding vagina ditambah berkurangnya cairan lubrikasi bisa jadi hal yang menyakitkan. Jika anda mengalami hal tersebut, maka sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter supaya mendapat terapi atau krim estrogen.
Terapi estrogen termasuk krim tropikal terbukti memiliki efek positif, meskipun karena potensi masalah kesehatan lainnya, setiap penggunaan estrogen temasuk dengan konsumsi kedelai harus dibicarakan lebih rinci dengan dokter anda.

9. Banyak olahraga bisa tingkatkan gairah anda
Dr Ricciotti mengingatkan pasiennya bahwa, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan libido yaitu dengan pola hidup sehat termasuk banyak olahraga. Ia berpendapat bahwa dorongan seks dan fungsi organ seksual merupakan bagian dari kesehatan secara holistik.
" Jika anda tidak sehat secara fisik atau emosional, gairah seks anda pasti akan menurun. Mendapat energi dari diet sehat dan olahraga teratur disertai istirahat cukup dan mental yang sehat, menjadi kunci dorongan seks yang sehat," kata Dr Ricciotti.

10. Kehidupan seks anda tidak akan berubah secara dramatis
Perkiraan terhadap kehidupan seks setelah menopause akan baik atau tidak bisa dilihat melalui kehidupan seks sebelum menopause. Wanita yang bahagia dengan kehidupan seks premenopause, lebih mungkin mempertahankan kepuasan hubungan seksnya setelah mereka menopause.



sumber dari: jpnn.com/

Antara Gejala Menopause








sumber dari: semuasihatselalu.blogspot.com/

Saturday, 8 March 2014

Apakah saya mengalami menopause?




menopause


Assalamualikum, Dr. Zubaidi ,   Saya berumur 45 tahun dan belum berkahwin . Situasi saya pernah menjalani major operation sebanyak 3 kali berkaitan dgn perut iaitu endometriosis , hernia dan yg terakhir usus bocor pada penghujung tahun 2011. Sejak dari itu saya hanya didatangi haid pada Jan 2012 selepas itu pada bulan Mac , Jun 2012 dgn pengeluaran haid yg byk . Seterusnya bulan Sept jumlah yg sedikit , Nov 2012 terlalu sedikit saja . Sejak dari itu saya tidak didatangi haid sehingga skrg sedangkan sebelum pembedahan pada 2011 putaran haid saya adalah normal . Tidak pernah mengalami masalah sengugut. Soalan saya, adakah  saya sedang mengalami pre menopause . Di harap Dr. dapat membantu saya . TQVM Dr. Zubaidi .

Walaikum mus salam. Saya bersimpati dengan masalah yang puan hadapi dan bersyukur kerana puan dapat bersabar dengan dugaan yang ALLAH berikan. Saya percaya puan adalah manusia yang mempunyai iman yang kuat.

Jika puan tidak pasti sama ada puan sudah memasuki fasa menopause atau tidak, maka puan haruslah melakukan ujian hormone estriodiol dan FSH. Ia  boleh dilakukan di mana-mana klinik swasta. Saya juga ada menulis mengenai keadaan ‘perimenopause’  di dalam blog, puan boleh membacanya di http://drzubaidi.com/blog/?p=2951

Walau bagaimana pun selalunya wanita itu sendiri dapat merasakan bahawa dirinya telah memasuki perimenopause. Mereka telah mula merasa tanda-tanda atau symptom-simptom seperti rasa badan panas, berpeluh waktu malam, sukar tidur dan  mengalami kitaran haid yang tidak menentu.

menopause01

Tidak semua wanita yang mengalami masalah ini memerlukan ubat-ubatan.

Perlu diingat bahawa wanita yang mengalami masalah perimenopause masih lagi mengalami haids walaupun ia tidak menentu. Keadaan ini boleh berlangsung sehingga 5-6 tahun. Mereka mengalami haid yang tidak teratur, dan berlaku jarang-jarang. Selalunya banyak darah yang keluar.

Apabila seorang wanita itu tidak datang haid selama setahun, maka ia dikatakan telah mengalami menopause.

Satu lagi keadaan dinamakan sebagai “Premature Menopause” berlaku apabila seorang wanita berumur kurang dari 40 tahun telah mengalami menopause. Ia berlaku pada 1% di kalangan wanita akibat kegagalan kelenjar ovary berfungsi secara baik, keadaan ini juga dinamakan sebagai “premature ovarian failure”. Sementara 6% berlaku akibat pembedahan sistem reproduksi, kemoterapi dan radiate di bahagian pelvis.

Wanita yang mengalami masalah ‘Premature Menopause’ selalunya tanda-tanda yang dihadapi lebih teruk terutama bagi wanita yang telah menjalankan pembedahan atau rawatan kemoterapi.

Ia juga memberikan bebanan sexual, sosial dan psikologi terutama bagi wanita muda yang baru berkahwin.

Selain itu doktor juga akan memeriksa jika wanita itu mengalami kemurungan, kekurangan sel darah merah (anaemia), diabetes atau masalah thyroid (hypothyroidism) yang boleh juga menyebabkan masalah seperti ini.

Pemeriksaan darah untuk hormone FSH adalah penting bagi memastikan sama ada masalah ini disebabkan oleh menopause atau masalah yang lain seperti yang disebutkan tadi.

Saya juga mencadangkan wanita-wanita ini menggunakan herba Ekstrak Kacip Fatimah keluaran UTM bagi mengurangkan kesan-kesan menopause yang biasa dialami seperti panas badan, kekeringan faraj dan mood yang tidak menentu.

Ia boleh diamalkan sebagai suplemen, kerana memberikan tenaga kepada wanita dan menggalakkan pembentukan sel darah merah.

Mohon rujuk nota dan artikel di https://www.facebook.com/EkstrakKacipFatimah untuk manfaat lain.

Semoga dipermudahkan.  Wallahu a’lam dan Wassalam.



sumber dari: http://drzubaidi.com/blog/

peristiwa alamiah yang dialami perempuan berusia di atas 45 tahun






MENOPAUSE adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Periode transisi menopause dihitung dari periode menstruasi terakhir diikuti dengan 12 bulan periode amenorea (tidak mendapatkan siklus haid).

Usia rata-rata menopause berkisar 43 - 57 tahun namun tidak ada cara yang pasti untuk memprediksi kapan seorang wanita akan memasuki masa menopause. Selain itu, faktor keturunan juga memiliki peran di sini, seorang wanita akan mengalami menopause pada usia tidak jauh berbeda dari ibunya. Bila seorang wanita telah mengalami masa menopause, maka siklus menstruasi akan berhenti secara permanen. Namun ada beberapa perempuan yang mengalami berhentinya haid ini di usia sangat muda, inilah yang dikenal dengan istilah menopause dini.

Menopause dini adalah suatu keadaan di mana fungsi ovarium (indung telur) dan menstruasi berhenti sebelum usia 40 tahun. Kondisi ini bisa memengaruhi kesejahteraan hidup perempuan. Usia memang menjadi pemicu utama menopause.

Kondisi ini merupakan sisi lain dari pubertas, akhir dari usia subur, yang disebabkan oleh melambatnya fungsi ovarium. Selain itu, menopause juga disebabkan operasi tertentu dan pengobatan medis. Penanganan medis ini termasuk pengangkatan ovarium, kemoterapi, dan terapi radiasi panggul. Pengangkatan rahim tanpa mengangkat ovarium kemungkinan tidak akan memicu menopause.

Perempuan yang merokok cenderung mengalami menopause beberapa tahun lebih awal dibandingkan mereka yang tidak merokok. Belum ada cara pasti memperhitungkan usia menopause. Hanya perempuan yang tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, tanpa penyebab yang jelas, yang bisa dikatakan sudah menopause.

Menopause alami terjadi secara bertahap. Ovarium tidak berhenti dengan tiba-tiba, tetapi melambat secara perlahan. Masa perubahan ke menopause dikenal dengan perimenopause. Selama masa perimenopause, masih ada kemungkinan untuk hamil. Meskipun menstruasi tidak bisa diprediksi, ovarium masih berfungsi dan masih bisa ovulasi.

Begitu menopause mendekat, periode menstruasi akan berubah. Tetapi perubahan tersebut bisa bervariasi pada setiap perempuan. Ada yang makin pendek atau lama, makin banyak atau berkurang, dengan waktu yang lebih lama atau lebih singkat di antara periode. Perubahan seperti ini adalah normal adanya. Tetapi bila kita mengalami perdarahan berat atau jarak periode terlalu dekat, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Gejala lain dari menopause misalnya:

Hot Flashes (Kilas Panas)

Gejala ini umum dialami perempuan menopause. Hot flashes merupakan perasaan panas yang muncul sebentar dan membuat wajah serta leher memerah. Selain itu, bisa juga menyebakan munculnya bintik merah di dada, punggung dan lengan. Kondisi ini kemungkinan diikuti oleh keringat dan perasaan dingin.

Intensitas kilas panas berbeda-beda dan umumnya bertahan antara 30 detik hingga 10 menit. Kita bisa mengatasi masalah ini dengan mengenakan pakaian tipis, menggunakan kipas angin, olahraga teratur, menghindari makanan pedas dan panas, serta mengontrol stres.

Gangguan Tidur

Kilas panas yang terjadi di malam hari bisa mengganggu tidur dan menyebabkan munculnya keringat. Cobalah trik berikut: gunakan kipas angin di kamar, hindari selimut tebal, kenakan pakaian dari katun ringan atau material tipis lainnya di malam hari, sediakan kain basah di dekat kita. Dengan begitu, kita bisa langsung mendinginkan diri begitu kilas panas muncul.

Gangguan Seks

Menurunnya produksi estrogen bisa memicu keringnya ******. Hal ini akan membuat hubungan intim terasa sakit. Selain itu, menopause juga bisa mengubah libido.

Kontrol Gejala Kronis
Jika gejala-gejala menopause mengganggu aktivitas, berkonsultasilah dengan dokter. Dokter bisa membantu dalam mempertimbangkan perlu tidaknya terapi hormon dan obat yang diresepkan lainnya, seperti pil KB dosis rendah pada masa perimenopause, antidepressant, obat tekanan darah, krim ****** serta terapi lainnya. Selain itu, dokter juga bisa menganjurkan penyesuaian gaya hidup, seperti diet, olahraga, tidur dan mengontrol stres.

Terapi Hormon Pengganti

Meskipun menopause dini tidak diharapkan, namun wanita yang telanjur mengalami menopause dini tidak perlu cemas, karena hal ini bisa diatasi dengan terapi hormon estrogen. Terapi ini bisa meredakan gejala-gejala menopause. Diharapkan dengan terapi ini mampu mengembalikan hormon estrogen yang telah berkurang.

Berikut tips pencegahan menopause dini.

1. Hindari makanan instan. Makanan cepat saji tidak mengandung gizi seimbang. Kandungan kolesterol tinggi dalam makanan tersebut akan menurunkan kebugaran.

2. Perbanyak makanan mengandung fitoestrogen. Fitoestrogen bisa ditemukan pada buah-buahan seperti pepaya, bengkoang, teh hijau, kacang kedelai. Bisa juga didapat dari biji-bijian gandum, wijen, biji bunga matahaari dan kacang tunggak.

3. Terapkan pola hidup sehat, yakni mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak merokok, minum minuman beralkohol, dan cukup istirahat.

4. Olahraga teratur. Selain membuat tubuh segar, olahraga teratur juga melancaarkan peredaran darah, menguatkan tulang dan membantu produksi hormon. Pilihlah olahraga sesuai minat, seperti senam, jogging atau lari pagi.

5. Perbanyak konsumi buah dan sayur. Buah dan sayuran mengandung banyak serat yang baik bagi kesehatan




sumber dari: http://forum.viva.co.id/kesehatan/

Pengaruh Bahan Kimia Terhadap Menopause




menopause


Beberapa jenis bahan kimia yang sengaja atau tidak sengaja terkonsumsi oleh tubuh, ternyata bisa mempengaruhi siklus terjadinya menopause.  Sebagian besar diantaranya justru memicu timbulnya menopause dini dan hanya sebagian kecil saja yang bisa digunakan untuk menunda atau mengobati gejala menopause yang telah terjadi. Apa saja pengaruh bahan kimia terhadap menopause yang telah atau akan terjadi?

Berikut ini beberapa pengaruh bahan kimia terhadap menopause sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:
  • Kemoterapi dan radiasi. Penggunaan kemoterapi dan radiasi dalam pengobatan kanker, bisa mengakibatkan terjadinya menopause dini. Hal ini disebabkan radiasi sinar-X yang digunakan dalam pengobatan bersifat merusak estradiol hormon esterogen.
  • Obat pelangsing. Rata-rata obat pelangsing menggunakan bahan kimia bernama Sibutramin Hidroklorida. Obat ini bekerja dengan menekan nafsu makan pada susunan syaraf pusat. Efek samping yang ditimbulkan salah satunya adalah menopause dini. Timbulnya menopause dini ini disebabkan gangguan susunan syaraf sensorik yang memerintahkan kelenjar hormon untuk membentuk hormon esterogen.
  • Lapisan anti lengket. Lapisan anti lengket yang biasa ditemukan pada peralatan memasak seperti panci dan wajan, ternyata dapat memicu terjadinya menopause dini. Senyawa kimia bernama perfluorocarbons/PFCs merupakan sejenis senyawa kimia yang bisa berubah akibat pemanasan dan ikut larut dalam makanan.
  • Make-up dan hairspray. Beberapa waktu belakangan ini diketahui bahwa kandungan senyawa kimia pada make-up dan hairspray ternyata bisa memicu timbulnya menopause dini.
  • Terapi hormon esterogen. Terapi hormon esterogen yang biasa digunakan untuk menghilangkan gejala menopause apabila digunakan dalam jangka panjang akan memperbesar resiko kanker serviks dan kanker payudara.
Sebagian besar pengaruh bahan kimia terhadap menopause memang memberikan kontribusi negatif pada tubuh, walaupun pada mulanya digunakan untuk pengobatan menopause. Namun setelah dilakukan penelitian lebih jauh, bahan sintetis kimia buatan yang berupa esterogen buatan ternyata menjadi penyebab peningkatan resiko kanker serviks dan kanker payudara. Akan lebih baik jika wanita selalu berusaha melakukan pola hidup sehat dengan konsumsi makanan sehat seimbang dan rajin melakukan olahraga.



sumber dari: http://pondokibu.com/

Makanan Yang Sebaiknya Dikonsumsi Wanita Menopause






Saat usia menopause, kalsium sangat penting untuk tubuh yang sehat. Terutama untuk wanita yang ingin memiliki tulang yang kuat dan sehat. Kita sering menderita masalah kesehatan seperti anemia dan osteoporosis karena kurangnya asupan kalsium sehari-hari. Kalsium juga diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan pembentukan sel darah. Wanita menopause harus mengkonsumsi makanan yang kaya kalsium dalam menu harian untuk tetap sehat dan mempertahankan tulang yang kuat saat mengalami menopause. Makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi bagi wanita menopause? 


1. Susu
Susu merupakan salah satu sumber terbesar kalsium yang harus dimasukkan dalam menu harian wanita menopause. Selain memperkuat tulang, susu juga dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah dehidrasi.

2. Keju
Produk yang berasal dari susu ini juga merupakan sumber kalsium. Keju parmesan adalah salah satu keju sehat yang sangat kaya akan kalsium.

3. Salmon
Ikan salmon merupakan salah satu ikan yang sangat kaya akan kalsium dan vitamin D. Wanita menopause sebaiknya mengkonsumsi ikan ini dalam menu hariannya.

4. Bayam
Sayuran hijau adalah makanan super yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Salah satu sayuran hijau yang mengandung banyak kalsium yaitu bayam. Bayam kaya akan kalsium dan vitamin penting lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh wanita.

5. Brokoli
Wanita menopause harus memiliki makanan yang kaya kalsium seperti sayuran hijau dalam menu harian mereka untuk tetap sehat dan kuat saat bertambah tua. Brokoli bisa menjadi alternatif sayuran hijau yang kaya akan kalsium.

6. Almond
Kacang almond merupakan camilan sehat dengan kandungan kalsium yang banyak. Wanita menopause harus mengkonsumsi makanan berserat ini karena kaya akan kalsium dan vitamin.

7. Udang
Udang adalah jenis makanan laut yang sehat dan juga merupakan sumber makanan yang kaya kalsium. Walaupun udang kaya akan kalsium, Tetapi ingat, jangan makan udang secara berlebihan karena bisa menyebabkan alergi makanan.

8. Susu kedelai
Susu kedelai adalah produk susu dari olahan kedelai yang dikenal memiliki kandungan kalsium yang melimpah di dalamnya. Minuman ini dapat memperkuat tulang dan juga meningkatkan pembentukan sel darah merah.

9. Daun pepaya
Mengkonsumsi daun pepaya dipercaya dapat memperkuat tulang dan gigi Anda. Kandungan alaminya dipercaya bisa membuat gigi lebih kuat dan lebih sehat.
Inilah sembilan makanan sehat untuk wanita menopause. Ingat, menopause membuat wanita rentan mengalami patah tulang dan masalah tulang lainnya karena kekurangan kalsium. Jadi, mulai sekarang Anda bisa rutin mengkonsumsi kesembilan makanan di atas. Suplemen untuk memperkuat tulang Anda juga bisa Anda konsumsi seperti alpha gel bovine collagen.



sumber dari: http://pondokibu.com/

Tanda Dan Gejala Menopause






Bosan membahas blogger yang impoten, kali ini saya akan membahas tanda dan gejala menopause. Pada tulisan ini saya tidak akan membahas penyebab dan cara mengurangi gejala menopause karena kalau dibahas dalam satu tulisan akan terlalu panjang. Pembahasan tentang penyebab dan penanggulangan gejala menopause akan saya bahas di lain kesempatan.

Sebelumnya saya cuplik sedikit apa yang dimaksud dengan menopause. Seorang wanita disebut memasuki atau mengalami menopause bila yang bersangkutan tidak menstruasi lagi dalam rentang waktu 12 bulan. Usia saat seorang wanita memasuki menopause masih menjadi perdebatan sengit, tapi sebagai pegangan beberapa ahli di bidang menopause memberi ancer ancer umur antara 45 sampai 55 tahun.

Lalu apa yang terjadi saat wanita memasuki masa menopause? Untuk diketahui, gejala dan tanda menopause yang dialami seorang wanita sifatnya sangat individual. Bagi wanita yang tahan banting, mereka tidak akan terlalu merasakan gejala saat memasuki masa menopause, sebaliknya yang agak ‘perasa’ akan merasakan keluhan hebat baik fisik maupun mental. Beberapa tanda dan gejala tersebut antara lain :

Perdarahan 
Perdarahan disini adalah perdarahan yang keluar dari vagina. Tidak seperti menstruasi yang datangnya teratur, perdarahan yang terjadi pada wanita menopause tidak teratur. Gejala ini terutama muncul pada saat permulaan menopause. Perdarahan akan muncul beberapa kali dalam rentang beberapa bulan untuk kemudian berhenti sama sekali. Karena munculnya pada masa awal menopause, gejala ini sering disebut gejala peralihan.

Rasa panas dan keringat malam
Rasa panas sering dialami wanita yang memasuki masa menopause. Perasaan ini sering dirasakan mulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh. Rasa panas ini sering disertai dengan warna kemerahan pada kulit dan berkeringat. Perasaan ini sering terjadi selama 30 detik sampai dengan beberapa menit. Meskipun penjelasan tentang fenomena ini belum diketahui dengan pasti namun diduga terjadi akibat dari fluktuasi hormon estrogen. Seperti diketahui, pada saat menopause, kadar hormon estrogen dalam darah akan anjlok secara tajam sehingga berpengaruh terhadap beberapa fungsi tubuh yang dikendalikan oleh hormon ini.

Sampai saat ini belum ditemukan metode untuk memperkirakan pada usia berapa penomena ini akan muncul dan kapan akan berakhir. Rasa panas ini bahkan sudah terjadi sebelum seorang wanita memasuki masa menopause. Gejala ini akan menghilang dalam 5 tahun pada sekitar 80% wanita, sisanya akan terus mengalaminya sampai dengan 10 tahun.
Sialnya, disamping rasa panas dan kemerahan, penderitaan wanita yang sedang menopause juga ditambah dengan keringatan di malam hari. Gejala ini tentu akan menganggu tidur yang menyebabkan wanita yang mengalaminya akan selalu kurang tidur.

Gejala pada vagina
Gejala pada vagina muncul akibat dari perubahan yang terjadi pada lapisan dinding vagina. Vagina menjadi kering dan kurang elastis akibat dari penurunan kadar estrogen. Selain itu muncul pula rasa gatal pada vagina dan yang lebih parah adalah rasa sakit saat berhubungan seksual. Perubahan pada vagina ini juga mengakibatkan wanita menopause rentan terhadap infeksi vagina.

Gejala perkemihan
Perubahan yang terjadi pada lapisan vagina juga terjadi pada saluran urethra. Urethra adalah saluran yang menyalurkan air seni dari kandung kemih ke luar tubuh. Saluran urethra juga akan mengering, menipis dan berkurang keelastisannya akibat dari penurunan kadar estrogen. Perubahan ini akan menyebabkan wanita menopause rentan terkena infeksi saluran kencing, selalu ingin kencing dan ngompol.

Gejala emosional dan kognitif
Wanita yang akan memasuki masa menopause sering mengalami gejala emosional dan kognitif yang bervariasi. Gejala ini antara lain, kelelahan mental, masalah daya ingat, lekas marah, dan perubahan mood yang berlangsung cepat. Sangat sulit untuk mengetahui gejala yang manakah yang dipengaruhi oleh perubahan hormon. Perubahan emosional ini terkadang tidak disadari oleh wanita yang sedang menopause sehingga perlu pendekatan khusus untuk masalah ini. Pendekatan ini untuk meyakinkan wanita tersebut atas apa yang sedang diderita. Keringat dingin yang muncul juga memberi kesan kelelahan fisik akibat dari kurang tidur.

Perubahan fisik yang lain
Perubahan fisik lainnya antara lain perubahan distribusi lemak tubuh yang mana pada wanita menopause lemak akan menumpuk pada pinggul dan perut. Perubahan tekstur kulit, kerutan kulit, dan terkadang disertai dengan jerawat.

Setelah sekian lama membahas tubuh manusia yang segar segar, tidak apa khan sekali sekali membahas yang sudah uzur. Kita tidak bisa menutup mata, kelak kita pasti akan mengalaminya. :) Dibaca sebanyak 46 kali. Terima kasih.



sumber dari: http://www.blogdokter.net/2008/03/10/tanda-dan-gejala-menopause/

berhentinya masa kesuburan




apa itu menopouse

Menopause merupakan salah satu peristiwa yang paling menentukan dan harus dihadapi dalam rentang kehidupan seorang wanita. Beberapa wanita merasa takut, sementara yang lain malah menunggu-nunggu akan datangnya menopause.

Bagi sebagian wanita yang takut akan datangnya menopause karena akan membuat mereka merasa tidak menarik, kesepian, tidak berguna dan tidak berdaya. Mereka juga sedih karena tidak subur dan tidak muda lagi. Bagi sebagian lain, datangnya menopause malah membuat mereka memiliki kesempatan baru dalam hidup secara fisik, emosi, seksual dan spirit. Mereka malah antusias karena “terlepas” dari kewajiban melahirkan dan sindroma pra-haid.

Apakah arti menopause itu sendiri? Menopause merupakan pengertian dari berhentinya masa kesuburan dan masa reproduksi wanita yang ditandai dengan berhentinya masa menstruasi atau siklus bulanan seiring bertambahnya usia dan penurunan hormon. Menopause berasal dari kata “mens” yang artinya siklus menstruasi dan “pausis yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya penghentian. Dapat disimpulkan secara singkat Menopause merupakan masa berhentinya siklus menstruasi seorang wanita.

Menopause dalam bahasa biologis merupakan akhir dari siklus kehidupan menstruasi seorang wanita yang terjadi di pertengahan usia empat puluh tahun keatas. Selama masa transisi ini, ovarium mulai melemah sehingga tingkat gairah seksual pun semakin menurun secara alami dari hormon esterogen dan progesteron. Hormon estrogen berfungsi sebagai pengawas siklus ovulasi yakni saat indung telur mulai melepas sel telur ke dalam tuba fallopi dan mengembangkan payudara wanita serta rahim. Hormon estrogen memiliki pengaruh yang cukup besar dalam tingkat kesehatan wanita baik fisik maupun psikologis (emosional). Hormon progesteron bertugas mengawasi menstruasi dan mempersiapkan rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.

Perimenopause adalah periode gradual yang membuat perubahan menuju menopause. Periode-periode ini dimana seorang perempuan mengalami perubahan tubuh, perasaan dan hormon. Proses ini dapat terjadi perlahan-lahan selama bertahun-tahun. Climacteric adalah kata lain dari waktu dimana seorang perempuan melewati tahun-tahun reproduktif ke non-reproduktif. Pada masa perimenopause, estrogen yang dihasilkan dari indung telur cenderung melambat. Level hormon menjadi fluktuatif (naik turun) yang menyebabkan perubahan sperti halnya yang terjadi pada seseorang ketika memasuki masa remaja. Tetapi bagi banyak perempuan, perubahan-perubahan yang terjadi menuju menopause ini terjadi lebih intens daripada ketika memasuki masa pubertas. Waktu setelah menopause terjadi disebut postmenopause.

Jenis-jenis menopause antara lain adalah surgical menopause (menopause yang berhubungan dengan pengobatan) dan stress menopause. Surgical menopause terjadi jika indung telur dipindah atau rusak, misalnya karena kemoterapi. Dalam hal ini, menopause akan terjadi segera tanpa munculnya perimenopause. Stress menopause terjadi apabila perempuan di akhir usia 30-an atau lebih tidak mendapat haid dalam jangka waktu yang lama. Ini dapat disebabkan karena stress, kemoterapi, sedih, bulimia, anemia atau gerak badan yang berlebihan.

Apa tanda-tandanya seorang perempuan akan menopause? Ketika menopause akan datang biasanya periode haid menjadi tidak teratur, terjadi secara berdekatan atau saling berjauhan. Misalnya bulan Mei jadwal haid tanggal 7. Lalu akhir bulan di bulan yang sama haid datang lagi (misalnya tanggal 26). Tetapi di bulan Juni haid datang malah di akhir bulan, misalnya tanggal 29 Juni. 

Ciri-ciri lainnya adalah :

* Tulang sendi terasa sakit
* Susah berkonsentrasi
* Sakit kepala
* Berkeringat pada malam hari
* Mempunyai kondisi umum yang biasanya terdapat pada PMS
* Perubahan dalam nafsu seksual
* Berkeringat banyak
* Insomnia
* Sering bangun terlalu pagi
* Perubahan mood
* Vagina terasa kering
* Buang air kecil secara frekuentif

Antara perempuan yang satu dengan perempuan yang lain memiliki ciri-ciri yang berbeda, ada yang hanya memiliki satu ciri dan ada juga yang memiliki semua ciri diatas.

Pengalaman perempuan selama menopause juga dapat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi didalam kehidupannya seperti : anak yang telah meninggalkan rumah, perubahan dalam urusan sosial domestik dan hubungan personal, perubahan dalam identitas & imej tubuh, perceraian atau karena menjanda, pensiun, tegang menghadapi ketuaan dan kematian, kehilangan teman, orang yang tercinta dan masalah keuangan, tanggung jawab yang bertambah sehubungan dengan usia yang menua, tidak mampu dan perasaan kesepian, dan lain sebagainya.



sumber dari: http://pondokibu.com/apa-itu-menopause

Gejala Menopause




Menopause Wanita, atau akhir menstruasi. Pengertian Menopause adalah fase yang terjadi pada setiap wanita dan biasanya antara usia 40 dan 55. Sebagai seorang wanita lanjut usia, ovariumnya melepaskan telur kurang teratur dan pada akhirnya berhenti total. Pada saat yang sama, ovarium menghasilkan lebih sedikit estrogen dan hormon seks progesteron.

Estrogen mempengaruhi banyak organ dan jaringan dalam tubuh, sehingga saat gejala menopause, seluruh tubuh melewati banyak perubahan. Untuk sepertiga dari wanita, perubahan ini akan terlewati tanpa menimbulkan ketidaknyamanan fisik. Untuk ketiga lainnya, mungkin ada beberapa ketidaknyamanan fisik kecil, sedangkan untuk perempuan yang tersisa, mungkin ada gejala menyedihkan yang dengan bantuan medis dapat dicari solusinya.

Gejala Menopause ditandai dengan adanya rasa panas di tubuh, insomnia, kelelahan, mudah marah, vagina kering dan osteoporosis.


Menopause Pada Wanita


Hal yg perlu diperhatikan pada saat ini adalah bagaimana diet, olahraga dan berhati-hati dalam penggunaan obat untuk mengatasi masalah menopause membantu wanita untuk mengatasi agar lebih baik dengan gejala menopause selama waktu ini.

Rasa panas di tubuh merupakan suatu gelombang mendadak panas, berkeringat, dan bercak merah pada kulit Anda. Ini gejolak terakhir untuk beberapa detik dan dapat terjadi beberapa kali di siang hari.

Perempuan mungkin mulai mengalami kesulitan dengan tidur, dan menemukan bahwa mereka menjadi gelisah, mudah marah atau tertekan.

Berkurangnya kadar estrogen dapat membuat dinding vagina lebih kering, kurang elastis dan lebih rentan terhadap infeksi. Jika hubungan seksual menjadi tidak nyaman, bicaralah dengan pasangan Anda dan temukan cara-cara baru untuk menikmati itu. Pelumas, atau krim estrogen dapat membantu.

Jika ada kekurangan estrogen dalam tubuh, kondisi ini dikenal sebagai osteoporosis dapat berkembang selama beberapa tahun. Kalsium keluar dari tulang, membuat mereka tipis dan rapuh yang akan menyebabkan untuk istirahat.

Sebuah diet seimbang, kaya kalsium, dan banyak latihan mengangkat beban akan membantu tulang menjadi kuat. Mulai sekarang rekomendasikan bahwa wanita pasca-menopause harus memiliki 1 gram (1000 mg) kalsium setiap hari.

Pengobatan sekarang tersedia yang dapat berhasil mengobati osteoporosis, tetapi harus sesuai oleh dokter umum di tanda-tanda awal dari kondisi untuk memaksimalkan efektivitas.

Terapi penggantian Estrogen, yaitu, mengambil dosis estrogen secara teratur, dapat memperlambat terjadinya osteoporosis, dan akan membantu untuk mencegahnya. Bicarakan dengan dokter Anda tentang kelebihan dan kekurangan dari terapi pengganti estrogen ini.

Masa menopause adalah masa perubahan besar bagi perempuan. Hal ini dapat dilihat sebagai tsnfs tengah di kehidupan dewasa, menandai perubahan dari kesuburan dan memasuki 20 atau 30 tahun yang tersisa bahwa seorang wanita dapat mengharapkan untuk menikmati hidup.

Untuk informasi lebih lanjut tentang menopause, hubungi dokter Anda, Asosiasi Keluarga Berencana, Kesehatan Wanita Pusat atau Pusat Kesehatan Masyarakat.

Demikian ulasan tentang Menopause ini, Semoga Bermanfaat.



sumber dari: http://www.sehat.info/kanal/79/mengetahui-apa-itu-menopause-wanita/

Perubahan Hormon






Dua hingga delapan tahun sebelum menopause, kebanyakan wanita menjadi tak teratur ovulasinya. Selama tahun-tahun tersebut, folikel indung telur (kantung indung telur), yang mematangkan telur setiap bulan, akan mengalami tingkat kerusakan yang semakin cepat hingga pasokan folikel itu akhirnya habis. Penelitian menunjukkan bahwa percepatan rusaknya folikel ini dimulai sekitar usia tiga puluh tujuh atau tiga puluh delapan. Inhibin, zat yang dihasilkan dalam indung telur, juga semakin berkurang sehingga mengakibatkan meningkatnya kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone - hormon perangsang folikel yang dihasilkan hipofise).

Bertolak belakang dengan keyakinan umum, kadar estrogen perempuan sering relatif stabil atau bahkan meningkat di masa pra-menopause. Kadar itu tidak bekurang selama kurang dari satu tahun sebelum periode menstruasi terakhir. Sebelum menopause, estrogen utama yang dihasilkan tubuh seorang wanita adalah estradiol. Namun selama pra-menopause, tubuh wanita mulai menghasilkan lebih banyak estrogen dari jenis yang berbeda, yang dinamakan estron, yang dihasilkan di dalam indung telur maupun dalam lemak tubuh.

Kadar testoteron biasanya tidak turun secara nyata selama pra-menopause. Kenyataannya, indung telur pasca-menopause dari kebanyakan wanita (tetapi tidak semua wanita) mengeluarkan testoteron lebih banyak daripada indung telur pra-menopause. Sebaliknya, kadar progesteron benar-benar mulai menurun selama pra-menopause, bahkan jauh sebelum terjadinya perubahan-perubahan pada estrogen atau testoteron dan ini merupakan hal yang paling penting bagi kebanyakan wanita.
Meskipun reproduksi tidak lagi merupakan tujuan, hormon-hormon reproduksi tetap memegang peran yang penting, yaitu peran-peran yang dapat meningkatkan kesehatan dan tidak ada kaitannya dengan melahirkan bayi. Hal ini dapat dilihat dalam kenyataan bahwa reseptor hormon steroid terdapat dalam hampir semua organ tubuh perempuan. Estrogen dan androgen (seperti halnya testoteron) adalah penting, misalnya untuk mempertahankan tulang yang kuat dan sehat serta jaringan vagina dan saluran kencing yang lentur. Baik estrogen maupun progesteron sama-sama penting untuk mempertahankan lapisan kolagen yang sehat pada kulit.

Perubahan hormon ini juga berpengaruh pada mineralisasi pada tulang. Estrogen berpengaruh pada mineralisasi tulang dengan pengaktivan osteoklas. sehingga, penurunan kadar estrogen pada wanita menopause akan menurunkan densitas tulang.



sumber dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Menopause

Menopause -wikipedia






Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan menstruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang disebut sebagai perubahan kehidupan. Kondisi ini juga ditemukan di beberapa spesies lain yang mengalami siklus seperti itu, seperti misalnya monyet rhesus[1] dan sejumlah cetacean[2]

Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu-waktu yang tidak menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan. Pada usia empat puluh tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pra-menopause mulai terjadi. Penelitian telah membuktikan, misalnya, bahwa pada usia empat puluh tahun banyak wanita telah mengalami perubahan-perubahan dalam kepadatan tulang dan pada usia empat puluh empat tahun banyak yang menstruasinya menjadi lebih sedikit atau lebih pendek waktunya dibanding biasanya, atau malah lebih banyak dan/atau lebih lama. Sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. Dalam suatu kajian yang melibatkan lebh dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun.

Kecuali jika seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawatan medis, pra-menopase dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya dimulai ketika seorang perempuan pertama kali mengalami menstruasi. Periode menstruasi pertama itu biasanya diikuti dengan lima atau tujuh tahun siklus yang relatif panjang, tidak teratur dan sering tidak disertai pembentukan sel telur. Akhirnya pada akhir usia belasan atau awal dua puluhan, lamanya siklus menjadi lebih pendek dan lebih teratur ketika wanita mencapai usia subur puncak, yang berlangsung selama kira-kira dua puluh tahun.

Pada usia empat puluhan, siklus mulai memanjang lagi. Meskipun kebanyakan orang cenderung percaya bahwa dua puluh delapan hari merupakan panjang siklus yang normal, penelitian telah membuktikan bahwa hanya 12,4% wanita benar-benar mempunyai siklus dua puluh delapan hari dan 20% dari semua wanita mengalami siklus tidak teratur.



sumber dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Menopause

Friday, 29 November 2013

air mata rasanya asin






Mengapa air telinga itu pahit rasanya, air mata asin rasanya sedangkan air liur tawar rasanya ?
Mungkin terkadang kita tidak menyadari hal-hal sepele yang ada pada panca indera kita. Dan ini hanyalah secuil hikmah dari segala keajaiban yang ada pada tubuh kita.

Sudah merupakan ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwasannya air telinga atau kotoran telinga yang dalam bahasa kedokteran disebut serumen itu pahit sekali rasanya, fungsinya agar setiap hewan-hewan tidak dengan mudah masuk ke dalam rongga telinga. Setiap kali hewan berusaha masuk kedalamnya pastilah segera mencari jalan keluar. Selain itu juga kalau anda terlalu rajin membersihkan kotoran telinga akan membuat liang telinga kering, gatal dan mudah terinfeksi.

Selanjutnya Allah juga menciptakan air mata rasanya asin, tujuannya agar dapat menjaga kesehatan mata. Sebab lemak yang ada pada mata mudah sekali rusak, maka air mata pun diciptakan asin untuk memelihara keduanya.
Berikut penjelasannya :

Air mata atau yang kita sebut lapisan air mata itu sebenarnya terdiri dari tiga lapis.
Jadi lapisan air mata yang pertama namanya lapisan mukus yang melapisi langsung kornea, dan membentuk pondasi agar lapisan air mata melekat pada mata.
Lapisan kedua yang berada di bagian tengah ialah lapisan akuos, yang berfungsi menyuplai oksigen dan zat-zat penting lainnya yang berguna untuk nutrisi kornea. Selain itu, lapisan akuos juga berfungsi untuk melembabkan mata. Lapisan akuos 98% terdiri dari air, dan komposisi lainnya ialah garam, protein dan senyawa lainnya.
Sedangkan lapisan yang terluar atau ketiga ialah lapisan lemak, yaitu berupa lapisan berminyak yang berfungsi untuk mencegah penguapan.
Ketiga lapisan air mata ini diproduksi oleh berbagai kelenjar dalam mata. Lapisan akuos diproduksi oleh kelenjar lakrimal yang berlokasi di samping luar kelopak mata atas. Kelenjar-kelenjar lemak dan kelenjar keringat di kelopak juga membantu produksi dari lapisan mukus dan lapisan lemak. Apabila kita berkedip, maka kelopak mata akan menyebarkan lapisan air mata di seluruh permukaan mata.

Dan Allah menciptakan air liur itu rasanya tawar agar dapat mencicipi berbagai jenis rasa sesuai dengan rasa aslinya. Sebab bila rasanya tidak tawar tentunya setiap rasa akan berubah, misalnya orang yang air liurnya menjadi pahit karena sakit maka segala sesuatu yang dicicipinya menjadi pahit padahal sebenarnya tidak pahit.

Seorang penyair berkata :
Siapa saja yang air liurnya pahit karena sakit
Maka air tawar akan terasa pahit baginya



sumber dari: dai21juli.com